DPP KAMTIBMAS Indonesia Apresiasi Polda Sumut Bentuk Polres Padang Lawas Utara di Gunung Tua
DPP KAMTIBMAS Indonesia Apresiasi Polda Sumut Bentuk Polres Padang Lawas Utara di Gunung Tua
kota
Baca Juga:
Binjai – Pemerhati sosial dan ekonomi, H. Syahrir Nasution, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Kota Binjai terkait predikat "Kampung Tahu" yang selama ini dibanggakan secara seremonial, namun dinilai tidak diiringi keberpihakan nyata kepada pelaku usaha kecil.
Syahrir menegaskan, Kampung Tahu jangan hanya dijadikan simbol pencitraan dan kebanggaan pejabat, sementara para produsen tahu rumahan justru terjerat harga bahan baku yang semakin menekan.
"Jangan cuma bangga di atas panggung. Kampung Tahu diresmikan besar-besaran, bahkan oleh Gubernur Sumut, tapi pengusaha tahu kecilnya sekarang menjerit. Ini ironi dan kegagalan keberpihakan," tegas Syahrir, Sabtu (7/2).
UMKM Tahu Menjerit, Pemkot Dinilai Tidak Hadir
Menurut Syahrir, fakta di lapangan sangat memprihatinkan. Para pelaku UMKM tahu yang seharusnya menjadi pusat perhatian program Kampung Tahu, justru menghadapi tekanan berat akibat mahalnya harga kedelai dan pasokan yang tidak stabil.
"Harga bahan baku itu menjerat mereka. UMKM kecil ini bukan pabrik besar. Kalau pemerintah tidak hadir, mereka bisa mati pelan-pelan," katanya.
Syahrir menyebut kondisi ini menunjukkan lemahnya peran Pemkot Binjai dalam menjaga sektor ekonomi rakyat.
Kampung Tahu Hanya Jadi Nama, Bukan Perlindungan
Syahrir menilai Pemkot Binjai gagal menjadikan Kampung Tahu sebagai program ekonomi strategis. Predikat itu hanya berhenti sebagai branding kota, tanpa langkah konkret yang menyentuh akar persoalan UMKM.
"Kalau Kampung Tahu hanya jadi papan nama dan monumen seremoni, itu bukan pembangunan. Itu pencitraan kosong. Pemerintah seolah hanya ingin dipuji, tapi lupa rakyat yang bekerja," ujarnya tajam.
Desak Pemkot Bentuk Kebijakan Pengendalian Harga
Syahrir mendesak Pemkot Binjai segera mengambil langkah nyata, bukan sekadar promosi kawasan.
Ia menekankan pentingnya:
pembentukan koperasi produsen tahu
subsidi atau bantuan kedelai bagi UMKM kecil
pemutusan rantai tengkulak yang memainkan harga
keterlibatan BUMD pangan untuk stabilisasi pasokan
"Kalau pemerintah serius, buat koperasi, buat jalur pasokan langsung. Jangan biarkan rakyat diperas oleh sistem distribusi yang tidak adil," tegasnya.
Syahrir: Jangan Jadikan UMKM Korban Kebijakan Setengah Hati
Syahrir memperingatkan, jika Pemkot Binjai terus abai, maka Kampung Tahu akan menjadi simbol kegagalan, bukan keberhasilan.
"Jangan jadikan UMKM sebagai korban kebijakan setengah hati. Kampung Tahu itu harusnya melindungi produsen kecil, bukan meninggalkan mereka dalam jeratan harga," pungkasnya.red
DPP KAMTIBMAS Indonesia Apresiasi Polda Sumut Bentuk Polres Padang Lawas Utara di Gunung Tua
kota
sumut24.co MedanGubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan mempercep
kota
sumut24.co SergaiWakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya meninjau Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Budidaya Ikan Air Payau dan Laut
kota
Revitalisasi Stadion Teladan Dikebut, Isu Dugaan &ldquoPengkondisian Proyek&rdquo Muncul
kota
KIMAK Sumut Minta FPMAK Cerdas Menerima Informasi Jangan Asal Tuding Yayasan Atifa Maju Mandiri Langgar Juknis dan Juklak!
kota
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2 yang diikuti 2.100 pese
News
Wabup Madina Atika Azmi Sidak Lokasi Bencana, Rehabilitasi 17 Hektare Lahan Dikebut Tuntas Mei Ini
kota
Akhirnya Terwujud! Gerak Cepat Bupati Saipullah Nasution, Lion Air Bakal Buka Rute Penerbangan ke Mandailing Natal
kota
Sentuhan Kehangatan Kapolres Samosir di SDN 22 Sigaol Marbun
kota
Polda Sumut Sita 9 Aset Mantan Pejabat BNI Aek Nabara
kota