Baca Juga:
Tapsel | Sumut24.co
Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Tapanuli Bagian Selatan Bersatu (AMP Tabagsel) di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan pada Selasa (7/7/2026) berlangsung aman, tertib, dan kondusif berkat pengamanan yang dilakukan jajaran Polres Tapanuli Selatan.
Pengamanan dipimpin langsung oleh Perwira Pengendali (Padal) Pengamanan Unjuk Rasa, IPDA Ansor Harahap, S.H., yang mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif selama berlangsungnya aksi penyampaian aspirasi.
Sejak massa mulai berkumpul hingga aksi berakhir, personel kepolisian terlihat melakukan pengawalan secara profesional tanpa menghambat jalannya demonstrasi. Kehadiran aparat difokuskan untuk memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi aksi.
Di tengah jalannya demonstrasi, IPDA Ansor Harahap secara langsung menyampaikan imbauan kepada para peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.
Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak yang dijamin oleh undang-undang. Namun, pelaksanaannya harus tetap dilakukan secara damai, tertib, dan menghormati kepentingan masyarakat lainnya.
"Adik-adik sekalian dalam melakukan aksi unjuk rasa jangan anarkis. Kami dari Polri siap mengawal adik-adik dalam menyampaikan aspirasi, sepanjang dilakukan dengan tertib dan sesuai aturan," ujar IPDA Ansor Harahap di hadapan massa aksi.
IPDA Ansor yang juga menjabat sebagai Kanit Pidsus Satreskrim Polres Tapanuli Selatan menegaskan bahwa Polri tidak hadir untuk membatasi ruang demokrasi masyarakat. Sebaliknya, kehadiran kepolisian bertujuan memberikan rasa aman kepada seluruh pihak selama aksi berlangsung.
Usai pengamanan, ia kembali menegaskan komitmen Polri dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan terhadap hak menyampaikan pendapat dan terciptanya situasi keamanan yang kondusif.
"Kita hadir untuk mengawal, melindungi, dan menjaga agar situasi tetap damai," ungkapnya.
Ia menilai komunikasi yang baik antara aparat keamanan, peserta aksi, serta pihak yang menjadi tujuan penyampaian aspirasi merupakan faktor penting dalam menciptakan demonstrasi yang berjalan kondusif.
Pendekatan dialogis, lanjut Ansor, menjadi strategi utama dalam setiap pengamanan aksi masyarakat karena mampu meredam potensi konflik serta membangun kepercayaan antara masyarakat dan aparat penegak hukum.
"Ketika semua pihak bisa menahan diri dan saling menghormati, penyampaian aspirasi dapat berjalan baik tanpa menimbulkan gangguan kamtibmas," pungkasnya.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News