Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
Baca Juga:
Aceh Tamiang — Gelombang protes masyarakat Aceh Tamiang pecah. Ratusan warga turun ke jalan mempersoalkan dugaan ketimpangan dalam pendataan dan penyaluran bantuan korban bencana, khususnya terkait bantuan perumahan dan hunian sementara (Huntara).
Aksi demonstrasi ini dipicu oleh banyaknya warga korban bencana yang justru diberi status TMK (Tidak Memenuhi Kriteria) oleh tim survei, meski rumah mereka mengalami kerusakan nyata.
Pengamat sosial politik, H. Syahrir Nasution, menilai situasi ini sudah sangat keterlaluan dan mencerminkan buruknya tata kelola bantuan bencana.
"Masalahnya sudah jelas. Terjadi ketimpangan dalam pengelolaan korban bencana. Rakyat sudah menderita, tapi malah dinyatakan TMK. Ini sangat menyakitkan," kata H. Syahrir Nasution.
Tim Survei Disorot, Dinilai Tidak Profesional dan Tidak Proporsional
Dalam keterangannya, Syahrir menyebut tim survei yang diturunkan ke lapangan, yang disebut berasal dari unsur IPDN Jakarta, bekerja tidak profesional dan tidak proporsional dalam menilai kondisi rumah warga.
"Tim survei tidak menunjukkan empati. Hampir semua desa terdampak bencana, tapi justru banyak yang dinyatakan tidak layak bantuan. Ini tidak masuk akal," ujarnya.
Bantuan Perumahan Jadi Persoalan Serius
Adapun bantuan yang dipersoalkan warga adalah bantuan perumahan berdasarkan kategori kerusakan:
Rusak Ringan: Rp15 juta
Rusak Sedang: Rp30 juta
Rusak Berat: Diganti total seperti semula
Namun warga menilai penetapan kategori tidak transparan dan cenderung merugikan korban.
"Rumah rakyat rubuh, tetapi dianggap tidak layak. Kalau begini, bantuan hanya formalitas administrasi," tegas Syahrir.
Data Korban Sudah Diajukan Desa, Namun Dibatalkan Tim Survei
Syahrir juga menyoroti sikap tim survei yang disebut membatalkan data korban yang sebelumnya telah diajukan oleh perangkat desa.
"Perangkat desa sudah mendata korban dengan benar. Tapi begitu tim datang, data itu malah dibatalkan. Ini menimbulkan kecurigaan besar. Ada apa sebenarnya?" katanya tajam.
Demo Tuntut Huntara dan Keadilan Bantuan
Menurut Syahrir, inti demonstrasi masyarakat adalah tuntutan atas:
Penyediaan Huntara bagi korban
Penyaluran bantuan perumahan secara adil
Evaluasi total terhadap tim survei
Penghapusan label TMK yang dianggap melukai korban
"Rakyat Aceh Tamiang sudah korban bencana, jangan diperlakukan seperti tidak manusiawi. Di mana hati nurani negara?" pungkasnya.
Masyarakat berharap pemerintah pusat segera turun tangan melakukan audit ulang pendataan dan memastikan bantuan benar-benar diberikan kepada korban yang berhak.red
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
sumut24.co Medan, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbaga
kota
Semangat &lsquoTampakna do Rantosna&rsquo, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
kota
Modus Checkin HotelSindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
kota
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota