sumut24.co - Jakarta
Baca Juga:
Perdana Menteri (PM) Republik India, Yang Mulia Shri Narendra Modi, melaksanakan Kunjungan Kenegaraan ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026 atas undangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Kunjungan historis ini berlandaskan pada kehadiran Presiden Prabowo di India sebagai tamu kehormatan Hari Republik India ke-76 pada Januari 2025 lalu.
Rangkaian agenda kenegaraan PM Modi diawali dengan upacara penyambutan resmi di Istana Merdeka Jakarta, dilanjutkan pembicaraan bilateral tête-à-tête maupun tingkat delegasi pada 7 Juli 2026, jamuan makan malam kenegaraan, hingga pidato kehormatan di Parlemen Indonesia atas undangan Ketua DPR RI Dr. Puan Maharani. Selain itu, kedua pemimpin turut meresmikan proyek restorasi Situs Warisan Dunia UNESCO Kompleks Candi Prambanan di Yogyakarta serta menyapa komunitas India di Indonesia.
Pembicaraan bilateral yang berlangsung hangat tersebut mencakup seluruh spektrum hubungan strategis kedua negara, mulai dari kerja sama politik, pertahanan dan keamanan maritim, perdagangan, hingga transformasi ekonomi digital dan ketahanan pangan. Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo dan PM Modi menyaksikan pertukaran 20 dokumen kerja sama bilateral yang memperkokoh kemitraan strategis komprehensif India–Indonesia. Kedua belah pihak juga menegaskan komitmen untuk mengintensifkan Pertemuan Tingkat Tinggi (Summit Meetings) secara berkala, memantapkan mekanisme dialog kelembagaan, serta memperluas kolaborasi tingkat parlemen, akademisi, dan pengambil kebijakan guna merespons dinamika geopolitik kawasan secara lebih proaktif.
Di sektor pertahanan, keamanan, dan maritim, Indonesia dan India sepakat memperluas kerja sama melalui latihan bersama, pertukaran informasi real-time via penempatan pejabat penghubung Indonesia di Information Fusion Centre – Indian Ocean Region (IFC-IOR), hingga penguatan sistem keamanan maritim di kawasan Indo-Pasifik. Sinergi ini juga diwujudkan melalui kolaborasi industri pertahanan strategis, seperti kemajuan kerja sama terkait Sistem Rudal BrahMos dan perjanjian kerja sama rudal udara-ke-udara. Selain itu, kedua pemimpin mengecam keras segala bentuk terorisme dan berkomitmen memperkuat kolaborasi bilateral dalam penanggulangan ekstremisme, kejahatan lintas negara, serta peningkatan keamanan siber.
Sektor ekonomi, infrastruktur, dan konektivitas menjadi pilar utama lain yang disepakati. Presiden Prabowo menyambut baik ketertarikan India untuk bermitra dalam pembangunan terpadu Pelabuhan Sabang—yang mencakup fasilitas wisata bahari, industri perbaikan kapal, dan layanan pendukung energi lepas pantai—guna mengoneksikan Kepulauan Andaman dan Nikobar dengan Pulau Sumatra. Di bidang manufaktur dan energi, Steel Authority of India (SAIL) dan PT Krakatau Steel membentuk joint venture untuk fasilitas slab baja tahan karat, disertai kesepakatan rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang (rare earths). Pada sektor pertanian, India juga memberikan bantuan 100 ton benih gandum berkualitas tinggi DWR-162 serta penandatanganan Nota Kesepahaman di bidang ketahanan pangan dan obat-obatan (BPOM-CDSCO).
Pada era transformasi digital dan keuangan, kedua negara meluncurkan Indonesia Open Network (ION) yang mengadopsi arsitektur Open Network for Digital Commerce (ONDC) dari India demi mengakselerasi partisipasi UMKM dalam ekonomi digital. Langkah ini ditopang oleh kemajuan implementasi Cross-Border QR Payment Linkage antara Bank Indonesia dan Reserve Bank of India yang akan mempermudah transaksi antarnegara bagi wisatawan, pelaku usaha, dan mahasiswa. Di bidang sumber daya manusia dan pendidikan, kolaborasi diperkuat melalui rencana pendirian kampus cabang Indian Institute of Management Bangalore di KEK Singhasari, kolaborasi tenaga kesehatan, serta kerja sama antara Komisi Pemilihan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Election Commission of India (ECI) dalam tata kelola pemilu berbasis teknologi.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap akar sejarah dan peradaban yang erat, kedua negara secara resmi menyepakati periode 2026–2027 sebagai "Tahun Tagore–Dewantara untuk Diplomasi Kebudayaan dan Pendidikan India–Indonesia" untuk memperingati satu abad kunjungan maestro Rabindranath Tagore ke Indonesia pada tahun 1927. Menutup kunjungan kenegaraan tersebut, PM Narendra Modi menyampaikan apresiasi yang mendalam atas keramahtamahan hangat Presiden Prabowo Subianto beserta rakyat Indonesia, sekaligus menyampaikan undangan resmi kepada Presiden Prabowo untuk melakukan kunjungan balasan ke India pada waktu yang akan disepakati mendatang. Rel
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News