Selasa, 10 Maret 2026

Misteri Korban Hilang Banjir Garoga Mulai Terjawab, Kerangka Manusia Ditemukan di Pinggir Sungai Batangtoru

Administrator - Selasa, 10 Maret 2026 01:07 WIB
Misteri Korban Hilang Banjir Garoga Mulai Terjawab, Kerangka Manusia Ditemukan di Pinggir Sungai Batangtoru
Istimewa
Baca Juga:

Tapsel | Sumut24.co

Warga Desa Aek Ngadol Sitinjak, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, digegerkan oleh penemuan kerangka manusia di pinggiran Sungai Batangtoru, Jumat (6/3/2026) siang. Tulang belulang tersebut diduga kuat merupakan salah satu korban yang hilang saat musibah banjir bandang Garoga yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Penemuan ini bermula ketika warga melihat adanya tulang belulang manusia di sekitar tumpukan kayu yang terseret arus banjir di kawasan aliran sungai. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan oleh Kepala Desa Aek Ngadol, Saolon Sitompul, kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, aparat dari Polsek Batangtoru langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan awal.

Kapolsek Batangtoru, AKP P. M. Siboro, mengatakan bahwa personel Unit Reskrim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima informasi dari Bhabinkamtibmas setempat.

"Begitu laporan diterima dari kepala desa melalui Bhabinkamtibmas, personel langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan awal dari warga sekitar," ujar AKP P. M. Siboro.

Kerangka manusia tersebut ditemukan tidak jauh dari lahan kebun sawit milik warga yang berada di tepian Sungai Batangtoru. Kondisi jenazah sudah tidak utuh dan sebagian besar hanya menyisakan tulang belulang akibat diduga telah lama berada di lokasi.

Di lokasi penemuan, seorang warga bernama Hamzah Siregar menyampaikan dugaan bahwa kerangka tersebut kemungkinan merupakan ibunya, Tiarma Sitompul (55), warga Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, yang sebelumnya dinyatakan hilang saat banjir bandang melanda wilayah tersebut pada November 2025.

Keluarga korban menduga identitas tersebut berdasarkan ciri susunan gigi bagian bawah yang masih dapat dikenali. Selain itu, beberapa minggu setelah bencana terjadi, tas milik korban juga sempat ditemukan tidak jauh dari lokasi ditemukannya kerangka tersebut.

"Berdasarkan keterangan keluarga serta ciri-ciri yang dikenali, kerangka tersebut diduga merupakan salah satu korban yang hilang saat banjir bandang Garoga. Namun demikian, kami tetap melakukan pendataan dan mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk memastikan identitasnya," jelas AKP P. M. Siboro.

Setelah proses pemeriksaan awal di lokasi selesai, pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan pemerintah desa dan keluarga korban. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan mobil patroli Polsek Batangtoru menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Aek Ngadol untuk dimakamkan secara layak.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, IPTU Bontor Desmonth Sitorus, S.H., M.H., menegaskan bahwa seluruh proses penanganan temuan tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Personel telah melaksanakan olah TKP, melakukan pendataan identitas korban, serta memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut," ungkap IPTU Bontor Desmonth Sitorus.

Ia juga memastikan bahwa proses pengamanan dan penanganan temuan kerangka tersebut berjalan secara tertib, termasuk pengawalan dari lokasi penemuan hingga proses pemakaman berlangsung.

Penemuan ini sekaligus mengingatkan kembali pada peristiwa banjir bandang Garoga yang sempat melanda wilayah Batangtoru pada akhir 2025 lalu, yang menyebabkan sejumlah warga menjadi korban dan beberapa di antaranya sempat dilaporkan hilang.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
RAMADHAN KESEMBILAN, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SEMBAKO UNTUK KORBAN BANJIR DI MEDAN MAIMUN
Di Tengah Luka Banjir Batangtoru dan Operasi Belum Jelas, PT Agincourt Resources Sudah Pamer Hasil Uji Air Limbah
Antisipasi Banjir Kota Balige, Pemkab Toba Optimalisasi Sistem Drainase
Warga Aceh Tamiang Korban Bencana Disebut “TMK”: Pengamat Nilai Negara Kehilangan Nurani
Banjir dan Longsor Jadi Alarm, MAPALA Se-Indonesia Soroti Hutan Tapanuli
Keluarga Minta Polisi Tangkap Otak Pelaku Pembacokan Angga Diduga Dilakukan CMPS Adik Dari Anggota Dewan
komentar
beritaTerbaru