8 PMI Gagal Bekerja di Malaysia, Nakhoda dan ABK Kapal Diamankan
8 PMI Gagal Bekerja di Malaysia, Nakhoda dan ABK Kapal Diamankan
kota
Baca Juga:
Medan – Kabar wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan, termasuk para prajurit yang pernah bertugas bersamanya.
Salah satunya adalah Asren Nasution, yang mengenang sosok almarhum sebagai pemimpin yang teduh, religius, dan penuh perhatian kepada anak buahnya.
Dalam catatan kenangannya, Asren menceritakan pengalaman saat dirinya diperintahkan secara mendadak berangkat ke Bacau, Timor Timur, pada penghujung Ramadhan 1990 untuk bertugas sebagai khatib Salat Idul Fitri 1410 H. Saat itu, Try Sutrisno menjabat sebagai Panglima ABRI.
Penugasan tersebut menggantikan mubalig nasional KH Kosim Nurseha yang berhalangan hadir. Bagi Asren yang kala itu masih perwira muda berpangkat Letnan Satu, tugas tersebut terasa berat. Ia harus menyampaikan khutbah di hadapan Panglima ABRI beserta jajaran pimpinan tinggi TNI dan Polri.
"Sejujurnya saya merasa gentar. Bukan hanya karena harus meninggalkan istri yang tengah hamil muda, tetapi karena menjadi khatib di hadapan pimpinan tertinggi tiga angkatan dan Polri bukanlah situasi biasa," tulisnya.
Namun, kesan pertama yang ia rasakan justru sebaliknya. Try Sutrisno disebutnya sebagai sosok penenang dan penguat. Tatapan yang teduh, sapaan ramah, serta tepukan bangga di pundaknya membangkitkan semangatnya untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
Menurut Asren, keteladanan almarhum begitu membekas. Ia mengenang sosok Try Sutrisno sebagai jenderal yang disiplin dalam ibadah, menjaga salat berjamaah, santun kepada siapa pun, serta menghormati ulama dan tokoh agama.
Tak hanya itu, pesan almarhum yang disampaikan menjelang Salat Subuh di Bacau menjadi nasihat yang terus dipegangnya hingga kini.
"Jadilah prajurit sejati yang setia dan berjuang sepenuhnya untuk menjaga dan merawat kemerdekaan melalui kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa. Bimbing dan bina prajurit agar dekat dengan Tuhannya," demikian pesan yang diingatnya.
Bagi Asren, sosok Try Sutrisno bukan hanya seorang jenderal dan pemimpin militer, tetapi juga teladan dalam kehidupan beragama dan kebangsaan.
"Pulanglah dengan tenang wahai kesuma bangsa. Jasa dan pengabdianmu menjadi amal jariyah yang berharga," tutupnya dalam doa.
Kenangan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik ketegasan seorang panglima, tersimpan keteladanan, kelembutan, dan kepedulian yang membekas di hati para prajuritnya.red
8 PMI Gagal Bekerja di Malaysia, Nakhoda dan ABK Kapal Diamankan
kota
Brimob Polda Sumut All Out Amankan Piala AFF U19 ASEAN Toba 2026
kota
Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari
kota
Piala Dunia 2026 Bergulir, Polda Sumut Buka Nobar Gratis untuk Masyarakat hingga Laga Final
kota
DPWAMIN Sumut Bongkar Dugaan Permainan Proyek Rp5 Miliar di Deli Serdang, Kejati Diminta Turun Tangan
Hukum
sumut24.co PRAPAT, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara secara resmi membuka Pekan Inovasi dan Investasi sekaligus mencanangkan pelaksanaan S
News
APBD Kota Padangsidimpuan Belum Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Saatnya Transformasi FiskalOleh Rusydi Nasution, STP, MM (IPB)Ketua Part
Profil
sumut24.co MedanKabar gembira bagi para pencinta buku dan keluarga di Kota Medan. Menyambut musim libur sekolah, bazar buku internasional
Info
Dapur Indonesia, Pesta Singapura Membongkar Rantai Nilai yang Timpang Oleh Abdullah RasyidMahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN dan Pen
Politik
Medan, Kejuaraan Bola Voli MAVI Cup II Korwil Sumatera Utara resmi ditutup di Sport Center GOR Voli, Kamis (11/6/2026), setelah menyajikan l
Sport