Sabtu, 07 Maret 2026

Mandi di Kolam Berujung Petaka, Empat Anak di Paluta Ditemukan Meninggal Dunia

Administrator - Sabtu, 07 Maret 2026 00:40 WIB
Mandi di Kolam Berujung Petaka, Empat Anak di Paluta Ditemukan Meninggal Dunia
Istimewa
Baca Juga:

Paluta | Sumut24.co

Peristiwa tragis mengguncang warga di wilayah Rokan Baru, Desa Rondaman, Kecamatan Halongonan Timur, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Empat anak dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di sebuah kolam milik warga pada Kamis sore (5/3/2026).

Kejadian memilukan tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar setelah seorang saksi melihat tubuh para korban mengapung di tengah kolam.

Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim HRP, SH, MH, menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat Desa Siancimun terkait temuan empat anak yang sudah tidak bernyawa di dalam kolam.

"Informasi awal kami terima dari masyarakat yang melaporkan adanya empat anak ditemukan meninggal dunia di sebuah kolam milik warga. Setelah menerima laporan tersebut, kami bersama personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara," ujar AKP Abdul Hakim.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal di lokasi kejadian, peristiwa tersebut bermula ketika seorang saksi bernama Maradongan Nasution melihat keempat anak itu sedang bermain dan mandi di kolam.

Setelah itu, saksi meninggalkan lokasi untuk mencari brondolan kelapa sawit di area kebun yang tidak jauh dari tempat kejadian.

Usai selesai mencari brondolan, saksi kembali ke kolam dan sempat mandi tanpa menyadari kondisi yang terjadi di tengah kolam.

Tidak lama kemudian, salah seorang anggota keluarga korban datang ke lokasi untuk mencari anaknya. Saat itulah saksi kembali memperhatikan area kolam dan melihat empat anak sudah dalam keadaan mengapung.

"Saksi langsung berteriak meminta bantuan warga. Masyarakat yang datang ke lokasi kemudian mengevakuasi para korban dari dalam kolam dan membawa mereka ke rumah keluarga," jelas Kapolsek.

Setelah kejadian tersebut, petugas kepolisian bersama tim medis langsung melakukan pemeriksaan terhadap jenazah para korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, tim medis menemukan beberapa tanda yang mengarah pada kematian akibat tenggelam.

"Ditemukan busa pada bagian hidung korban serta pasir di kedua telinga. Dari pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ungkap AKP Abdul Hakim.

Adapun identitas keempat korban masing-masing berinisial AWT (7), JPT (4), PR (8), dan SAR (5). Mereka diketahui berasal dari Desa Siancimun dan wilayah Rokan Baru di Kecamatan Halongonan Timur.

Pihak keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai sebuah musibah. Setelah dilakukan musyawarah bersama aparat desa dan kepolisian, keluarga sepakat menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah anak-anak tersebut.

"Berdasarkan hasil musyawarah dengan keluarga, para orang tua korban telah menerima kejadian ini dengan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi," kata Kapolsek.

Rencananya, keempat korban akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Siancimun pada Jumat (6/3/2026).

Kapolsek Padang Bolak juga mengingatkan masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika berada di sekitar lokasi berbahaya seperti kolam, sungai, atau area perairan lainnya.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi orang tua agar tidak lengah dalam mengawasi aktivitas anak-anak saat bermain di luar rumah.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih memperhatikan keselamatan anak-anak, khususnya saat bermain di area perairan," pungkasnya.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolres Padangsidimpuan Terima Silaturahmi Bank Mandiri, Bahas Sinergi dan Lanjutkan Peninjauan TK Kemala Bhayangkari
H Anwir Dt Bandaro SH: Jabatan Uyun Dt.Mandiang Alam Adalah Sesuai Aturan
Kolam Retensi Gagal Berfungsi, FP-USU Soroti Tata Kelola Infrastruktur Kampus
Desak KPK Periksa Bobby Nasution: Proyek Drainase Ratusan Miliar Gagal Atasi Banjir Medan
Kolam Retensi Kolaborasi dengan USU Dinilai “Tak Berkah”, Syahrir Nasution: Proyek Puluhan Miliar yang Tak Dapat Ridho Allah
KAMAK Desak Penegak Hukum Usut Proyek Kolam Retensi Ratusan Miliar yang Tak Berfungsi
komentar
beritaTerbaru