Baca Juga:
Madina | Sumut24.co
Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mempercepat proses rehabilitasi dan optimalisasi lahan pertanian seluas 25 hektare di Desa Tangga Bosi III, Kecamatan Siabu, yang sempat gagal tanam akibat diterjang banjir pada akhir tahun lalu.
Targetnya, seluruh proses perbaikan lahan tersebut rampung pada bulan Mei 2026 agar petani dapat kembali beraktivitas normal di musim tanam berikutnya.
Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, turun langsung meninjau kondisi lahan pada Rabu (6/5/2026). Dalam kunjungannya, ia memastikan pengerjaan rehabilitasi tengah dikebut, termasuk pengangkatan material pasir yang menimbun area persawahan.
"Endapan pasir yang menutupi sawah akan segera dikorek agar lahan bisa kembali produktif. Kita targetkan selesai akhir bulan ini," ujar Atika di lokasi.
Berdasarkan hasil survei awal, luas lahan terdampak mencapai 25 hektare. Namun setelah pengecekan langsung di lapangan, ditemukan kebutuhan tambahan berupa perbaikan jaringan irigasi yang turut rusak akibat bencana hidrometeorologi tersebut.
Menurut Atika, pengerjaan tidak hanya fokus pada pembersihan lahan, tetapi juga mencakup normalisasi saluran air agar sistem pengairan kembali optimal.
"Selain mengangkat sedimen, kita juga melakukan pembenahan irigasi supaya aliran air ke sawah bisa berjalan dengan baik," jelasnya.
Menariknya, pasir hasil pengerukan tidak dibuang begitu saja. Pemerintah memanfaatkannya sebagai material penguat tanggul guna mencegah potensi banjir susulan di masa depan.
Langkah ini dinilai sebagai solusi efisien sekaligus strategis untuk meningkatkan ketahanan lahan pertanian terhadap bencana.
Petani Dapat Bantuan Bibit Padi
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Pemkab Madina juga telah menyiapkan bantuan bibit padi bagi petani. Bantuan ini akan disalurkan saat memasuki musim tanam kedua, setelah proses rehabilitasi rampung.
Dengan begitu, petani diharapkan bisa langsung kembali menanam tanpa terkendala modal awal.
Tak hanya fokus pada lahan pertanian, pemerintah juga menyoroti infrastruktur pendukung. Akses menuju lokasi sawah serta jembatan yang rusak akibat banjir telah disurvei oleh Kementerian PUPR.
Perbaikan infrastruktur tersebut akan segera ditindaklanjuti guna mendukung kelancaran aktivitas pertanian dan mobilitas warga.
Wabup Atika berharap, rampungnya rehabilitasi lahan ini dapat menjadi titik balik bagi pemulihan ekonomi masyarakat Desa Tangga Bosi III yang sempat terpukul akibat bencana.
"Kalau sawah sudah kembali produktif, tentu ekonomi masyarakat akan ikut bergerak. Ini yang kita dorong bersama," pungkasnya.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News