TAPSEL: “TAK PERNAH SELESAI” HARUS BERUBAH MENJADI “TETAP PASTI SELESAI”
TAPSEL &ldquoTAK PERNAH SELESAI&rdquo HARUS BERUBAH MENJADI &ldquoTETAP PASTI SELESAI&rdquo
kota
Baca Juga:
- Wakil Bupati Asahan Kukuhkan Paskibraka 2026 : Jadilah Teladan, Emban Tugas Mulia Penuh Patriotisme
- Bupati Simalungun: Parapat Potensi Pariwisata, Diperlukan Kolaborasi dan Kreativitas
- Bupati Asahan Ikuti Rakor Forkopimda Regional Sumatera di Batam, Perkuat Sinergi Lintas Daerah Demi Stabilitas dan Percepatan Pembangunan
Madina | Sumut24.co
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) memulai langkah besar untuk mengembalikan kejayaan pisang kepok atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Pisang Sitabar.
Sebagai tahap awal, pemerintah menyiapkan lahan seluas empat hektare di Desa Hutatonga, Kecamatan Panyabungan Barat, yang akan dijadikan pilot project pengembangan pisang kepok unggul yang bebas dari serangan penyakit layu fusarium.
Program ini menjadi salah satu upaya strategis Pemkab Madina dalam menghidupkan kembali komoditas unggulan daerah yang selama lebih dari dua dekade mengalami kemunduran akibat serangan penyakit tanaman.
Untuk memastikan program berjalan berbasis riset dan teknologi, Pemkab Madina menggandeng para akademisi dari Universitas Medan Area (UMA), yakni Prof. Zulkarnain Lubis, Prof. Suswati, dan Assoc. Prof. Syahbudin Hasibuan.
Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution bersama tim akademisi dan Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga turun langsung meninjau proses pembersihan lahan pada Kamis (9/7/2026).
Bupati Saipullah mengatakan pembangunan kebun percontohan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga akan dikembangkan menjadi kawasan wisata edukasi berbasis pertanian.
Menurutnya, kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung agar menjadi destinasi yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
"Kawasan ini nantinya akan dikembangkan dengan konsep terpadu. Akan ada kolam, pondok, saung, hingga pusat kuliner berbahan dasar pisang sehingga masyarakat bisa menikmati suasana sekaligus mengenal potensi pertanian Madina," ujar Saipullah.
Konsep tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap sektor pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen buah segar.
Pemkab Madina juga tengah menyiapkan langkah untuk mendaftarkan Pisang Sitabar sebagai produk Indikasi Geografis (IG) sehingga memiliki perlindungan hukum sekaligus meningkatkan nilai jual di pasar.
Selain itu, pengembangan industri hilir juga menjadi bagian penting dari program tersebut.
Berbagai produk olahan seperti tepung pisang, aneka kue, makanan ringan hingga produk UMKM lainnya akan didorong agar mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Ke depan tidak hanya menjual buah segar, tetapi juga akan lahir berbagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sehingga bisa menjadi peluang usaha baru bagi pelaku UMKM," kata Saipullah.
Assoc. Prof. Syahbudin Hasibuan menjelaskan kebun pisang ini akan menerapkan konsep zero waste, yakni seluruh bagian tanaman dimanfaatkan sehingga tidak ada limbah yang terbuang.
Menurutnya, batang pisang yang telah dipanen nantinya dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha pertanian.
Pada tahap awal, tim akan menanam varietas pisang kepok kuning sambil melakukan pencarian plasma nutfah yang memiliki karakteristik sama dengan Pisang Sitabar asli Madina sebelum terserang penyakit layu fusarium.
Prof. Zulkarnain Lubis mengungkapkan pihaknya telah berhasil mengembangkan bibit pisang kepok yang tahan terhadap penyakit layu fusarium melalui penelitian.
Setelah bibit mencapai usia sekitar dua hingga tiga bulan, benih tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat sebagai bagian dari program pengembangan pisang kepok di Madina.
Tidak hanya membagikan bibit, tim akademisi juga akan memberikan pendampingan kepada petani mengenai teknik budidaya yang benar agar tanaman tetap sehat dan produktif.
"Kami juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara membudidayakan pisang kepok agar terhindar dari serangan penyakit. Sudah lebih dari 20 tahun Madina kehilangan salah satu potensi pertanian terbaiknya," jelas Prof. Zulkarnain.
Sementara itu, Prof. Suswati menjelaskan Desa Hutatonga dipilih sebagai lokasi kebun percontohan setelah melalui kajian ilmiah.
Menurutnya, kondisi kesehatan tanah di kawasan tersebut dinilai lebih baik dibandingkan lokasi lain sehingga memiliki risiko lebih rendah terhadap penyebaran penyakit layu fusarium maupun penyakit darah bakteri.
Ia menambahkan bahwa pemulihan lahan yang telah terinfeksi penyakit fusarium membutuhkan waktu sangat lama, bahkan dapat mencapai sekitar 20 tahun.
"Karena program ini menjadi prioritas pemerintah daerah, maka kami memilih lokasi yang memiliki tingkat kesehatan tanah paling baik agar peluang keberhasilannya lebih besar," jelasnya.
Prof. Suswati menjelaskan bibit yang digunakan akan diperbanyak melalui teknologi kultur jaringan tanpa bunga jantan.
Metode tersebut dinilai mampu mengurangi risiko penyebaran penyakit darah bakteri yang selama ini ditularkan oleh serangga penyerbuk.
Strategi tersebut diharapkan menjadi solusi ilmiah dalam mengembalikan kejayaan Pisang Sitabar yang hampir menghilang selama sekitar 22 tahun terakhir.
Selain fokus pada budidaya, peluang pemasaran pisang kepok asli Madina juga dinilai sangat terbuka.
Meningkatnya jumlah kafe, kedai kopi modern, hingga pelaku usaha kuliner di Mandailing Natal maupun Kota Medan menjadi pasar potensial bagi produk pisang segar maupun hasil olahannya.
Dengan dukungan riset, teknologi, pengembangan industri hilir, serta konsep agrowisata, Pemkab Madina optimistis Pisang Sitabar akan kembali menjadi komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat identitas pertanian Kabupaten Mandailing Natal.
Turut mendampingi Bupati Saipullah dalam peninjauan tersebut Asisten I Setdakab Madina Drs. M. Sahnan Pasaribu, Kepala Dinas Pariwisata Syukur Soripada Nasution, Kepala Dinas Perikanan Alinafiah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika M. Syail Lubis, serta Camat Panyabungan Barat Ainannur.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
TAPSEL &ldquoTAK PERNAH SELESAI&rdquo HARUS BERUBAH MENJADI &ldquoTETAP PASTI SELESAI&rdquo
kota
sumut24.co MedanTelkomsel resmi meluncurkan Virtuship, platform magang virtual yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan
Ekbis
sumut24.co SUBULUSSALAM, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) terus memperkuat kolaborasi dengan pemerin
News
sumut24.co MedanKehidupan pers dalam era disrupsi informasi saat ini, menuntut kecepatan dan harus adaptif dengan perkembangan zaman serta
Umum
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) memperkuat kolaborasi dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) guna mendukung keamanan pemb
kota
sumut24.co JakartaPerubahan gaya hidup masyarakat yang menginginkan kepraktisan dalam merencanakan perjalanan terus mendorong transformasi
Ekbis
sumut24.co ASAHAN, Tim Evaluasi Lomba TP PKK Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 turun langsung ke Kabupaten Asahan, Kamis (13/8/202
kota
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., secara resmi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupat
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Tim Monitoring Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan monitoring dalam rangka Hari Kes
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan Pemerin
News