Rabu, 05 Agustus 2026

Menuju Indonesia Emas 2045, Wabup Atika Dorong Transformasi STAIN Madina Jadi IAIN

Administrator - Rabu, 05 Agustus 2026 10:00 WIB
Menuju Indonesia Emas 2045, Wabup Atika Dorong Transformasi STAIN Madina Jadi IAIN
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co

Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Atika Azmi Utammi Nasution, menegaskan komitmennya untuk mendorong peningkatan status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Target tersebut disebutnya sebagai salah satu warisan penting di bidang pendidikan yang ingin diwujudkan pada periode kedua kepemimpinannya.

Pernyataan itu disampaikan Atika saat menghadiri kegiatan General Stadium yang digelar di Gedung Student Center STAIN Madina, Panyabungan, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Generasi Emas 2045: Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme dan Integritas di Era Digital" itu turut dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal Zainul Khobir, Ketua DPC PKB Madina Edi Anwar, Asisten I Setdakab Madina Syahnan Pasaribu, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), civitas akademika, dosen, serta ratusan mahasiswa STAIN Madina.

Dalam sambutannya, Atika mengungkapkan keinginannya untuk meninggalkan jejak nyata di sektor pendidikan melalui peningkatan status perguruan tinggi keagamaan negeri yang ada di Mandailing Natal.

"Sedikit bicara politik, bagaimana saya ingin meninggalkan sebuah legasi. Setidaknya pada periode kedua ini, di bidang pendidikan daerah kita memiliki sekolah tinggi yang meningkat menjadi institut," ujar Atika.

Menurutnya, peningkatan status STAIN menjadi IAIN akan membuka peluang yang lebih besar bagi pengembangan kualitas pendidikan tinggi, peningkatan jumlah program studi, hingga memperkuat daya saing sumber daya manusia di Mandailing Natal.

Atika mengakui bahwa Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal memiliki keterbatasan kewenangan dalam proses perubahan status perguruan tinggi negeri. Karena itu, ia meminta pihak STAIN Madina untuk lebih proaktif mempersiapkan seluruh persyaratan administratif maupun akademik yang dibutuhkan.

Ia juga berharap dukungan dari Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang dapat menjadi jembatan untuk memperjuangkan aspirasi tersebut di tingkat pemerintah pusat.

"Mudah-mudahan ini bisa menjadi momentum untuk pecah telur, sehingga cita-cita menjadikan STAIN Madina sebagai IAIN dapat segera terwujud," katanya.

Selain menyoroti pengembangan pendidikan tinggi, Atika juga mengingatkan mahasiswa agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital secara positif.

Menurutnya, media sosial seharusnya menjadi ruang bertukar gagasan, berdiskusi, serta menyebarkan informasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan menjadi sarana menyebarkan kebencian maupun informasi yang tidak bertanggung jawab.

"Ketika kita bertemu di ruang digital, jadikanlah media sosial sebagai ruang berdiskusi dan berbagi hal-hal yang lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya," pesannya.

Ia mengingatkan bahwa jejak digital memiliki dampak yang besar terhadap kehidupan seseorang.

"Kalau dulu ada pepatah 'mulutmu harimaumu', sekarang yang lebih tepat adalah 'jarimu harimaumu'. Apa yang kita tulis dan unggah akan memiliki konsekuensi," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Atika juga mengajak mahasiswa menjadi generasi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan beretika dalam menyampaikan pendapat, baik di dunia nyata maupun ruang digital.

Ia menilai mahasiswa saat ini merupakan bagian dari generasi yang akan memegang peranan penting ketika Indonesia memasuki usia 100 tahun kemerdekaan pada 2045.

Menurutnya, bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan sebagai peluang besar untuk mencetak generasi unggul yang mampu membawa bangsa menuju kemajuan.

"Indonesia Emas 2045 sudah semakin dekat. Waktu yang tersisa sekitar 19 tahun harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Mahasiswa hari ini akan menjadi bagian penting yang menentukan arah masa depan bangsa," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Atika mengajak seluruh mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat karakter, dan memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, daerah, serta Indonesia.

"Mari ambil bagian, terus berkontribusi untuk memajukan diri sendiri, keluarga, daerah, bangsa, dan negara," pungkasnya.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru