Minggu, 05 April 2026

Ketua RANZ Medan Bantah Pemko Lamban Tangani Sampah, Ibrahim : Program PSEL Sudah Berjalan

Darmanto - Minggu, 05 April 2026 15:29 WIB
Ketua RANZ Medan Bantah Pemko Lamban Tangani Sampah, Ibrahim : Program PSEL Sudah Berjalan
Sudarmanto
Medan |sumut24.co -

Baca Juga:
Polemik pengelolaan sampah di Kota Medan yang sebelumnya disorot oleh Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB), Lamsiang Sitompul, SH, MH, mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua RANZ Kota Medan, Ibrahim, yang menilai bahwa tudingan lambannya penanganan sampah oleh Pemerintah Kota Medan tidak sepenuhnya tepat.

Ibrahim menegaskan bahwa saat ini pemerintah kota justru sedang menjalankan proses penanganan sampah melalui sistem Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang direncanakan untuk diterapkan di kawasan Danau Siombak.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan keseriusan Pemko Medan dalam mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah yang selama ini menjadi masalah klasik di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu.

"Penanganan TPA di kawasan Danau Siombak saat ini sedang berjalan dalam proses pengelolaan menggunakan sistem Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Ini menunjukkan bahwa Pemko Medan serius mencari solusi modern dan berkelanjutan," ujar Ibrahim saat dimintai tanggapan, Sabtu (4/4/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa upaya tersebut tidak dilakukan secara sepihak. Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah melakukan koordinasi lintas instansi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan daerah sekitar.

Koordinasi tersebut melibatkan Dinas Kehutanan Sumatera Utara serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deli Serdang, sebagai bentuk sinergi antarwilayah dalam mengatasi persoalan lingkungan yang dampaknya dapat meluas melampaui batas administrasi daerah.

"Ini bukan kerja satu pihak saja. Kadis DLH Kota Medan sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan Sumut serta Dinas Lingkungan Hidup Deli Serdang. Artinya ada sinergi lintas daerah dalam penanganan masalah sampah ini," jelasnya.

Lebih lanjut, Ibrahim mengungkapkan bahwa keseriusan pemerintah daerah juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang turut disaksikan langsung oleh Direktur Pengelolaan Ekosistem Gambut (PPEG) Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap program tersebut.

Menurut Ibrahim, kehadiran perwakilan kementerian tersebut menunjukkan bahwa program pengelolaan sampah yang dirancang Pemko Medan mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat.

"Penandatanganan PKS itu bahkan disaksikan langsung oleh Direktur Pengelolaan Ekosistem Gambut dari Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH. Ini menjadi bukti bahwa program tersebut tidak main-main dan mendapat dukungan dari pemerintah pusat," katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Medan telah menyiapkan lahan baru untuk pengembangan proyek PSEL yang berlokasi di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan.

Lokasi tersebut bahkan telah dikunjungi oleh pihak Danatara yang disebut sebagai mitra strategis dalam perencanaan sekaligus pelaksanaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut.

"Artinya Pemko Medan sangat serius dalam pengelolaan sampah. Bahkan pemerintah kota sudah membuka lahan untuk pengolahan sampah menjadi energi listrik di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan. Lokasi tersebut juga telah ditinjau langsung oleh pihak Danatara sebagai mitra strategis dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek PSEL tersebut," pungkas Ibrahim.

Meski demikian, ia tetap menilai kritik dari berbagai elemen masyarakat merupakan bagian penting dari kontrol publik terhadap jalannya pemerintahan. Namun menurutnya, masyarakat juga perlu melihat bahwa proses pembangunan sistem pengelolaan sampah modern membutuhkan tahapan administrasi, kajian teknis, serta koordinasi lintas lembaga.

"Yang pasti prosesnya sedang berjalan. Kita berharap semua pihak bisa mendukung agar program ini benar-benar terealisasi dan menjadi solusi permanen bagi persoalan sampah di Kota Medan," tutupnya.

Dengan berbagai langkah yang sedang dilakukan tersebut, polemik penanganan sampah di Kota Medan diperkirakan masih akan terus menjadi perhatian publik, terutama terkait realisasi proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada sistem pembuangan terbuka seperti yang selama ini terjadi di TPA Terjun Marelan, dan yang pasti Pemko Medan masih membutuhkan bantuan dan dari pusat dan Provinsi guna mempercepat penyelesaian sampah di Kota Medan.(W02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Darmanto
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rico Waas: Penataan Trotoar Harus Punya Perencanaan Matang, Humanis, dan Estetis
Pemko Tanjungbalai Ikuti Entry Meeting LKPD 2025, Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan
Pemko Medan Siap Terapkan WFH, Rico Waas Jamin Pelayanan Publik Tetap Maksimal
Pemko Medan Dorong Penguatan RSUD Bachtiar Djafar, Penuhi Kebutuhan Dokter Spesialis Jadi Prioritas
Medan Siap Jadi Panggung Dunia, Wali Kota Medan Dukung Penuh APCS 2026
Sorotan Tajam! Politikus Gerindra Rusydi Nasution Minta DPRD Padangsidimpuan Tahan Kenaikan Gaji di Tengah Tekanan Ekonomi
komentar
beritaTerbaru