Baca Juga:
Tapsel | Sumut24.co
Di bawah naungan langit Angkola Sangkunur yang membara, sebuah simfoni pengabdian sedang dimainkan. Bukan dengan alat musik, melainkan dengan denting batu yang beradu dan deru semangat yang tak kenal surut. Kamis (05/03/2026), menjadi saksi bisu betapa mustahilnya memisahkan napas TNI dari denyut nadi rakyat.
Di Lingkungan 2 Pasir Bidang, Kelurahan Sangkunur, jejak-jejak pengabdian itu terpahat nyata. Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0212/Tapsel, di bawah komando langsung sosok rendah hati namun bertenaga baja, Kapten Inf M. Rambe, sedang melakukan "pengebutan" yang melampaui batas nalar manusia biasa.
Melihat mereka bekerja bukan sekadar melihat pembangunan fisik. Ini adalah drama kolosal tentang cinta tanah air. Kapten Inf M. Rambe terlihat tidak hanya memberi instruksi, tetapi turun langsung membelah terik, menyusun bongkahan batu demi bongkahan batu dengan jemari yang mengeras oleh keadaan, namun lembut dalam pelayanan.
"Setiap batu yang kami letakkan adalah fondasi bagi masa depan anak cucu di Sangkunur. Kami tidak sedang membangun jalan, kami sedang membangun jembatan menuju kesejahteraan yang selama ini terisolasi oleh jarak," ujar sang Kapten dengan tatapan mata yang berkaca-kaca namun penuh ketegasan.
Hanya dalam waktu singkat, keajaiban itu mulai menampakkan wujudnya. Perkerasan badan jalan yang dulunya mungkin hanya mimpi di siang bolong, kini telah mencapai angka fantastis, 80 persen! Ini bukan sekadar angka statistik.
80 persen berarti doa-doa petani yang ingin membawa hasil buminya ke pasar kini hampir terjawab. 80 persen berarti langkah kaki anak sekolah tak lagi harus bertaruh dengan lumpur yang menghisap asa.
Kini, Lingkungan 2 Pasir Bidang sedang bersiap menyambut fajar baru. Dengan sisa 20 persen perjuangan lagi, wilayah ini akan segera merdeka dari keterpencilan.
Semangat Kapten Inf M. Rambe dan para prajurit Kodim 0212/Tapsel adalah bukti sahih bahwa manunggalnya TNI dengan rakyat adalah kekuatan paling dahsyat yang dimiliki negeri ini.
Ketika matahari terbenam di ufuk Angkola Sangkunur, lelah itu memang ada, namun kepuasan karena telah menanam jasa di tanah leluhur membuat rasa sakit itu menguap begitu saja. TMMD Ke-127 bukan sekadar program kerja, ia adalah monumen cinta yang dibangun dengan peluh dan ketulusan.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News