Perkumpulan Raja Parhata SeDunia Resmi Dibentuk, Dorong Pelestarian Adat dan Regenerasi Budaya untuk Nusantara
Perkumpulan Raja Parhata SeDunia Resmi Dibentuk, Dorong Pelestarian Adat dan Regenerasi Budaya untuk Nusantara
kota
Baca Juga:
- Bupati Simalungun dan Wakil Bupati serta Forkopimda Hadiri Rakornas Pemerintahan Pusat: Siap Akselerasi Program Strategis Nasional
- Tingkatkan Keandalan Listrik, PLN UP3 Rantauprapat Lakukan Grebek Penyulang
- Siapa Bermain? Dugaan Jual Beli Lahan Konsesi PT Agincourt Resources Menguat, LIPPSU: Negara Diminta Tanggung Jawab Usut Aktor dan Pemberi Izin
Rantau– Inovasi USAT (Ultimate Sand Trap) yang dikembangkan perwira-perwira Pertamina EP Rantau berhasil menekan resiko kehilangan produksi (loss production) akibat masalah kepasiran. Aksesori USAT yang dipasang di tengah lapisan tubing pompa ini memiliki dampak yang sangat besar, mampu menghindarkan biaya tambahan dan justru menambah pendapatan hingga milyaran rupiah.
Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau Tomi Wahyu Alimsyah menjelaskan sumur-sumur migas yang telah mature di lapangan PEP Rantau kerap menghadapi masalah kepasiran. Pasir ikut naik bersama aliran fluida yang mengakibatkan kerusakan pada pompa maupun tidak optimalnya minyak mentah (crude oil) yang terangkut.
"Sebelumnya inovasi yang diterapkan untuk mengatasi masalah kepasiran adalah We Are Fines di tahun 2023. Kemudian USAT dikembangkan dan diaplikasikan sejak 2024 untuk melengkapi inovasi sebelumnya. Dengan begitu masalah kepasiran di beberapa aspek bisa teratasi," terang Tomi.
Saat ini metode We Are Fines sudah diterapkan di seluruh sumur minyak dalam pengelolaan PEP Rantau Field. Sementara itu, teknologi USAT hingga September 2025 telah diterapkan di tiga sumur (P-420, P-383, dan P-406). "Tadinya, sebelum diterapkan We Are Fines dan inovasi USAT ini angka resikonya mencapai 62%. Kami optimistis, dengan penerapan menyeluruh ini akan meningkatkan penghematan yang semakin meningkat di tahun 2025," katanya.
Lebih lanjut, Tomi menjelaskan inovasi USAT hadir sebagai teknologi yang bertujuan meningkatkan lifetime atau masa operasi pompa yang memiliki masalah kepasiran dengan menambahkan aksesoris pada pompa Electric Submersible Pump (ESP). Dalam praktiknya, pompa ESP dapat mengalami kerusakan dikarenakan pasir ikut naik ke permukaan bersama aliran fluida. Inovasi pada pompa ESP ini penting sebab dari 87 sumur di PEP Rantau Field, 29 di antaranya menggunakan pompa ESP.
Melalui inovasi USAT, tim menambahkan aksesoris USAT di tengah lapisan tubing pompa. Aksesoris USAT ini akan menahan pasir di dalam sumur yang mengalami fallback. Dengan cara ini, pasir tidak akan jatuh atau masuk ke pompa namun terjatuh pada sela antara USAT dengan tubing. Dengan begitu, pompa tetap beroperasi dengan baik untuk mengalirkan fluida ke permukaan. Bahkan dengan USAT, pompa dapat melakukan reserve circulating apabila tersumbat.
Petroleum Engineering PEP Rantau Field, Andi Surianto Sinurat, tim pengembangan inovasi We Are Fines dan USAT, menjelaskan bahwa produksi USAT tidak mahal. Setiap aksesoris biayanya tidak kurang dari tiga juta Rupiah dengan estimasi masa pakai selama satu tahun. Biaya ini digunakan untuk biaya material dan biaya manpower (tenaga kerja). Material yang diperlukan untuk merakit USAT antara lain mata bor, tubing, tubing coupling, dan kawat. Proses pengerjaan juga tidak lama, hanya tiga hari.
Ketika dikalkulasi, dampaknya cukup signifikan. Terhitung sejak Januari 2024 hingga September 2025, ada penghematan biaya rig sebesar 50% dan mengurangi loss produksi sumur sebesar 4% persen. Dengan begitu, produksi dan pendapatan pun bertambah.
Andi menegaskan, inovasi We Are Finest dan USAT tak hanya memberikan manfaat dari aspek penghematan biaya rig dan perawatan sumur, serta penambahan pendapatan. Lebih dari itu, kedua inovasi ini terbukti mampu mengatasi masalah kepasiran di sumur-sumur minyak Pertamina yang dikelola PEP Rantau Field.
Atas keberhasilan Inovasi USAT, Pertamina EP Rantau lewat tim PC Prove Alumni Pasir memperoleh penghargaan Platinum pada ajang Upstream Improvement & Innovasi Award (UIIA) 2025 Subholding Upstream Pertamina. Ajang tahunan bagi insan-insan inovatif ini diikuti 108 delegasi terbaik dari seluruh Subholding Upstream.
Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah mengapresiasi seluruh tim yang telah bekerja keras. "Inovasi USAT merupakan hasil inovasi internal dari perwira Pertamina EP Rantau Field. Dalam hal ini, teman-teman di Petroleum Engineering (PO) dan Well Service (WS) yang terus berinovasi untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi. Ini merupakan implementasi komitmen kami untuk mendukung target produksi nasional," pungkasnya.
(*)
Perkumpulan Raja Parhata SeDunia Resmi Dibentuk, Dorong Pelestarian Adat dan Regenerasi Budaya untuk Nusantara
kota
Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
kota
Ibunda Almarhum Jaka Malau yang Tewas Dalam Pengeroyokan Bermohon Atensi Komisi 3 DPR RI Ungkap Keadilan
kota
Medan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Medan terkait penyampaian pandangan umum fraksifrak
kota
sumut24.co ASAHAN , Kepolisian Resor (Polres) Asahan, Polda Sumatera Utara, menggelar siaran pers resmi pada Senin pagi pukul 10.00 WIB ter
News
MEDAN, SUMUT24.CO Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Lily MBA, menyampaikan pemandangan umum fraksi terhadap Ranperda Pertanggun
News
Likupang, Mutiara Maritim yang Tak Boleh Kehilangan Jiwa Oleh Abdullah RasyidStaf Khusus Menteri Imigrasi dan PemasyarakatanMahasiswa Dokto
News
MEDAN, SUMUT24.CO Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Medan menyoroti pelaksanaan proyek Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang saat
kota
sumut24.co MedanSemangat kebangkitan sepak bola Kota Medan menguat dalam acara pengukuhan Pengurus Mantan Pemain PSMS Medan di Stadion Keb
Sport
sumut24.co MedanTelkomsel meluncurkan Terpujilah GURU, sebuah program pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi tenaga pendidik di Indone
Ekbis