Warga Resah, Polisi Bergerak! Pria Diduga Pengedar Sabu Diciduk di Hutaraja Tinggi
Warga Resah, Polisi Bergerak! Pria Diduga Pengedar Sabu Diciduk di Hutaraja Tinggi
kota
Baca Juga:
Badan Pusat Statistik (BPS) Padang Lawas Utara menggelar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Kantor Bupati Padang Lawas Utara pada Senin, 9 Februari 2026.
Acara ini diikuti jajaran pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha sebagai persiapan pelaksanaan sensus yang dijadwalkan berlangsung bulan Mei hingga Juli 2026.
Sosialisasi tersebut diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Dr. Patuan Rahmat Syukur P.Hsb, S.STP., MM mewakili Bupati H. Reski Basyah Harahap. Turut hadir pula para Asisten, Kepala OPD, serta pejabat terkait lainnya.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan wajib yang diamanatkan dalam UU No.16 Tahun 1997 tentang Statistik. Kegiatan ini dilakukan minimal setiap 10 tahun sekali oleh BPS untuk mengumpulkan data ekonomi yang akurat dan mutakhir.
Tujuan sensus ini adalah menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi yang menjadi landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional.
Informasi yang dikumpulkan mencakup struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital, serta ekonomi lingkungan.
Dalam sosialisasi, peserta diberikan pemahaman terkait tahapan sensus, termasuk pengenalan Sensus Ekonomi 2026, jenis kegiatan ekonomi yang akan didata, rincian data yang dikumpulkan, tahapan pengumpulan data, jadwal pendataan lengkap, informasi yang dihasilkan, serta manfaat data sensus bagi masyarakat, pemerintah, akademisi, dan sektor bisnis.
Manfaat bagi masyarakat antara lain memperoleh kebijakan ekonomi yang lebih tepat dan dapat mengakses data untuk kepentingan usaha atau pribadi. Bagi pemerintah, data ini menjadi landasan penyusunan kebijakan yang lebih akurat dan bahan evaluasi kebijakan sebelumnya. Sementara bagi akademisi dan sektor bisnis, data sensus menyediakan informasi pasar, strategi bisnis, peluang investasi, serta mendukung penelitian ekonomi, sosial, dan kebijakan publik berbasis data.
Dr. Patuan Rahmat Syukur P.Hsb, S.STP., MM, mewakili Bupati Padang Lawas Utara, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting bagi perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan berbasis data.
Ia menambahkan bahwa partisipasi semua pihak, termasuk pelaku usaha, masyarakat, dan lembaga pemerintah, sangat penting agar pelaksanaan sensus dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat serta bermanfaat bagi pembangunan daerah maupun nasional.
"Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting bagi perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan berbasis data. Dengan dukungan semua pihak, data yang dihasilkan diharapkan akurat dan dapat dimanfaatkan secara maksimal," ujarnya.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal yang strategis sebelum Sensus Ekonomi 2026 berlangsung, memastikan seluruh pihak memahami pentingnya data ekonomi sebagai landasan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, pemerintah, dan sektor bisnis secara menyeluruh.zal
Warga Resah, Polisi Bergerak! Pria Diduga Pengedar Sabu Diciduk di Hutaraja Tinggi
kota
Dua Pria di Sosa Dibekuk Saat Ops Antik Toba 2026, Polres Padang Lawas Sita Sabu dan Alat Hisap
kota
Menuju Desa Modern, Bupati Paluta Reski Basyah Harahap Resmikan Program Desa Cinta Statistik 2026
kota
Pasar Murah Jelang Iduladha Digelar di Madina, Beras Rp60 Ribu dan Minyakita Rp15.500 Diserbu Warga
kota
Bupati Saipullah Nasution Sentil Pengelolaan SDA Madina, Ajak Santri Kuasai Ilmu dan Selamatkan Kekayaan Alam
kota
ASN Pemprov Sumut Ditangkap Terkait Vape Narkotika, Bapeg Akui Belum Dapat Informasi Resmi
kota
Bobby Nasution Soroti ASN Terlibat Vape Narkoba, Sanksi Tegas Disiapkan
kota
Polrestabes Medan Tangkap ASN Provsu Pembawa Vape Mengandung Etomidate
kota
Zakat Pegawai Bank Sumut Biayai Pendidikan Ratusan Pelajar, Baznas Sebut UPZ Bank Sumut Salah Satu yang Terunggul di Sumut
kota
sumut24.co MEDAN, Ketua BPD Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Sumut Melkhy Waas mengatakan Sumatera Connect 2026 mendorong s
kota