Sabtu, 16 Mei 2026

Aparat Diduga Tutup Mata, Galian C Ilegal di Sungai Serdang Marak, Jembatan Terancam Ambruk

Administrator - Sabtu, 14 Februari 2026 15:05 WIB
Aparat Diduga Tutup Mata, Galian C Ilegal di Sungai Serdang Marak, Jembatan Terancam Ambruk
Istimewa
Baca Juga:


Deli Serdang – Aktivitas penambangan pasir ilegal atau galian C ilegal di aliran Sungai Serdang, tepatnya di Dusun 10 Desa Serdang, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, terus berlangsung tanpa hambatan. Ironisnya, praktik ilegal ini terkesan dibiarkan begitu saja, meski dampaknya sudah mengancam keselamatan lingkungan dan infrastruktur masyarakat.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi Sungai Serdang kini semakin memprihatinkan. Air sungai tampak keruh pekat, aliran menyusut, dan dasar sungai terus terkikis akibat pengerukan pasir secara brutal menggunakan alat manual.
Yang lebih mengkhawatirkan, aktivitas tambang disebut dilakukan hanya sekitar 50 meter dari Jembatan Serdang, sehingga struktur jembatan terancam mengalami kerusakan serius bahkan ambruk jika pengerukan terus dibiarkan.

"Ini sudah sangat berbahaya. Kalau jembatan sampai roboh, siapa yang bertanggung jawab? Ini bukan sekadar tambang ilegal, tapi ancaman nyata bagi masyarakat," ujar warga setempat dengan nada geram.

Diduga Ada Setoran, Aparat Tak Berani Bertindak
Warga menduga kuat aktivitas tambang ilegal ini tak mungkin berjalan mulus tanpa adanya "bekingan". Bahkan muncul dugaan aparat penegak hukum tidak berani bertindak karena disebut-sebut menerima setoran dari mafia galian C yang menguasai lokasi tambang.

"Sudah lama beroperasi, tapi tidak pernah disentuh hukum. Kami menduga ada permainan uang di belakangnya," ungkap salah seorang warga.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar: ke mana aparat? Mengapa tambang ilegal yang merusak lingkungan dan mengancam jembatan publik bisa terus beroperasi terang-terangan?
Desakan Penutupan Tambang Ilegal
Masyarakat mendesak pemerintah daerah, aparat kepolisian, hingga instansi terkait seperti Dinas ESDM dan Balai Wilayah Sungai segera turun tangan menutup aktivitas tersebut.
"Kami minta tambang pasir ilegal ini ditutup total. Ini hanya menguntungkan segelintir mafia, sementara masyarakat menanggung risiko bencana," tegas warga.
Apalagi saat ini pemerintah pusat sedang gencar-gencarnya melakukan operasi pemberantasan tambang ilegal di berbagai daerah. Namun kenyataannya, di Sungai Serdang aktivitas galian C justru seolah kebal hukum.
Jika aparat terus membiarkan, publik menilai penegakan hukum hanya slogan belaka, sementara mafia tambang bebas merusak alam demi keuntungan pribadi.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Firma Hukum Hendra Gunawan Laporkan Dugaan Penjualan Ilegal Aset Desa Silo Bonto ke Polres Asahan
Sorotan Publik: Dua Lurah di Asahan Diduga Poligami Ilegal, Desakan Pemberhentian Menguat
Polresta Deli Serdang Hadir Dalam Pelaksanaan Jumat Agung, Pastikan Pelaksaan Ibadah Aman Dan Kyusuk
Tambang Ilegal Marak, Pemprov Sumut Siapkan Pemetaan dan Libatkan Aparat Hukum
Disperindag ESDM : 44 IUP Aktif, PAD Tambang Sumut Baru Rp4,5 Miliar
Tambang Emas Ilegal Madina Bagaikan Dracin, Daftar Nama Terungkap, Haruskah Menunggu Perintah "KAPOLRI"
komentar
beritaTerbaru