Rabu, 04 Maret 2026

Dari Gagal Panen ke Tanam 7.500 Cabai, Strategi Tapsel Pulihkan Ekonomi Daerah, Bupati Pastikan PDRB Tetap Stabil

Administrator - Rabu, 04 Maret 2026 16:36 WIB
Dari Gagal Panen ke Tanam 7.500 Cabai, Strategi Tapsel Pulihkan Ekonomi Daerah, Bupati Pastikan PDRB Tetap Stabil
Istimewa
Baca Juga:

Tapsel | Sumut24.co

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pemulihan ekonomi daerah setelah bencana besar yang terjadi pada 25 November 2025.

Meski ribuan hektare lahan pertanian terdampak dan menyebabkan kerugian signifikan, arah pembangunan daerah dipastikan tetap berjalan sesuai rencana.

Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menegaskan bahwa target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tidak akan direvisi.

Optimisme itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan tanam bersama bantuan demplot cabai seluas setengah hektare di Desa Sialaman, Kecamatan Sipirok, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan tanam bersama ini merupakan bagian dari program bantuan klaster tahun 2025 yang difasilitasi oleh Bank Indonesia Sibolga. Sebanyak 7.500 batang cabai varietas F1 Hybrida Fulo produksi Bintang Asia ditanam di lahan milik Kelompok Tani Dolok Marombun.

Bibit cabai tersebut telah melalui masa pembibitan selama empat minggu sebelum akhirnya dipindahkan ke lahan demplot. Program ini diharapkan menjadi stimulus ekonomi sekaligus contoh praktik budidaya hortikultura yang produktif bagi petani setempat.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Oleh karena itu, pemulihan sektor ini menjadi prioritas utama pascabencana.

Berdasarkan data pemerintah daerah, bencana yang melanda pada akhir November lalu menyebabkan lebih dari 3.000 hektare sawah mengalami gagal panen. Dengan rata-rata produksi mencapai 5,5 ton per hektare, Tapanuli Selatan diperkirakan kehilangan sekitar 16.500 ton gabah.

"Jika kita kehilangan 3.000 hektare dengan rata-rata 5,5 ton per hektare, artinya sekitar 16.500 ton gabah tidak bisa dipanen. Ini tentu memberi dampak besar terhadap PDRB daerah," ujar Gus Irawan.

Sebagai informasi, sektor pertanian menyumbang sekitar 43 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tapanuli Selatan. Artinya, gangguan di sektor ini berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.

Meski menghadapi tantangan berat, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan tidak tinggal diam. Selain mempercepat rehabilitasi lahan pertanian terdampak, pemerintah juga mendorong diversifikasi komoditas, salah satunya melalui pengembangan hortikultura seperti cabai.

Langkah kolaboratif bersama Bank Indonesia menjadi bukti bahwa pemulihan ekonomi membutuhkan sinergi lintas sektor. Program demplot cabai ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di tingkat lokal.

Tak lupa, Bupati menekankan bahwa bencana bukan alasan untuk menurunkan target pembangunan. Justru, kondisi ini menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan mempercepat transformasi sektor pertanian agar lebih adaptif terhadap risiko.

Dengan berbagai langkah strategis yang telah ditempuh, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan tetap optimistis mampu menjaga laju pembangunan sesuai RPJMD. Upaya pemulihan difokuskan pada penguatan sektor pertanian, peningkatan produktivitas, serta pemberdayaan kelompok tani di seluruh wilayah.

Kegiatan tanam bersama di Sipirok menjadi simbol bahwa Tapsel tidak menyerah pada keadaan. Dari lahan seluas setengah hektare, harapan baru untuk kebangkitan ekonomi daerah kembali ditanam.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Panen Perdana Melon di Padang Lawas Capai 1,8 Ton, Jadi Langkah Nyata Tekan Inflasi Daerah
Polresta Deli Serdang Gagalkan Pengiriman 21 Kg Sabu ke Jakarta Dibawa dari Aceh
Demi Panen Berkah Ramadan, Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS Ikut Cabuti Rumput di Lahan Petani, Dansatgas: Bentuk kepedulian dan Kebersamaan
Sergai Posisi Pertama Luas Panen dan Produksi Padi di Sumut, Darma Wijaya: “Berkat Dukungan Berbagai Pihak”
Panen Raya Padi Organik Serdang Bedagai Jadi Bukti Nyata Pertanian Berkelanjutan Berdaya Saing
Pupuk Benteng Tani: Dari Keraguan Petani hingga Bukti Panen Organik Berdaya Saing
komentar
beritaTerbaru