Ketum JMSI: Jurnalisme Beperan Memitigasi Persoalan Kemanusiaan
Jakarta,Kemanusiaan sudah sepatutnya menjadi fondasi utama dalam praktik jurnalisme. Ini artinya bagi masyarakat pers nasional mengusung sis
News
Baca Juga:
- Bupati Asahan Hadiri Pisah Sambut Danlanal Tanjung Balai Asahan, Sinergi Kokoh Tetap Dijaga Meski Ada Pergantian Pimpinan
- Wakil Bupati Asahan Dukung Penuh Jamda XI Pramuka Sumut, Wadah Lahirkan Pemuda Berkarakter dan Berjiwa Pemimpin
- Penuh Haru, Bupati Simalungun Tinjau Korban Puting Beliung di Pematang Bandar dan Berikan Bantuan
Madina | Sumut24.co
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) memulai langkah besar untuk mengembalikan kejayaan pisang kepok atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Pisang Sitabar.
Sebagai tahap awal, pemerintah menyiapkan lahan seluas empat hektare di Desa Hutatonga, Kecamatan Panyabungan Barat, yang akan dijadikan pilot project pengembangan pisang kepok unggul yang bebas dari serangan penyakit layu fusarium.
Program ini menjadi salah satu upaya strategis Pemkab Madina dalam menghidupkan kembali komoditas unggulan daerah yang selama lebih dari dua dekade mengalami kemunduran akibat serangan penyakit tanaman.
Untuk memastikan program berjalan berbasis riset dan teknologi, Pemkab Madina menggandeng para akademisi dari Universitas Medan Area (UMA), yakni Prof. Zulkarnain Lubis, Prof. Suswati, dan Assoc. Prof. Syahbudin Hasibuan.
Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution bersama tim akademisi dan Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga turun langsung meninjau proses pembersihan lahan pada Kamis (9/7/2026).
Bupati Saipullah mengatakan pembangunan kebun percontohan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga akan dikembangkan menjadi kawasan wisata edukasi berbasis pertanian.
Menurutnya, kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung agar menjadi destinasi yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
"Kawasan ini nantinya akan dikembangkan dengan konsep terpadu. Akan ada kolam, pondok, saung, hingga pusat kuliner berbahan dasar pisang sehingga masyarakat bisa menikmati suasana sekaligus mengenal potensi pertanian Madina," ujar Saipullah.
Konsep tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap sektor pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen buah segar.
Pemkab Madina juga tengah menyiapkan langkah untuk mendaftarkan Pisang Sitabar sebagai produk Indikasi Geografis (IG) sehingga memiliki perlindungan hukum sekaligus meningkatkan nilai jual di pasar.
Selain itu, pengembangan industri hilir juga menjadi bagian penting dari program tersebut.
Berbagai produk olahan seperti tepung pisang, aneka kue, makanan ringan hingga produk UMKM lainnya akan didorong agar mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Ke depan tidak hanya menjual buah segar, tetapi juga akan lahir berbagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sehingga bisa menjadi peluang usaha baru bagi pelaku UMKM," kata Saipullah.
Assoc. Prof. Syahbudin Hasibuan menjelaskan kebun pisang ini akan menerapkan konsep zero waste, yakni seluruh bagian tanaman dimanfaatkan sehingga tidak ada limbah yang terbuang.
Menurutnya, batang pisang yang telah dipanen nantinya dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha pertanian.
Pada tahap awal, tim akan menanam varietas pisang kepok kuning sambil melakukan pencarian plasma nutfah yang memiliki karakteristik sama dengan Pisang Sitabar asli Madina sebelum terserang penyakit layu fusarium.
Prof. Zulkarnain Lubis mengungkapkan pihaknya telah berhasil mengembangkan bibit pisang kepok yang tahan terhadap penyakit layu fusarium melalui penelitian.
Setelah bibit mencapai usia sekitar dua hingga tiga bulan, benih tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat sebagai bagian dari program pengembangan pisang kepok di Madina.
Tidak hanya membagikan bibit, tim akademisi juga akan memberikan pendampingan kepada petani mengenai teknik budidaya yang benar agar tanaman tetap sehat dan produktif.
"Kami juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara membudidayakan pisang kepok agar terhindar dari serangan penyakit. Sudah lebih dari 20 tahun Madina kehilangan salah satu potensi pertanian terbaiknya," jelas Prof. Zulkarnain.
Sementara itu, Prof. Suswati menjelaskan Desa Hutatonga dipilih sebagai lokasi kebun percontohan setelah melalui kajian ilmiah.
Menurutnya, kondisi kesehatan tanah di kawasan tersebut dinilai lebih baik dibandingkan lokasi lain sehingga memiliki risiko lebih rendah terhadap penyebaran penyakit layu fusarium maupun penyakit darah bakteri.
Ia menambahkan bahwa pemulihan lahan yang telah terinfeksi penyakit fusarium membutuhkan waktu sangat lama, bahkan dapat mencapai sekitar 20 tahun.
"Karena program ini menjadi prioritas pemerintah daerah, maka kami memilih lokasi yang memiliki tingkat kesehatan tanah paling baik agar peluang keberhasilannya lebih besar," jelasnya.
Prof. Suswati menjelaskan bibit yang digunakan akan diperbanyak melalui teknologi kultur jaringan tanpa bunga jantan.
Metode tersebut dinilai mampu mengurangi risiko penyebaran penyakit darah bakteri yang selama ini ditularkan oleh serangga penyerbuk.
Strategi tersebut diharapkan menjadi solusi ilmiah dalam mengembalikan kejayaan Pisang Sitabar yang hampir menghilang selama sekitar 22 tahun terakhir.
Selain fokus pada budidaya, peluang pemasaran pisang kepok asli Madina juga dinilai sangat terbuka.
Meningkatnya jumlah kafe, kedai kopi modern, hingga pelaku usaha kuliner di Mandailing Natal maupun Kota Medan menjadi pasar potensial bagi produk pisang segar maupun hasil olahannya.
Dengan dukungan riset, teknologi, pengembangan industri hilir, serta konsep agrowisata, Pemkab Madina optimistis Pisang Sitabar akan kembali menjadi komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat identitas pertanian Kabupaten Mandailing Natal.
Turut mendampingi Bupati Saipullah dalam peninjauan tersebut Asisten I Setdakab Madina Drs. M. Sahnan Pasaribu, Kepala Dinas Pariwisata Syukur Soripada Nasution, Kepala Dinas Perikanan Alinafiah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika M. Syail Lubis, serta Camat Panyabungan Barat Ainannur.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Jakarta,Kemanusiaan sudah sepatutnya menjadi fondasi utama dalam praktik jurnalisme. Ini artinya bagi masyarakat pers nasional mengusung sis
News
JAKARTA, SUMUT24.CO Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi menerima pengunduran diri Febrie Adriansyah dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Ti
News
Bupati Paluta Perkuat Sinergi dengan Kejari, Optimalisasi PAD dan Penyelesaian Konflik Agraria Jadi Prioritas
kota
Polres Padangsidimpuan Kerahkan 113 Personel Amankan Konser Dongker, Feel Koplo dan For Revenge
kota
Jabatan Bukan Hadiah! Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Minta Pejabat Baru Hadirkan Inovasi dan Pelayanan Terbaik
kota
Dengar Langsung Keluhan Warga, Polsek Sosa Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Lewat Jumat Curhat
kota
Pisang Sitabar Comeback! Bupati Saipullah Siapkan Kebun Percontohan dan Bibit Unggul untuk Petani
kota
Humanis! IPDA Ansor Harahap Kawal Demo Mahasiswa Tanpa Gesekan, Polres Tapsel Utamakan Pendekatan Persuasif
kota
JMSI Tabagsel Apresiasi Soliditas Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna dan Dandim 0212/Ts Letkol Dedi Harnoto, Sinergi TNIPolri Kunc
kota
SiLPA Tahun Anggaran 2025 Bukan Kerugian Negara dan Tetap Tercatat Secara Akuntabel
kota