Selasa, 27 Januari 2026

Terbaru! Kesaksian Warga Desa Garoga: Banjir Datang Empat Tahap, Lumpur dan Kayu Terjang Permukiman

Administrator - Jumat, 16 Januari 2026 15:50 WIB
Terbaru! Kesaksian Warga Desa Garoga: Banjir Datang Empat Tahap, Lumpur dan Kayu Terjang Permukiman
Istimewa
Baca Juga:

Tapsel | Sumut24.co

Warga Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, masih menyimpan trauma mendalam pasca banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah mereka pada 25 November 2025.

Banjir datang secara bertahap sejak dini hari hingga siang hari, membawa lumpur dan kayu gelondongan dari kawasan perbukitan.

Salah seorang warga, Herianda Situmeang, mengungkapkan banjir terjadi dalam empat gelombang yang membuat warga tak sempat bersiap.

Kejadiannya sekitar jam 4 subuh. Itu tahap pertama," ujar Herianda saat ditemui, Kamis, (15/1/2025).

Ia menjelaskan, banjir kembali datang pada pukul 08.00 WIB dan merendam seluruh wilayah Desa Garoga. Meski sempat surut, bencana belum berakhir.

"Satu jam kemudian datang lagi banjir ketiga, air sudah setinggi lutut di rumah-rumah warga," lanjutnya.

Gelombang keempat menjadi yang paling parah. Sekitar pukul 11.00 WIB, air bah datang dengan membawa material berat.

"Tahap keempat itu sudah bawa kayu bercampur lumpur," katanya.

Saat ditanya terkait dugaan penyebab banjir bandang, Herianda mengaku tidak mengetahui secara pasti.

"Kurang tahu perusahaan mana, tapi yang jelas banjir itu membawa batang-batang kayu besar," ungkapnya.

Warga lainnya, Khairuddin Mustafa Panggabean, menyampaikan bahwa meskipun ada rencana pembangunan kembali desa, warga masih dihantui rasa takut.

"Kami sebenarnya senang kalau dibangun lagi, tapi kayu-kayu masih banyak di atas. Jadi kami belum berani menempati lagi untuk beberapa tahun ke depan," ujarnya.

Hal senada disampaikan Pandapotan, yang menceritakan bagaimana warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.

"Setelah air naik selutut, kami langsung pergi ke anggoli (mengungsi) selama tiga hari," katanya.

Ia menambahkan, material kayu yang datang berasal dari kawasan pegunungan.

"Kayu itu datang banyak, dari gunung," ujarnya singkat.

Sementara itu, Adi Hasibuan mengungkapkan dampak banjir bandang di Desa Garoga tergolong sangat fatal. Ia menyebut banyak warga menjadi korban jiwa.

"Warga di sekitar sini banyak yang jadi korban. Sekitar 60 orang meninggal, dan masih ada 15 orang lagi yang belum ditemukan, khusus wilayah Garoga," tuturnya.

Adi juga menggambarkan kondisi saat banjir mencapai puncaknya.

"Jam 11 siang air naik. Tingginya sampai 4 meter di jalan raya. Yang datang itu bukan air saja, tapi lumpur dan kayu gelondongan," pungkasnya.

Hingga kini, warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait, baik dalam penanganan korban, pemulihan lingkungan, maupun jaminan keamanan sebelum mereka kembali menetap di Desa Garoga.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Satu Unit Rumah di Desa Tebing Tinggi Ludes Terbakar, Kapolsek dan Camat Tanjung Beringin Langsung Ambil Tindakan
Ini Kampung Halaman Kami! Warga Garoga Tak Ingin Tinggalkan Tanah Kelahiran dan Harap Huntap Jadi Hak Milik
Eksekusi Terpidana Korupsi Dana Desa Akhiruddin Rampung, Kejari Padangsidimpuan Tegaskan Sudah Sesuai SOP: Tidak Ada Arogansi, Semua Prosedural
AMCTA Desak Pemkab Deliserdang Bongkar Tembok Beton Penutup Jalan Treves Area dan Jalan Pront Tembung
Pesan Presiden RI saat Tahun Baru di Pengungsian Bareng Masyarakat Tapanuli Selatan, Prabowo : Kita Gotong Royong, Jaga dan Hormati Alam
Jelang Pergantian Tahun di Lokasi Bencana, Warga Tapanuli Selatan Berlarian Ceria Sambut Prabowo
komentar
beritaTerbaru