Selasa, 03 Februari 2026

Konser Zero Budget Mengguncang Asia Tenggara: International 100 CTFP Card of Honor Indonesia 2026

Administrator - Selasa, 03 Februari 2026 12:54 WIB
Konser Zero Budget Mengguncang Asia Tenggara: International 100 CTFP Card of Honor Indonesia 2026
Istimewa
Baca Juga:

Jakarta- Konser kemanusiaan International 100 CTFP (100 Celebrities Talk for Para Athletes) – Card of Honor Indonesia 2026 sukses digelar di Jakarta dengan konsep zero budget concert yang sarat makna dan empati, serta dihadiri lebih dari 120 penyandang disabilitas.


Sekretaris Jenderal ASEAN Para Sports Federation (APSF), Mayor Jenderal Dr. Wandee Tosuwan, menyampaikan apresiasi mendalam saat membuka acara tersebut.

"It is truly my honour to deliver the opening speech at the International 100 CTFP Card of Honor Indonesia 2026, surrounded by the beautiful hearts of Indonesia's wonderful supporters whose love and encouragement uplift para-athletes and unite the ASEAN community," ujar Dr. Wandee Tosuwan.


Ia juga menyatakan kekagumannya terhadap konsep acara ini dan berkomitmen untuk menyebarkannya ke tingkat regional khususnya ke paralimpik komite di Asia Tenggara.


Program 100 CTFP ( Celebrities Talk for Para athletes) merupakan gagasan Natalia Tjahja, pendiri Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF), dan menjadi program kemanusiaan ke-18 yayasan tersebut.


"Semua sudah diatur Tuhan. Ital Auto Singapore dipilih sebagai tempat peluncuran pertama 100 CTFP di dunia pada 11 Juli 2025, bersama Dr. Wandee Tosuwan, Dr. Teo Koh Sock Miang (Presiden National Paralympic Council Singapore), dan Bapak Suryo Pratomo, mantan Duta Besar Indonesia untuk Singapura," ujar Natalia.

100 CTFP diluncurkan dengan 3 pesan dari Andrew Parsons, Presiden International Paralympic Committee.

100 CTFP mendunia dalam kurun waktu 3 bulan sejak peluncurannya.

Indonesia menjadi negara pertama untuk acara International 100 CTFP Card of Honor.

International 100 CTFP – Card of Honor Indonesia 2026 diselenggarakan pada tanggal 31 Januari di Jakarta.Acara ini menampilkan 120 para remaja difabel .Ada diantara mereka yang turut mengisi acara seperti Giti, Hawa, Moreno, Gwen, dan Dennis.

Dennis, remaja tunanetra yang bermain piano mengiringi Gwen dan Moreno, menyampaikan kesannya.


"Lewat acara ini, MMLWF bisa menjadi berkat bagi atlet difabel dan banyak orang," ujar Dennis.


Sebanyak *25* tokoh Indonesia menerima 100 CTFP Card of Honor Indonesia 2026, dari berbagai kategori, antara lain:

Youth Leaders: Christian Kertawiguna, Ricardo Ryo, Malika Djajadiningrat.


Lead Youth Leader: Jadrianna Aletta Sutrisno.


Friends of Advocacy: Saurma Siahaan, Mepi Lin, Tony Thamsir, Boy Iskandar.


Lead Friend of Advocacy: Endah Fajar Pratiwi.


Women in Influence: Jenny O, Rita Pusponegoro, Anita Rusdi, Anita Djajadiningrat.


Lead Woman in Influence: Sylvia Hendarto.


Hospitality Leader – Compassion in Hospitality: Muhammad Jufri Sakka (Marriott Business Council Jakarta).


Business Leaders – Compassion in Humanity: Siti Marifah Ma'ruf Amin dan Harnoto Darsono( Ketua umum Perkumpulan Insan Maritim Andalan Indonesia)


Sports Leader Indonesia: Raja Sapta Oktohari.


Sports Leader ASEAN: Mayor Jenderal Dr. Wandee Tosuwan.


Vocalist – Voice of Compassion: Andrigo, Yoan, Gracia Jonwillin.


Legendary Vocalist – Voice of Compassion: Ita Purnamasari.


Music Maestro – Compassion in Music: Dwiki Dharmawan.


Film Personality – Compassion in Film: Andhy Pulung dan Rina Damayanti, dan lainnya.

Acara dibuka dengan Tari Saman persembahan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, dilanjutkan dengan seluruh hadirin berdiri menyanyikan Indonesia Raya serta lagu Anthem APSF ciptaan Natalia Tjahja.

Penampilan turut dimeriahkan oleh Andrigo, Yoan, Gracia Jonwillin, Fryda Lucyana, Ita Purnamasari, dan Dwiki Dharmawan.

Di penghujung acara, seluruh hadirin memberikan kejutan ulang tahun kepada Rahayu Kertawiguna, pemilik Nagaswara, dengan menyanyikan lagu Happy Birthday.

Natalia menegaskan keunikan acara ini yang diselenggarakan tanpa Event Organizer.

"Saya mengurus semuanya sendiri, tetapi Tuhan mengirimkan tim luar biasa yang membantu sesuai bidangnya," ujar Natalia.

"Saya juga membimbing remaja tunarungu Azzaroby untuk membuat desain backdrop dan baner acara ini. "ujar Natalia.


Tim yang membantu Natalia tersebut antara lain Dwiki Dharmawan, Julius Wijaya(Nagaswara) , Jose R. Kurniawan, Ariawan Hadiwidjaja, Saurma Siahaan, Nisa Chairunisa , Sylvia Hendarto, Mepi Lin, Paula Meliana serta para usher dari Global Sevilla Puri Indah dan Pulo Mas.

"Saya membimbing remaja tunarungu Azzaroby ,untuk membuat desain backdrop dan baner acara ini. "ujar Natalia.

Dukungan juga datang dari Marriott Bussiness Council Jakarta -Indonesia, yang menyajikan konsumsi dua kali—saat kedatangan dan kepulangan tamu.

Dalam kesempatan tersebut, Natalia menyerahkan lukisan karya pelukis dunia asal Jepang Maki Starfield kepada Harnoto Darsono, Ketua Umum Perkumpulan Insan Maritim Andalan Indonesia (PIMA), sebagai penanda dibukanya 100 CTFP Jepang untuk mendukung Asian Para Games 2026 Aichi–Nagoya.


Lukisan serupa juga diberikan kepada keluarga Dwiki Dharmawan.

Acara ini sekaligus menandai bergabungnya dua anggota baru 100 CTFP, yakni Kikin Tarigan (Komisioner Komnas Disabilitas RI) dan Leslie Lee (Sekretaris Jenderal National Paralympic Council Singapore).

Presiden Asian Paralympic Committee Majid Rashed di Dubai pun menyatakan dukungan penuh nya untuk 100 CTFP dan ia menjadi bagian dari 100 CTFP pada tanggal 31 Januari 2026.

*Perbedaan 100 CTFP dan 100 CTFP Card of Honor*
100 CTFP adalah program kemanusiaan yang dapat diselenggarakan berulang kali dan dalam berbagai bidang, seperti untuk desainer, musisi, maupun insan perfilman,militer, youth dsb sebagai bentuk advokasi dan empati bagi atlet difabel.

Sementara itu, 100 CTFP Card of Honor bersifat eksklusif dan hanya dilaksanakan satu kali di setiap negara. Di Indonesia, Card of Honor Indonesia 2026 hanya diberikan kepada *25 tokoh* terpilih, dan tidak diberikan kepada pihak lain. Karena sifatnya yang langka dan tidak berulang, Card of Honor menjadi bentuk penghormatan tertinggi dalam program 100 CTFP.

Dalam waktu dekat, 100 CTFP Card of Honor juga akan dilaksanakan masing-masing satu kali di Thailand dan Jepang, sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan global.

*Beberapa Testimony:*
"Acara The Charity Concert 100 CTFP ini adalah Acara konser kemanusiaan yg berdimensi religius,dimana Kasih Tuhan untuk sesama di implementasikan dalam bentuk empati,simpati ,sinergi dan kolaborasi memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk menampilkan kemampuan terbaiknya dan memberikan manfaat bagi sesama disisi lain para Tokoh dari berbagai usia dan profesi mengambil bagian untuk bersama2 berbagi kasih dan cinta mewujudkan cita cita bersama untuk dunia yg damai tanpa diskriminasi,Trimakasih Bu Natalia dan Maria Monique foundation yg telah menggagas acara yg luar biasa menginspirasi dan menggugah kesadaran kita semua." said Siti Marifah Ma'ruf Amin ( 100 CTFP - Bussiness Leader Indonesia)


​"I am deeply honored to receive this 100 CTFP Lead Youth Leader Indonesia, but the true light of this evening belongs to the incredible performers and the diffable community who inspire us every day. Thank you for this honor." said
Jadrianna Aletta Sutrisno
(Founder of Rumah Inovasi)

Pada kesempatan yang sama, National Paralympic Council Singapore secara resmi mengundang Natalia Tjahja untuk menghadiri Inaugurasi Paralimpik Singapura pada 29 Agustus mendatang, yang dijadwalkan dibuka langsung oleh Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong.

*Kesimpulan:*
-100 CTFP diluncurkan pada tgl 11 Juli 2025 di Ital Auto Singapore dengan 3 pesan paralimpik dari Andrew Parsons ( Presiden International Paralympic Committee)


-100 CTFP( Celebrities Talk for Para Athletes) adalah 3 pesan dari para tokoh dunia (dari berbagai bidang ) utk atlit difabel sedunia dan dikemas dlm sebuah kartu warna merah.


-100 CTFP adalah program charity yg ke 18 dari Maria Monique Last Wish Foundation ( MMLWF) yang dicetuskan oleh Natalia Tjahja ( founder MMLWF)

-Tokoh yang meLaunching 100 CTFP :Dr Teo Koh Sock Miang( Presiden National Paralimpik Council of Singapore) , Wandee Tosuwan( Sekjen APSF) dan Suryo Pratomo( mantan duta besar Indonesia utk Singapura)


-Andrew Parsons (Presiden IPC ) menerima kartu 100 CTFP dari Natalia Tjahja pada tgl 20 Nopember 2025 di sebuah acara paralimpik yang dibuka oleh Mentri Negara Low Yen Ling.


-International 100 CTFP Card of owner Indonesia 2026 di luncurkan oleh Natalia Tjahja dan Wandee Tosuwan ( Sekjen APSF) pada tgl 31 Januari 2026 di Sari Pacific Jakarta- Autograph Collection dan menerimakan 100 CTFP Card of Honor kpd 25 org Indonesia.


-Wandee Tosuwan menerima 100 CTFP Card of Honor katagori " Sports Leader Asean" pada tgl 31 Januari 2026 di acara International 100 CTFP Card of Honor Indonesia 2026.( International 100 CTFP - COH Indonesia 2026).


-Majid Rashed ( President Asian Paralympic Committee) mendukung 100 CTFP dan menjadi bagian dari 100 CTFP pada tgl 31 Januari 2026di acara International 100 CTFP- COH Indonesia 2026.


-Perbedaan acara 100 CTFP dan 100 CTFP Card of Honor adalah:

100 CTFP bisa diadakan beberapa kali tetapi bila 100 CTFP Card of Honor hanya diadakan 1 kali dalam sebuah negara.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
JNE Resmi Jadi Official Logistics Partner Konser Bryan Adams di Jakarta
Konser Amal Kemanusiaan Kecamatan Galang Serahkan Bantuan Warga Terdampak Banjir
Langkah Nyata Agincourt Resources: Konservasi Batang Toru dan Perlindungan Orangutan Tapanuli Jadi Sorotan Dunia
TPST USU, Bangun Gerakan Zero Waste dari Kampus
Pertamina Patra Niaga FT Pematang Siantar Dukung Wisata Edukasi Konservasi Gajah di Aek Nauli
Pujaketarub Akan Gelar Aksi Besar Tolak Penyelenggaraan HONNE di Hotel Santika Medan
komentar
beritaTerbaru