Soal Kedaulatan Digital, Siregar Sebut Indonesia Alami Ketergantungan Ganda terhadap Singapura
Soal Kedaulatan Digital, Siregar Sebut Indonesia Alami Ketergantungan Ganda terhadap Singapura
kota
Baca Juga:
Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina), H. Erwin Efendi Lubis, SH, melontarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terkait minimnya perhatian kepada Kabupaten Mandailing Natal, khususnya dalam penyaluran dana bantuan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Erwin saat menghadiri Kunjungan Kerja Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Daerah Pemilihan (Dapil) VII yang digelar di Aula Hotel D'San, Kabupaten Mandailing Natal, Rabu (8/7/2026).
Dalam forum yang turut dihadiri unsur pemerintah daerah, perusahaan perkebunan, serta seluruh anggota DPRD Sumut Dapil VII itu, Erwin mengungkapkan kekecewaan masyarakat Madina terhadap kebijakan Pemprov Sumut yang dinilai belum memberikan perhatian yang adil kepada daerahnya.
Menurutnya, Mandailing Natal merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak bencana cukup besar dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, wilayah Pantai Barat Madina sempat terisolasi akibat bencana alam yang melumpuhkan akses transportasi.
Namun, kondisi tersebut dinilai tidak diiringi dengan dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah provinsi.
"Saya mewakili masyarakat Kabupaten Mandailing Natal menyampaikan rasa prihatin atas perlakuan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap daerah kami. Terkait TKD, Mandailing Natal tidak mendapatkan satu rupiah pun. Padahal daerah ini mengalami dampak bencana yang sangat besar hingga kawasan Pantai Barat sempat terisolasi. Kami merasa Mandailing Natal seperti dianaktirikan," tegas Erwin.
Erwin juga mengingatkan agar kebijakan pembangunan maupun penyaluran bantuan tidak dipengaruhi kepentingan politik tertentu.
Ia menegaskan seluruh daerah di Sumatera Utara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan dukungan pembangunan, terlebih bagi wilayah yang mengalami berbagai persoalan infrastruktur dan bencana.
"Jangan sampai karena kepentingan politik, Kabupaten Mandailing Natal justru menjadi daerah yang diperlakukan berbeda. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan dan perhatian yang sama," ujarnya.
Selain menyoroti perhatian Pemprov Sumut, Ketua DPRD Madina juga menyinggung rendahnya partisipasi perusahaan perkebunan dalam kegiatan kunjungan kerja tersebut.
Dari sekitar 22 perusahaan perkebunan yang beroperasi di Mandailing Natal, hanya sekitar 11 perusahaan yang hadir, itupun sebagian besar hanya mengirimkan perwakilan.
Menurut Erwin, kondisi tersebut menunjukkan masih rendahnya kepedulian perusahaan terhadap agenda resmi yang membahas berbagai persoalan daerah.
"Hari ini kita melihat sendiri, dari 22 perusahaan perkebunan yang ada di Mandailing Natal, kemungkinan hanya sekitar 11 yang hadir dan sebagian besar hanya diwakili. Ini menjadi gambaran bahwa agenda DPRD Provinsi belum dianggap penting oleh perusahaan. Apalagi kami sebagai DPRD kabupaten, tentu sering kali tidak mendapat perhatian sebagaimana mestinya," katanya.
Ia menilai kondisi tersebut dapat memicu masyarakat memilih langsung menyampaikan berbagai persoalan ke tingkat provinsi karena merasa aspirasi mereka kurang mendapat respons dari pihak terkait.
Erwin berharap seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun perusahaan yang beroperasi di Madina, memiliki komitmen yang sama dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah.
Dalam kesempatan itu, Erwin juga berharap persoalan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) menuju kawasan Pantai Barat Mandailing Natal dapat segera dituntaskan.
Menurutnya, akses jalan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga percepatan pertumbuhan ekonomi wilayah Pantai Barat.
Ia berharap kunjungan kerja DPRD Sumut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Mandailing Natal.
Di akhir penyampaiannya, Erwin menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara asal Daerah Pemilihan VII yang dinilainya terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Mandailing Natal di tingkat provinsi.
"Kami dari unsur DPRD Kabupaten Mandailing Natal bersama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD Sumatera Utara putra-putri asli Mandailing Natal yang terus memperjuangkan kepentingan masyarakat di tingkat provinsi," tutupnya.
Adapun seluruh anggota DPRD Sumatera Utara Dapil VII yang hadir dalam kunjungan kerja tersebut yakni Rahmat Rayyan Nasution, H. Syahrul Ependi Siregar, H. Syamsul Qamar, H. Aswin Parinduri, Derliana Siregar, Muniruddin Ritonga, Roby Agusman Harahap, H. Abdul Rahim Siregar, Hermansyah Lubis, dan H. Tondi Rona Tua.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Soal Kedaulatan Digital, Siregar Sebut Indonesia Alami Ketergantungan Ganda terhadap Singapura
kota
Bupati Putra Mahkota Alam dan Forkopimda Teken Pakta Integritas, Palas Perangi Narkoba hingga Desa
News
SERDANG BEDAGAI Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara menargetkan penanaman 100.000 pohon pelindung di ber
News
AMMI Dorong Standar Jurnalistik di Semua Platform Media
News
Medan sumut24.co Upaya memutus mata rantai peredaran narkoba, terus dilakukan Polrestabes Medan. Usai barak narkoba di Dusun 3 Selambo, De
Hukum
Medan sumut24.co Tokoh masyarakat kota medan, Budi H Sormin yang akrab disapa Busor mendukung program Pengurus DPP AJUDAN (Dewan Pimpina
News
Bupati Paluta Gandeng Kejari dan Polres, Aduan Pemerintahan Tak Boleh Salah Penanganan
News
Ketua TPPKK Kabupaten Solok Edukasi Pelajar Paninggahan tentang Pencegahan Perundungan dan Kekerasan Anak
News
sumut24.co MedanPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPT
Umum
sumut24.co MedanDinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumatera Utara (Sumut) mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan i
Umum