Sabtu, 25 April 2026

Dua Jembatan Putus Diterjang Banjir, Polres Tapsel Turun Tangan Pastikan Akses Warga

Administrator - Sabtu, 25 April 2026 20:26 WIB
Dua Jembatan Putus Diterjang Banjir, Polres Tapsel Turun Tangan Pastikan Akses Warga
Istimewa
Baca Juga:

Paluta | Sumut24.co -

Dampak hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Padang Bolak Julu mulai dirasakan masyarakat. Dua jembatan gantung (rambin) dilaporkan mengalami kerusakan parah, bahkan salah satunya putus total akibat luapan Sungai Batang Ilung.

Menanggapi kondisi tersebut, Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim Harahap, turun langsung ke lokasi pada Jumat (24/4/2026) untuk memastikan situasi di lapangan sekaligus memantau langkah penanganan yang dilakukan.

Berdasarkan hasil peninjauan, jembatan di Desa Pancur Pangko mengalami kerusakan pada bagian lantai yang patah dan terlepas di tengah. Sementara itu, jembatan di Desa Hasambi dilaporkan putus total sehingga tidak dapat lagi digunakan oleh warga.

Kerusakan ini diduga disebabkan oleh derasnya arus Sungai Batang Ilung yang membawa material kayu dan batang pohon, lalu menghantam struktur jembatan hingga tidak mampu menahan beban.

Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim Harahap, mengatakan pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat. Ia langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan segera dilakukan.

"Kami langsung turun ke lokasi bersama Dinas PUPR, BPBD, TNI, dan pemerintah kecamatan untuk melihat kondisi secara langsung dan mengambil langkah awal penanganan," ujarnya.

Untuk sementara, akses di Desa Pancur Pangko sudah bisa dilalui setelah dilakukan perbaikan darurat menggunakan material seadanya. Namun, kondisi berbeda terjadi di Desa Hasambi yang hingga kini masih terisolasi akibat jembatan yang putus total.

Selain jembatan, akses jalan yang menghubungkan Desa Sialang dengan Desa Sitanggoru juga terdampak. Meskipun masih tersedia jalur alternatif, warga harus menempuh jarak yang lebih jauh dari biasanya.

Kapolsek menegaskan bahwa infrastruktur yang rusak tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan. Jembatan di Desa Pancur Pangko menjadi jalur utama distribusi kebutuhan pokok, sementara jembatan di Desa Hasambi digunakan anak-anak untuk menuju sekolah.

"Kami akan terus berkoordinasi dan memantau perkembangan di lapangan agar akses masyarakat bisa segera kembali normal," tambahnya.

Saat ini, penanganan masih terus dilakukan oleh instansi terkait dengan fokus pada pemulihan akses dan keselamatan warga di wilayah terdampak.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Operasional Pulih Cepat Pasca Banjir, SKK Migas Beri Penghargaan  PEP Field Rantau dan Field Pangkalan Susu
Ketika Banjir Pergi, Mariono Menemukan Harapan dengan Dibuka Kembali Bengkel Difabel
Misteri Korban Hilang Banjir Garoga Mulai Terjawab, Kerangka Manusia Ditemukan di Pinggir Sungai Batangtoru
RAMADHAN KESEMBILAN, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SEMBAKO UNTUK KORBAN BANJIR DI MEDAN MAIMUN
Di Tengah Luka Banjir Batangtoru dan Operasi Belum Jelas, PT Agincourt Resources Sudah Pamer Hasil Uji Air Limbah
Antisipasi Banjir Kota Balige, Pemkab Toba Optimalisasi Sistem Drainase
komentar
beritaTerbaru