Senin, 06 April 2026

Tipuan Maut Mantan Polisi dan Istri! Nasib Keluarga Personel Polres Padangsidimpuan Dipertaruhkan, Anak Jadi Tukang Cuci Gosok demi Bertahan Hidup

Administrator - Senin, 06 April 2026 19:19 WIB
Tipuan Maut Mantan Polisi dan Istri! Nasib Keluarga Personel Polres Padangsidimpuan Dipertaruhkan, Anak Jadi Tukang Cuci Gosok demi Bertahan Hidup
Istimewa
Baca Juga:

Padangsidimpuan | Sumut24.co

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus gadai Surat Keputusan (SK) yang menyeret puluhan personel kepolisian di lingkungan Polres Padangsidimpuan terus memunculkan fakta memilukan.

Di balik angka kerugian miliaran rupiah, tersimpan cerita pahit dari keluarga korban yang kini harus berjuang bertahan hidup dalam tekanan ekonomi yang berat.

Salah satu keluarga korban mengungkapkan bagaimana hidup mereka berubah drastis setelah terjerat pinjaman yang diduga dimanipulasi oleh pelaku.

Awalnya, korban mengaku tergiur dengan iming-iming keuntungan besar. Pelaku menawarkan skema investasi dengan janji penghasilan hingga Rp10 juta per bulan.

"Pelaku mengiming-imingi Rp10 juta per bulan dengan alasan untuk modal usaha yang dia jalankan. Total pinjaman kami sampai Rp450 juta," ungkap salah satu korban di Polres Padangsidimpuan, Senin, (6/4/2026).

Namun, janji tersebut tak pernah terwujud. Justru sebaliknya, keluarga korban kini harus menghadapi kenyataan pahit: gaji suami yang sebelumnya mencapai Rp3,5 juta per bulan kini tersisa hanya sekitar Rp300 ribu akibat potongan pinjaman.

"Dengan uang segitu, saya harus putar otak. Kami punya dua anak. Sangat terasa sekali dampaknya," ujarnya.

*Ekonomi Hancur, Keluarga Terpaksa Bertahan Hidup*

Tekanan ekonomi membuat keluarga korban terpaksa melakukan berbagai cara untuk bertahan. Bahkan, ada istri korban yang kini bekerja sebagai tukang cuci dan gosok demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi yang lebih menyayat hati terjadi pada keluarga korban lainnya. Seorang istri polisi mengaku, suaminya sempat diajak pelaku ke bank tanpa persetujuannya, hingga akhirnya membawa pulang pinjaman sebesar Rp500 juta.

"Kami tidak tahu-menahu. Tiba-tiba suami pulang sudah bawa uang Rp500 juta. Sekarang kami hidup menumpang di rumah orang tua," katanya.

Lebih tragis lagi, anak-anak mereka pun ikut terdampak.

"Anak saya sampai harus jadi tukang cuci gosok. Mereka ikut bantu ekonomi keluarga. Pendidikan mereka juga jadi terbengkalai," tambahnya dengan nada sedih.

*Harapan Sederhana: Hak Dikembalikan*

Para korban mengaku tidak lagi berharap janji manis atau keuntungan besar. Mereka hanya menginginkan hak mereka dikembalikan, terutama gaji yang selama ini terpotong untuk membayar pinjaman yang tidak sepenuhnya mereka nikmati.

"Kami merasa tertipu dan dibohongi. Kami hanya ingin hak kami dikembalikan, hasil kerja keras suami kami itu saja," tegas korban.

Bahkan, sebagian korban mengaku beban utang yang ditanggung bisa berlangsung hingga masa pensiun.

"Sampai pensiun pun kemungkinan pinjaman ini belum selesai. Ini yang sangat memberatkan kami," ujarnya.

*Kasus Seret Puluhan Korban, Kerugian Capai Rp10,2 Miliar*

Sebelumnya, Kapolres Padangsidimpuan, Wira Prayatna mengungkapkan bahwa kasus ini melibatkan pelaku berinisial RL bersama istrinya SHL.

Keduanya diduga menjalankan aksi penipuan sejak tahun 2021 hingga 2025 dengan modus menggadaikan SK anggota polisi untuk mengajukan pinjaman ke Bank Rakyat Indonesia.

Dari hasil penyelidikan, sedikitnya 34 personel menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp10,2 miliar.

Jumlah korban pun meningkat setiap tahunnya:

- 2021: 4 personel
- 2022: 8 personel
- 2023: 8 personel
- 2024: 13 personel
- 2025: 1 personel

"Kalau dilihat dari rentang waktu, praktik ini sudah berlangsung cukup lama dan melewati beberapa masa kepemimpinan," ungkap Kapolres.

Yang membuat kasus ini semakin memprihatinkan, sebagian korban bahkan tidak menerima gaji sama sekali karena telah terpotong otomatis untuk membayar pinjaman tersebut.

Kasus ini tidak hanya berdampak pada kondisi finansial, tetapi juga masa depan anak-anak korban. Pendidikan yang terganggu dan beban ekonomi sejak dini menjadi ancaman nyata.

Kini, para korban berharap ada penyelesaian hukum yang adil dan cepat, agar kehidupan mereka bisa kembali normal seperti semula.

"Kami hanya ingin hidup kami kembali seperti dulu. Anak-anak kami bisa sekolah dengan tenang, tanpa harus memikirkan beban orang tua," tutup salah satu korban.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
5 Tahun Beraksi! Terbongkar Modus Mantan Polisi dan Istri Diduga Jalankan Skema Penipuan di Internal Polres Padangsidimpuan
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
Polisi Turun Langsung ke Desa! Bhabinkamtibmas Polsek Barumun Tengah Ajak Warga Pasar Binanga Jaga Kamtibmas
Polisi Sigap Bantu Wisatawan, Mobil Mogok di Jalur Perbukitan Samosir Berhasil Dievakuasi
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Wanita Dalam Kontainer Tersangka Ajak Korban Seks Menyimpang
Cegah Kemacetan di Pasar Gunungtua, Polisi dan Dishub Terapkan Pembatasan Kendaraan
komentar
beritaTerbaru