Wali Kota yang DiWakili Sekda menghadiri Kerja Rani GBKP Runggun
Wali Kota yang DiWakili Sekda menghadiri Kerja Rani GBKP Runggun
kota
Baca Juga:
Jakarta – Dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks, meningkatnya rivalitas antarnegara, ancaman perang siber, terorisme, kejahatan lintas negara, disrupsi teknologi, hingga ketidakpastian ekonomi global menjadi tantangan nyata yang harus diantisipasi secara serius oleh Indonesia. Dalam menghadapi situasi tersebut, Ketua Umum PNPI, Syamsul Rizal, menegaskan bahwa penguatan sistem dan infrastruktur intelijen negara merupakan kebutuhan strategis untuk menjaga kedaulatan, stabilitas nasional, dan keselamatan seluruh rakyat Indonesia.
Menurut Syamsul Rizal, negara tidak boleh hanya bersikap reaktif terhadap berbagai ancaman yang muncul, tetapi harus memiliki kemampuan deteksi dini, analisis strategis, serta respons yang cepat, terukur, dan terintegrasi. Oleh karena itu, keberadaan intelijen negara harus terus diperkuat sebagai garda terdepan dalam memberikan informasi yang akurat kepada para pengambil kebijakan.
"Intelijen yang kuat bukanlah simbol kekuasaan, melainkan instrumen negara untuk melindungi rakyat, menjaga persatuan nasional, serta memastikan setiap kebijakan strategis pemerintah didasarkan pada informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Syamsul Rizal.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola ancaman global. Saat ini ancaman tidak hanya hadir dalam bentuk konvensional, tetapi juga melalui penyebaran disinformasi, propaganda digital, serangan terhadap infrastruktur vital, pencurian data strategis, infiltrasi ekonomi, hingga upaya memecah belah persatuan bangsa melalui ruang digital.
Karena itu, PNPI mendorong pemerintah untuk memperkuat modernisasi infrastruktur intelijen melalui pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), penguatan keamanan siber nasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia intelijen, serta integrasi sistem informasi antarlembaga negara.
Kolaborasi yang solid antara lembaga intelijen, TNI, Polri, kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sektor strategis nasional menjadi fondasi penting dalam membangun sistem keamanan nasional yang tangguh.
Selain penguatan teknologi, Syamsul Rizal juga menekankan pentingnya membangun budaya kewaspadaan nasional. Menurutnya, keamanan negara bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa. Masyarakat perlu diberikan edukasi mengenai literasi digital, bahaya penyebaran hoaks, serta pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
PNPI berpandangan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik sehingga berpotensi menjadi sasaran berbagai kepentingan geopolitik internasional. Oleh sebab itu, pemerintah perlu memperkuat kemampuan intelijen ekonomi, intelijen maritim, intelijen energi, serta intelijen pangan sebagai bagian dari sistem pertahanan nasional yang komprehensif.
Lebih lanjut, Syamsul Rizal menegaskan bahwa penguatan intelijen harus tetap berjalan dalam koridor konstitusi, supremasi hukum, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta prinsip negara demokrasi. Intelijen yang profesional adalah intelijen yang bekerja berdasarkan hukum, menjunjung tinggi etika, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok maupun individu.
"Indonesia membutuhkan sistem intelijen yang modern, adaptif, profesional, dan mampu membaca perubahan dunia dengan cepat. Ketahanan nasional tidak hanya dibangun melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui kemampuan memperoleh informasi strategis yang mampu mencegah ancaman sebelum menjadi krisis," tegasnya.
Di tengah ketidakpastian global, PNPI mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat semangat persatuan, meningkatkan rasa cinta tanah air, serta memberikan dukungan terhadap langkah-langkah pemerintah dalam membangun sistem keamanan nasional yang semakin kuat. Stabilitas nasional merupakan modal utama bagi keberhasilan pembangunan, peningkatan investasi, pertumbuhan ekonomi, dan terwujudnya kesejahteraan rakyat.
Sebagai organisasi yang berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan, PNPI menyatakan siap mendukung berbagai kebijakan strategis pemerintah yang bertujuan memperkuat ketahanan nasional, menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mewujudkan Indonesia yang aman, maju, mandiri, dan berdaya saing di tengah dinamika global yang terus berkembang.
"Ketahanan bangsa dimulai dari kemampuan negara mengenali ancaman sejak dini. Karena itu, memperkuat sistem dan infrastruktur intelijen merupakan investasi strategis demi menjaga kedaulatan, keamanan, dan masa depan Indonesia." — Syamsul Rizal, Ketua Umum PNPI.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Wali Kota yang DiWakili Sekda menghadiri Kerja Rani GBKP Runggun
kota
Wali Kota diwakili Asisten Kesra membuka Seminar Entrepreneurship bertajuk &lsquoYouth Today, Leader Tomorrow&rsquo
kota
MENYIKAPI KONDISI GLOBAL, KETUA UMUM PNPI SYAMSUL RIZAL MENDORONG PEMERINTAH MEMPERKUAT SISTEM DAN INFRASTRUKTUR INTELIJEN NEGARA
kota
Ijeck Desak Kemenhub Percepat Pembangunan Palang Perlintasan KA Usai Kecelakaan Maut di Perbaungan
kota
sumut24.co MEDAN , Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 Tahun 2026 resmi digantungkan bendera penutupnya pada Minggu, 2 Agustus 2026, di
kota
sumut24.co MedanPekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 resmi ditutup setelah berlangsung selama 31 hari, sejak 3 Juli hingga 2 Agustus 202
Umum
sumut24.co MedanSuasana di kawasan jalan Sumatera, Medan Belawan mendadak riuh dan penuh semangat. Untuk pertama kalinya, kegiatan Car Fre
kota
Tinjau Pasar dan Terminal Aksara, Bupati Minta Rencana Pengembangan Dikaji Matang
kota
Gubernur Andra Soni Logo Baru Bank Banten Lambangkan Kepercayaan, Semangat dan Harapan
kota
Paviliun Deli Serdang Raih Terbaik I PRSU ke50
kota