Selasa, 03 Maret 2026

Kenangan Seorang Prajurit Asren Nasution untuk Jenderal Try Sutrisno

Administrator - Selasa, 03 Maret 2026 11:59 WIB
Kenangan Seorang Prajurit Asren Nasution untuk Jenderal Try Sutrisno
Istimewa
Baca Juga:

Medan – Kabar wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan, termasuk para prajurit yang pernah bertugas bersamanya.
Salah satunya adalah Asren Nasution, yang mengenang sosok almarhum sebagai pemimpin yang teduh, religius, dan penuh perhatian kepada anak buahnya.
Dalam catatan kenangannya, Asren menceritakan pengalaman saat dirinya diperintahkan secara mendadak berangkat ke Bacau, Timor Timur, pada penghujung Ramadhan 1990 untuk bertugas sebagai khatib Salat Idul Fitri 1410 H. Saat itu, Try Sutrisno menjabat sebagai Panglima ABRI.
Penugasan tersebut menggantikan mubalig nasional KH Kosim Nurseha yang berhalangan hadir. Bagi Asren yang kala itu masih perwira muda berpangkat Letnan Satu, tugas tersebut terasa berat. Ia harus menyampaikan khutbah di hadapan Panglima ABRI beserta jajaran pimpinan tinggi TNI dan Polri.
"Sejujurnya saya merasa gentar. Bukan hanya karena harus meninggalkan istri yang tengah hamil muda, tetapi karena menjadi khatib di hadapan pimpinan tertinggi tiga angkatan dan Polri bukanlah situasi biasa," tulisnya.
Namun, kesan pertama yang ia rasakan justru sebaliknya. Try Sutrisno disebutnya sebagai sosok penenang dan penguat. Tatapan yang teduh, sapaan ramah, serta tepukan bangga di pundaknya membangkitkan semangatnya untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
Menurut Asren, keteladanan almarhum begitu membekas. Ia mengenang sosok Try Sutrisno sebagai jenderal yang disiplin dalam ibadah, menjaga salat berjamaah, santun kepada siapa pun, serta menghormati ulama dan tokoh agama.
Tak hanya itu, pesan almarhum yang disampaikan menjelang Salat Subuh di Bacau menjadi nasihat yang terus dipegangnya hingga kini.
"Jadilah prajurit sejati yang setia dan berjuang sepenuhnya untuk menjaga dan merawat kemerdekaan melalui kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa. Bimbing dan bina prajurit agar dekat dengan Tuhannya," demikian pesan yang diingatnya.
Bagi Asren, sosok Try Sutrisno bukan hanya seorang jenderal dan pemimpin militer, tetapi juga teladan dalam kehidupan beragama dan kebangsaan.
"Pulanglah dengan tenang wahai kesuma bangsa. Jasa dan pengabdianmu menjadi amal jariyah yang berharga," tutupnya dalam doa.
Kenangan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik ketegasan seorang panglima, tersimpan keteladanan, kelembutan, dan kepedulian yang membekas di hati para prajuritnya.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pangdam l/BB Sambut Kedatangan Asops Panglima TNI di Markas Kodam l/BB
Wakil Panglima TNI Tinjau Lokasi Bencana Banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan Prov Sumut
Ran Dapur Lapangan Bantuan Panglima TNI Tiba di Pelabuhan Balawan Medan
Kolonel Caj DR. H. Asren Nasution, MA: Jejak Pemimpin yang Menginspirasi di Balik Perjalanan IKANAS Sumut
Kapolrestabes Medan Ultimatum Panglong dan Gudang Botot Penadah Barang Curian
Dr. Asren Nasution: UISU Kampus Religius dan Nasionalis, Melahirkan Generasi Cerdas Berbudi Pekerti, Benteng Pertahanan Negara
komentar
beritaTerbaru