Tanggapi Penggeledahan Penyidik Polri, Kejaksaan Agung Hormati Proses Hukum dan Junjung Asas Praduga Tak Bersalah
Tanggapi Penggeledahan Penyidik Polri, Kejaksaan Agung Hormati Proses Hukum dan Junjung Asas Praduga Tak Bersalah
kota
Baca Juga:
MEDAN – PT Hijau Surya Biotechindo, perusahaan yang bergerak di bidang pembenihan bibit tanaman berbasis kultur jaringan, menawarkan bibit unggul yang diklaim memiliki kualitas lebih baik dibandingkan bibit konvensional. Melalui teknologi kultur jaringan, bibit yang dihasilkan bebas penyakit, memiliki pertumbuhan seragam, serta mampu menghasilkan panen lebih cepat.
Prestasi perusahaan juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pada Lomba Buah Unggul Nasional 2026, PT Hijau Surya Biotechindo berhasil meraih Juara I Kategori Pisang, sebagai bukti kualitas varietas dan pembenihan yang dikembangkan melalui teknologi kultur jaringan.
Sales Marketing PT Hijau Surya Biotechindo, Amri didampingi Operator Laminar Wira, menjelaskan proses produksi bibit dilakukan secara bertahap mulai dari laboratorium hingga greenhouse. Seluruh proses membutuhkan waktu lebih dari satu tahun sebelum bibit siap dipasarkan.
"Bibit kami berasal dari kultur jaringan yang dapat dikembangkan dari bagian batang maupun daun tanaman. Setelah proses di laboratorium selama lebih dari satu tahun, bibit kemudian dibesarkan sekitar tiga bulan hingga mencapai tinggi 20–30 sentimeter sebelum dijual kepada konsumen," ujarnya.


Menurut Amri, bibit yang dipasarkan telah memasuki fase pertumbuhan sekitar 10–12 minggu dengan ukuran siap tanam. PT Hijau Surya Biotechindo tidak menjual bibit dalam bentuk botolan, melainkan bibit yang telah memenuhi standar tinggi 20–30 sentimeter sehingga siap dibudidayakan oleh petani.
Untuk masa panen, setiap varietas memiliki karakteristik berbeda. Pisang Barangan Merah umumnya dapat dipanen pada usia 9–10 bulan, sedangkan Pisang Kepok Panjang sekitar 12 bulan. Sementara varietas Kepeng dan Raja Bulu Kuning memiliki masa panen yang hampir sama dengan Barangan.
Amri mengatakan, keunggulan utama bibit kultur jaringan adalah pertumbuhan yang seragam sehingga waktu panen lebih merata dibandingkan bibit yang berasal dari bonggol.
"Kalau menggunakan bibit dari bonggol, pertumbuhan tanaman biasanya tidak seragam sehingga panennya juga tidak bersamaan. Selain itu lebih rentan terhadap serangan penyakit," jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh bibit yang diproduksi PT Hijau Surya Biotechindo dipastikan bebas penyakit sejak proses di laboratorium hingga keluar dari greenhouse. Namun, kondisi tersebut tetap bergantung pada perawatan yang dilakukan petani setelah bibit diterima.
"Penyakit tanaman bisa datang dari serangga, alat pertanian, maupun lingkungan sekitar. Karena itu kami menyediakan bibit yang sehat dan berkualitas. Selanjutnya, keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh perawatan yang dilakukan petani," katanya.
Selain bibit pisang, PT Hijau Surya Biotechindo juga memproduksi berbagai jenis anggrek hasil kultur jaringan. Produk unggulannya meliputi Anggrek Bulan dan Dendrobium dengan beragam varietas, termasuk hasil persilangan yang memiliki nilai jual tinggi.
Masyarakat yang ingin mengetahui koleksi anggrek secara lebih lengkap dapat mengunjungi Rindu Anggrek, yang menyediakan berbagai pilihan jenis beserta informasi harga melalui layanan admin.
Tak hanya itu, PT Hijau Surya Biotechindo juga menyediakan bibit kentang dan berbagai kebutuhan pembenihan lainnya. Informasi pemesanan dapat diperoleh melalui akun media sosial resmi perusahaan di TikTok, Instagram, maupun Facebook.red2
Tanggapi Penggeledahan Penyidik Polri, Kejaksaan Agung Hormati Proses Hukum dan Junjung Asas Praduga Tak Bersalah
kota
Polsek Medan Kota Ungkap Pencurian Nmax Diotaki Pacar
kota
101 Bungkus Liquid Pod Getar Gagal Dikirim ke Jakarta
kota
Bibit Kultur Jaringan Jadi Andalan, PT Hijau Surya Biotechindo Tawarkan Tanaman Bebas Penyakit dan Panen Lebih Seragam
kota
sumut24.co DeliserdangWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya membuka Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumut 2026 di
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menilai pesatnya perkembangan industri kuliner di Kota Medan harus diikuti dengan
kota
Dinas Kominfo Sumut Pamerkan Alat Telekomunikasi Era Klasik, Jadi Daya Tarik Pengunjung
kota
sumut24.co MedanPT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional Sumatera Utara (KAI Divre 1 Sumut) membuka stand di Pekan Raya Sumater
Umum
Dukung Energi Berkelanjutan, Pertamina EP Rantau Tanam Ratusan Pohon di Wilayah Operasional
kota
MEDAN, SUMUT24.CO Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto, SH., MH., yang akrab disapa Anto Genk, mengapresiasi k
News