Wawako Solok Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi.
Wawako Solok Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi.
kota
Baca Juga:
MEDAN – Nasib tragis dialami Guntur Sugoro (41), seorang satpam di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi korban pembegalan brutal oleh lima pelaku di Jalan Pasaribu, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin malam (11/5/2026).
Dalam peristiwa tersebut, korban mengalami luka serius akibat bacokan di bagian punggung serta tembakan senapan angin rakitan yang membuat peluru sempat bersarang di tubuhnya. Kasus ini sempat menjadi sorotan publik setelah diketahui korban pulang ke rumah dengan kondisi peluru masih tertancap, diduga karena keterbatasan biaya operasi yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Saat ditemui di RS Siloam Medan, Jumat (29/5/26) kondisi Guntur kini berangsur membaik setelah menjalani perawatan intensif selama lima hari. Ia tampak sudah dapat berkomunikasi dengan baik.
"Ya, saat ini kondisi saya sudah mulai membaik. Sudah lima hari dirawat di sini, pelayanannya sangat baik dan peluru yang bersarang juga sudah diangkat," ujarnya.
Guntur juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seorang dermawan yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni yang telah membantu proses pengobatannya.
"Terima kasih kepada Bapak Sahroni. Kalau bukan karena beliau, mungkin saya tidak bisa dirawat di sini," ungkapnya.
Meski berangsur pulih, Guntur berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta perhatian lebih serius dari pemerintah Kota Medan terhadap korban kejahatan jalanan.
"Harapannya ke depan jangan ada lagi korban seperti saya. Korban kejahatan jalanan harus mendapat perhatian serius dari pemerintah," tegasnya.
Di sisi lain, korban mengaku kelelahan dengan proses penanganan hukum yang harus dijalaninya. Dalam kondisi masih sakit, ia mengaku sempat dipaksa mengikuti olah tempat kejadian perkara (TKP) dan telah dua kali menjalani pemeriksaan (BAP).
Sebelumnya, kasus ini viral di media sosial setelah muncul informasi bahwa korban sempat dipulangkan dari RSUD Dr. Pirngadi Medan dalam kondisi peluru masih bersarang di tubuhnya. Namun, pihak RS Pirngadi membantah kabar tersebut dan menyatakan bahwa keluarga korban yang menolak untuk dirujuk ke rumah sakit lain.
Hingga kini, kasus pembegalan tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. (***)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Wawako Solok Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi.
kota
Wali Kota Solok Sidak Dinas Perkim LH.
kota
MEDAN Mendapat dukungan penuh dari seluruh Pengurus Cabang Perhimpunan Indonesia Tionghoa (PC INTI) seSumatera Utara, Ketua Pengurus D
News
Jakarta, Di tengah pilihan es krim yang semakin beragam dan selera konsumen yang cepat berubah, Aice Group membangun kedekatan dengan pa
News
USU Kembangkan Aplikasi Digital untuk Kesiapsiagaan Bencana di Daerah
kota
Kenalkan Bisnis Hulu Migas, PEP Rantau Hadir di SMAN 2 Patra Nusa Mayak Payed
kota
Kodim 0212/Tapsel Gelar Jumat Berkah, Bagikan Makan Gratis dan Sembako, Dandim Letkol Inf Dedi Harnoto TNI Harus Hadir dan Bermanfaat bagi
kota
Jumat Curhat Polsek Sosa Sambangi Warung Kopi, Warga Tanjung Botung Bahas Kamtibmas dan Karhutla
kota
Dari Pembunuhan hingga Curanmor, Polres Tapsel Ungkap 11 Kasus Selama Agustus
kota
Bekal Sebelum Pensiun, Wabup Tapsel Jafar Syahbuddin Dorong ASN Manfaatkan Pembiayaan untuk Usaha
kota