DITIKUNG DI TIKUNGAN AKHIR: Hermawan Merasa Ditipu DPW, PPP Medan Dinilai Khianati Muscab Sendiri
DITIKUNG DI TIKUNGAN AKHIR Hermawan Merasa Ditipu DPW, PPP Medan Dinilai Khianati Muscab Sendiri
News
Baca Juga:
Deli Serdang – Aktivitas penambangan pasir ilegal atau galian C ilegal di aliran Sungai Serdang, tepatnya di Dusun 10 Desa Serdang, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, terus berlangsung tanpa hambatan. Ironisnya, praktik ilegal ini terkesan dibiarkan begitu saja, meski dampaknya sudah mengancam keselamatan lingkungan dan infrastruktur masyarakat.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi Sungai Serdang kini semakin memprihatinkan. Air sungai tampak keruh pekat, aliran menyusut, dan dasar sungai terus terkikis akibat pengerukan pasir secara brutal menggunakan alat manual.
Yang lebih mengkhawatirkan, aktivitas tambang disebut dilakukan hanya sekitar 50 meter dari Jembatan Serdang, sehingga struktur jembatan terancam mengalami kerusakan serius bahkan ambruk jika pengerukan terus dibiarkan.
"Ini sudah sangat berbahaya. Kalau jembatan sampai roboh, siapa yang bertanggung jawab? Ini bukan sekadar tambang ilegal, tapi ancaman nyata bagi masyarakat," ujar warga setempat dengan nada geram.
Diduga Ada Setoran, Aparat Tak Berani Bertindak
Warga menduga kuat aktivitas tambang ilegal ini tak mungkin berjalan mulus tanpa adanya "bekingan". Bahkan muncul dugaan aparat penegak hukum tidak berani bertindak karena disebut-sebut menerima setoran dari mafia galian C yang menguasai lokasi tambang.
"Sudah lama beroperasi, tapi tidak pernah disentuh hukum. Kami menduga ada permainan uang di belakangnya," ungkap salah seorang warga.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar: ke mana aparat? Mengapa tambang ilegal yang merusak lingkungan dan mengancam jembatan publik bisa terus beroperasi terang-terangan?
Desakan Penutupan Tambang Ilegal
Masyarakat mendesak pemerintah daerah, aparat kepolisian, hingga instansi terkait seperti Dinas ESDM dan Balai Wilayah Sungai segera turun tangan menutup aktivitas tersebut.
"Kami minta tambang pasir ilegal ini ditutup total. Ini hanya menguntungkan segelintir mafia, sementara masyarakat menanggung risiko bencana," tegas warga.
Apalagi saat ini pemerintah pusat sedang gencar-gencarnya melakukan operasi pemberantasan tambang ilegal di berbagai daerah. Namun kenyataannya, di Sungai Serdang aktivitas galian C justru seolah kebal hukum.
Jika aparat terus membiarkan, publik menilai penegakan hukum hanya slogan belaka, sementara mafia tambang bebas merusak alam demi keuntungan pribadi.red
DITIKUNG DI TIKUNGAN AKHIR Hermawan Merasa Ditipu DPW, PPP Medan Dinilai Khianati Muscab Sendiri
News
Teguh Santosa Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination
News
Siak sumut24.co Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP, bersama Kabaharkam Polri Komjen Pol. Her
News
Gerebek Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Bersama BNNK Berhasil Amankan seorang Bandar dan Lima Pria Positif Sabu
News
Gagasan Dosen UMSU Perombakan Radikal Sistim Perwakilan Harus dilakukan Demi Lawan Oligarki
News
Menteri Olahraga Maldives dan NOC Indonesia Dukung 100 CTFP untuk Para Atlet
News
MBG di Medan Disorot Usai 17 Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit, PDI Perjuangan Minta Tanggung Jawab
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menghadiri pengukuhan Ameriza Maruf Moesa sebagai Kepala Kanto
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meminta manajemen Rumah Sakit (RS) Abdul Jalil Meliala segera melengkapi
News
Misteri Hilangnya Pria 27 Tahun di Batang Toru Berakhir Tragis, Polisi Lakukan Penyelidikan
News