Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Bangun Kota Tangguh*
Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi PusatDaerah Bangun Kota Tangguh
Hukum
Baca Juga:
- Polda Sumut Raih Nugraha Sakanti di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Terima Langsung dari Presiden
- Mutasi Besar Polri 2026! Tabagsel Punya Nahkoda Baru: AKBP Anton Santoso, AKBP Noval Nanusa, dan AKBP Dhery Fajariandono Resmi Jabat Kapolres
- Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Sumut Gelar Bakti Kesehatan dan Salurkan Bantuan untuk 3.000 Warga Langkat
ASAHAN I SUMUT24.CO
Tim SAR gabungan menemukan satu dari dua anak yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Silau, Lingkungan I, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Jum'at (27/03/26).
Korban ditemukan pada pukul 16.15 WIB dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 1 kilometer dari titik awal kejadian tenggelam. Korban diketahui bernama Bram Pasaribu (14), warga Jalan Durian Gang Jambu No.14, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kota Kisaran Timur.
Proses pencarian dilakukan oleh Tim SAR Kompi 3 Yon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut di bawah pimpinan Wadanki 3B Por IPTU Erwin Yulianto, S.Sos.I, yang bergabung bersama personel BPBD Asahan, Basarnas Tanjungbalai, serta dibantu masyarakat sekitar.
Tim gabungan menyisir aliran sungai melalui patroli dan pengecekan di sejumlah titik sepanjang Sungai Silau guna mempercepat proses pencarian terhadap kedua korban.
Setelah berhasil ditemukan, korban segera dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, kehadiran personel Brimob bersama unsur SAR gabungan merupakan bentuk respons cepat Polri dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat kemanusiaan.
"Polda Sumatera Utara melalui personel Brimob turun langsung membantu proses pencarian korban tenggelam di Sungai Silau sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami turut berduka cita atas musibah ini dan berharap satu korban lainnya dapat segera ditemukan," ujar Ferry.
Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, Basarnas, BPBD, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran operasi pencarian di lapangan.
"Kami mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian ini. Upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas pencarian," katanya.
Hingga Jumat sore, operasi pencarian masih terus dilanjutkan untuk menemukan satu korban lainnya yang hingga kini belum ditemukan. Unsur SAR gabungan bersama masyarakat masih melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai.
Ferry juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai maupun lokasi yang berpotensi membahayakan.
Perbantuan SAR tersebut menjadi bagian dari upaya kemanusiaan sekaligus wujud sinergi antara aparat, instansi terkait, dan masyarakat dalam penanganan musibah di wilayah Kabupaten Asahan.(W05)
FOTO:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi PusatDaerah Bangun Kota Tangguh
Hukum
Kado Istimewa di Hari Bhayangkara ke80,Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Terima Langsung Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo
News
Begini Kronologis OTT KPK Libatkan Pejabat dan Mantan Pejabat
News
Cegah Banjir Sejak Dini, Dandim 0212/Tapsel Bersama Sekda Padangsidimpuan Tanam Pohon Serentak
kota
HUT Bhayangkara ke80, Wabup Atika Hadiri Doa Lintas Agama di Polres Madina, Kapolres Tegaskan Komitmen Polri Humanis
kota
13 Personel Polres Padangsidimpuan Terima Penghargaan Hari Bhayangkara ke80, Aksi Heroik Tambal Jalan Berlubang Jadi Sorotan
kota
Pejabat dan Mantan Pejabat Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Jubir Budi Prasetyo Masih Bungkam
News
Mantan Anggota DPRD Sumut Dikabarkan Ikut Terjaring OTT KPK Bersama Pejabat Tinggi Langkat
kota
Pejabat Tinggi Langkat Dikabarkan Terkena OTT KPK, Sekda Amril Belum Beri Tanggapan
kota
sumut24.co ASAHAN, Kondisi pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di fasilitas kesehatan Kabupaten Asahan memicu kekhawatiran
News