Kamis, 07 Mei 2026

Geger di Tapsel! Remaja 16 Tahun Tewas Usai Diduga Minum Racun Rumput, Polisi Dalami Dugaan Bunuh Diri

Administrator - Kamis, 07 Mei 2026 12:58 WIB
Geger di Tapsel! Remaja 16 Tahun Tewas Usai Diduga Minum Racun Rumput, Polisi Dalami Dugaan Bunuh Diri
Istimewa
Baca Juga:

Tapsel | Sumut24.co

Peristiwa tragis mengguncang warga Desa Wek IV, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Seorang remaja laki-laki berinisial AAS (16) meninggal dunia setelah diduga mengonsumsi racun jenis herbisida, Selasa (5/5/2026).

Kejadian ini pertama kali diketahui pada pagi hari saat korban mengeluhkan rasa sakit hebat di bagian perut kepada nenek angkatnya, yang selama ini merawatnya.

Kapolsek Batang Toru, AKP P. M. Siboro, menjelaskan bahwa keluarga sempat memberikan pertolongan awal. Namun kondisi korban justru semakin memburuk dalam waktu singkat.

"Korban awalnya mengeluh sakit perut. Pihak keluarga sudah berupaya membantu, tetapi kondisinya terus menurun," ungkapnya.

Kepanikan keluarga meningkat setelah menemukan botol herbisida dan minyak makan di sekitar rumah, dengan isi yang telah berkurang cukup banyak. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa korban telah mengonsumsi zat berbahaya.

Dalam kondisi masih sadar, korban sempat menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman seperti merasa kepanasan dan meminta susu kepada keluarga. Bahkan, ia beberapa kali menyiram tubuhnya dengan air.

Melihat kondisi yang semakin kritis, keluarga segera membawa korban ke puskesmas setempat menggunakan becak untuk mendapatkan penanganan medis.

Menurut keterangan tenaga medis, korban masih dalam keadaan sadar saat tiba di fasilitas kesehatan. Dalam pengakuannya, ia menyebut telah meminum racun karena merasa pikirannya "sumpek".

Namun demikian, motif pasti di balik tindakan tersebut masih belum dapat dipastikan.

"Korban sempat mengaku meminum racun, tapi alasan pastinya masih dalam pendalaman," kata AKP Siboro.

Karena kondisi yang terus memburuk, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit di Kota Padangsidimpuan untuk mendapatkan penanganan lebih intensif. Sayangnya, upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawanya.

Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.30 WIB.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti turut diamankan, termasuk botol herbisida, minyak makan, dan kaleng susu yang diduga dikonsumsi korban setelah kejadian.

Selain itu, polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi.

Dari hasil sementara, diketahui bahwa dalam dua pekan terakhir korban menunjukkan perubahan perilaku, seperti sering terlihat murung dan gelisah.

"Indikasi awal mengarah pada dugaan bunuh diri, namun kami masih terus melakukan pendalaman berdasarkan fakta dan keterangan saksi," jelasnya.

Diketahui, korban telah diasuh oleh nenek angkatnya selama kurang lebih tujuh tahun terakhir. Hal ini disebabkan kondisi ekonomi orang tua kandungnya yang harus menghidupi delapan orang anak.

Meski tinggal terpisah, jarak rumah orang tua dan nenek korban masih berada dalam satu desa.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Resmi Dilantik! Bupati Gus Irawan Gaspol Perkuat Pendidikan dan Pengawasan di Tapanuli Selatan
Bangkit dari Pascabencana, Tapsel Sabet Juara II Nasional Penanganan Kemiskinan dan Stunting 2026
Di Momen Musrenbang Sumut 2027, Mendagri Tito Karnavian dan Bupati Tapsel Gus Irawan Kompak Tancap Gas Pembangunan
Curanmor Dini Hari Terungkap Kilat! Dua Pelaku Pencurian HP di Batangtoru Ditangkap Polres Tapsel Tanpa Perlawanan
Sigap! Polres Tapsel Amankan TKP Kebakaran di Sayurmatinggi, Kerugian Capai Ratusan Juta
Ngeri Parah! Warga Tapsel "Tarik Napas" Tiap Lewati Jembatan Nyaris Longsor di Sayur Matinggi, Warga Minta Bupati Gus Irawan Segera Bertindak
komentar
beritaTerbaru