DPC AWI Kota Medan : Tuntaskan Persoalan Dugaan TKI Ilegal yang Dilakoni S Alias Nino
Medan sumut24.co Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Wartawan Indonesia (DPC AWI) Kota Medan meminta pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (P
Hukum
Baca Juga:
Tangis dan amarah mewarnai aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kota Padangsidimpuan, Senin (4/5/2026). Gabungan pemuda, mahasiswa, dan masyarakat turun ke jalan, membawa satu tuntutan besar: keadilan bagi 34 ibu Bhayangkari yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan penggadaian Surat Keputusan (SK).
Sorotan tajam mengarah kepada Saripah Hanum Lubis (SHL) oknum anggota DPRD dari Partai PDI-P yang diduga terlibat dalam persoalan tersebut. Bahkan, dalam orasi, massa aksi secara lantang menyebut sikap Saripah dinilai "tidak punya hati nurani" atas penderitaan para korban yang sudah berlangsung sekitar satu tahun tanpa kejelasan.
Suasana aksi berubah haru ketika puluhan ibu Bhayangkari menyampaikan langsung keluh kesah mereka di hadapan pimpinan DPRD. Dengan suara bergetar dan air mata yang tak terbendung, mereka memohon perhatian.
"Lihat kami, Bu… kami sesama perempuan. Tolong kami diperhatikan," ujar salah satu ibu sambil menangis.
Keluhan mereka bukan sekadar soal materi, tapi masa depan keluarga. Gaji suami yang diduga tergadaikan membuat kehidupan mereka terpuruk.
"Setiap hari kami pikirkan nasib anak-anak kami. Sudah 15 tahun kami berharap dari gaji itu, sekarang hilang. Mau makan saja harus mikir," ungkapnya pilu.
Tak sedikit yang mengaku kecewa dengan janji-janji yang selama ini mereka dengar, namun tak kunjung terealisasi.
Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan, Sri Fitrah Munawaroh, yang menerima langsung massa aksi didampingi Ketua Fraksi PDI-P Fajar Dalimunthe, menyatakan pihaknya memahami keresahan para korban.
Namun, ia menegaskan bahwa DPRD tidak bisa mencampuri proses hukum yang sedang berjalan.
"Kami memahami aspirasi ibu-ibu semua, tetapi secara kelembagaan, kami harus mengikuti aturan dan tidak bisa mengintervensi proses hukum," jelasnya.
Meski begitu, ia memastikan bahwa persoalan yang menyeret nama Saripah Hanum Lubis sudah masuk dalam penanganan Dewan Kehormatan DPRD dan tengah diproses sesuai mekanisme internal.
Sementara itu, Fajar Dalimunthe menambahkan bahwa Ketua DPC PDIP Kota Padangsidimpuan, Taty Aryani Tambunan, saat ini sedang berada di Medan untuk agenda partai di tingkat DPD.
Aksi ini tak hanya sekadar menyampaikan aspirasi, tetapi juga membawa tuntutan konkret. Massa mendesak langkah tegas dari DPRD dan aparat penegak hukum.
Berikut poin tuntutan yang disampaikan:
1. Mendesak pimpinan DPRD, khususnya Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PDI-P Padangsidimpuan, untuk memberhentikan Saripah Hanum Lubis dari jabatannya sebagai anggota DPRD karena diduga terlibat dalam kasus penggelapan atau penipuan SK yang melibatkan 34 personel Polres Padangsidimpuan.
2. Meminta Polres Padangsidimpuan segera menetapkan Saripah Hanum Lubis sebagai tersangka dalam dugaan kasus tersebut.
Dari pantauan terlihat para korban menunjukkan bukti surat perjanjian dalam aksi di gedung DPRD Padangsidimpuan.zal
Medan sumut24.co Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Wartawan Indonesia (DPC AWI) Kota Medan meminta pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (P
Hukum
KRITIKLAH KEBIJAKANNYA, BUKAN SEKADAR SALAH UCAPNYA
News
Malam Ini, Hadirilah Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H di Masjid Istiqomah
News
Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan pengedarnya beserta 82,62 Gram Sabu, Ekstasi dan Ganja
News
Memulihkan kepercayaan Tempat yang layak bagi Taiwan di dunia bebas
News
PB PENDAWA INDONESIA BANGUN SINERGI DENGAN IMIGRASI KELAS II TPI BELAWAN
News
Rapat Paripurna Penetapan Perda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 di Hadiri Bupati Solok
News
Pengukuhan Ketua KAN Sulit Air Dihadiri Bupati Solok
News
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
News
Eks Panglima GAM Pimpin PSI Aceh
News