Selasa, 20 Oktober 2026

Polisi Sita Uang dan Emas Bernilai Puluhan Miliar dalam Penggeledahan Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel

Administrator - Kamis, 09 Juli 2026 15:45 WIB
Polisi Sita Uang dan Emas Bernilai Puluhan Miliar dalam Penggeledahan Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel
Baca Juga:

JAKARTA – Tim penyidik kepolisian melakukan penggeledahan di 12 lokasi yang berkaitan dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam sejumlah perkara, yakni dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk PLN yang dikaitkan dengan peristiwa blackout di Sumatera, kasus PT ASABRI, dan PT Krakatau Steel.
Dari serangkaian penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah aset bernilai besar berupa uang tunai dalam berbagai mata uang asing, emas batangan, serta dokumen dan barang bukti lainnya.
Salah satu lokasi yang digeledah adalah Kafe de'Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Dari lokasi tersebut, penyidik menemukan uang tunai yang disimpan di dalam brankas dengan total nilai sekitar Rp60 miliar.
Rinciannya terdiri atas 3.130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar Amerika Serikat, serta uang tunai sebesar Rp259.159.000.
Selain itu, penyidik juga menggeledah sebuah tempat usaha penukaran valuta asing (money changer) yang berada di kawasan Cipete. Dari lokasi tersebut disita 16 jenis mata uang asing dengan nilai setara sekitar Rp7,2 miliar.
Penggeledahan juga dilakukan di sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, pada Rabu (8/7/2026) malam. Dari lokasi itu, penyidik menyita emas batangan seberat 74 kilogram serta sejumlah uang dalam mata uang dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat.
Rangkaian penggeledahan tersebut merupakan bagian dari upaya penyidik menelusuri aliran dana dan aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi dan pencucian uang dalam tiga perkara yang tengah ditangani.
Di tengah proses penggeledahan, muncul perhatian publik setelah rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terlihat dijaga puluhan prajurit TNI pada Rabu malam.
Penjagaan tersebut berlangsung bersamaan dengan beredarnya isu mengenai kemungkinan adanya penggeledahan di kediaman Febrie setelah penyidik melakukan penggeledahan di Kafe de'Clan Signature dan money changer di Cipete.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Kejaksaan Agung mengenai alasan penjagaan di rumah Jampidsus maupun kaitannya dengan rangkaian penggeledahan yang dilakukan penyidik.
Penyidik juga belum menyampaikan identitas pihak-pihak yang menjadi pemilik aset yang disita maupun status hukum para pihak yang terkait dalam perkara tersebut. Proses penyidikan masih terus berlangsung.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolri Rotasi Tujuh Wakapolda, Brigjen Fadillah Zulkarnaen Adik Ipar Wawako Medan Gantikan Naek Pamen di Sumut
Polisi Sisir Cafe dan Karaoke di Padangsidimpuan, Remaja di Bawah Umur Diserahkan ke Satpol PP
Horas Polisi! Berkat Kepedulian Warga, Polres Simalungun Bongkar Ladang Ganja 12 Batang Milik Petani di Simpang Raya Dasma
Polisi Sergap Seorang Residivis Pengedar Narkoba di Jalan Sakti Lubis Medan, 7 Paket Sabu Disita
Polisi Sergap Seorang Pengedar Mariyuana di Jalan Kolonel Yos Sudarso  Medan   Medan |   Peredaran narkotika kembali menjadi sasaran pengungkapan jaja
Dua Pelaku Curas di Kebun PT DNS Padang Lawas Ditangkap Polisi, Dibekuk di Rumah Masing-Masing
komentar
beritaTerbaru