Donasi Ramadan Mengalir, Kenaziran Jaga Amanah dan Kepercayaan
MEDAN Suasana berbuka puasa bersama di Masjid Agung Medan pada hari ke9 Ramadan 1447 H, Jumat (27/2/26), kembali dipenuhi ratusan jamaa
Umum
Baca Juga:
Oleh: H. Syahrir Nasution
Managing Director PECI – Indonesia
Demokrasi sejatinya bukan sekadar mekanisme pemilihan umum atau pergantian kekuasaan secara periodik. Demokrasi tanpa akuntabilitas hanya akan melahirkan otoritarianisme terselubung, di mana kekuasaan digunakan bukan untuk melayani rakyat, melainkan untuk melindungi kepentingan segelintir elite.
Ungkapan "kekuasaan tanpa integritas" menemukan maknanya dalam vonis 165 tahun penjara terhadap Najib Razak, mantan Perdana Menteri Malaysia. Putusan tersebut bukan hanya peristiwa hukum, tetapi simbol runtuhnya kekuasaan yang disalahgunakan, sekaligus cermin nyata ketegasan penegakan hukum (law enforcement) tanpa pandang bulu.
Ketika Hukum Menang atas Kekuasaan
Kasus Najib Razak menjadi kajian hukum yang sangat penting bagi Indonesia. Di sana terlihat dengan jelas bahwa hukum mampu berdiri di atas kekuasaan, bukan tunduk kepadanya. Dari kursi Perdana Menteri hingga ke balik jeruji besi, hukum dijalankan sebagaimana mestinya.
Inilah gambaran law enforcement yang bukan sekadar retorika, bukan pula praktik NATO (No Action, Talk Only). Hukum dijalankan secara konkret, tegas, dan berani, bahkan ketika yang duduk di kursi pesakitan adalah mantan kepala pemerintahan.
Posisi Kekuasaan sebagai Faktor Pemberat
Dalam perkara Najib Razak, pengadilan menegaskan bahwa posisi terdakwa sebagai kepala pemerintahan justru menjadi faktor pemberat utama. Kekuasaan yang seharusnya digunakan untuk melindungi rakyat, malah dimanipulasi untuk menutupi kejahatan terhadap rakyatnya sendiri.
Hal ini menjadi pelajaran penting, terlebih bagi Indonesia, di mana kepala pemerintahan sekaligus kepala negara memiliki kekuasaan yang sangat besar. Jika kekuasaan tersebut tidak dibingkai oleh integritas dan moralitas, maka kehancuran sistemik hanya tinggal menunggu waktu.
Equality Before the Law: Antara Jargon dan Kenyataan
Indonesia menganut prinsip equality before the law, namun pertanyaannya:
apakah prinsip ini benar-benar dijalankan atau sekadar digaungkan?
Vonis Najib Razak membuka mata publik bahwa supremasi hukum hanya akan bermakna jika penegak hukum memiliki integritas, keberanian, dan moralitas. Jangan sampai terjadi ironi: palu hakim tajam untuk rakyat kecil, tetapi tumpul untuk pemilik modal dan kekuasaan.
Demokrasi Tanpa Akuntabilitas adalah Ancaman
Najib Razak terbukti memanipulasi kekuasaan politiknya untuk menutupi kejahatan korupsi. Ini menjadi peringatan keras bahwa demokrasi tanpa pengawasan dan akuntabilitas hanya akan melahirkan rezim otoriter dalam kemasan demokratis.
Vonis tersebut merupakan pesan dramatis dan berharga bagi bangsa-bangsa yang mengaku sebagai negara hukum:
kekuasaan tanpa integritas pada akhirnya akan membawa kehancuran bagi negara dan kehidupan berbangsa.
Momentum Refleksi bagi Indonesia
Bagi Indonesia, kasus ini harus menjadi momentum refleksi dan kebangkitan dalam penegakan hukum. Supremasi hukum tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus diwujudkan melalui komitmen nyata dalam memberantas korupsi — dari pucuk pimpinan hingga lapisan terbawah.
Reformasi hukum berbasis integritas adalah keniscayaan. Hanya dengan penegakan hukum yang adil, proporsional, dan berlandaskan kemanusiaan, Indonesia dapat benar-benar berdiri sebagai negara hukum yang berkeadilan, beradab, dan berintegritas.
MEDAN Suasana berbuka puasa bersama di Masjid Agung Medan pada hari ke9 Ramadan 1447 H, Jumat (27/2/26), kembali dipenuhi ratusan jamaa
Umum
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan Khusus 1447 H / 2026 M yang dirangkaikan deng
News
sumut24.co ASAHAN, Raibnya Gedung/Kantor DPD KNPI Kabupaten Asahan di Jalan Cokroaminoto Kisaran, telah menjadi perbincangan hangat dikalan
News
UNIQLO C Spring/Summer 2026 Meredefinisi Busana Esensial untuk Aktivitas Urban Masa Kini Jakartasumut24.coPerusahaan ritel pakaian global
News
JAKARTA, Wakil Ketua Umum Kadin, Andi Yuslim Patawari (AYP), angkat bicara terkait polemik penggunaan jet pribadi oleh Menteri Agama Nas
News
Sergai sumut24.co Polres Serdang Bedagai mengklarifikasi tudingan praktik tangkap lepas terhadap seorang residivis kasus narkoba berinisia
Hukum
Langkat, Sumut24.co Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan sebagai ruang refleksi sekaligus penguat silaturahmi dan semangat berbagi. Da
News
Plt.Kadis Pertanian Sahat Boangmanalu.SPd.MM Menyerahkan Alat Pertanian Kepada Kelompok Tani Terbuka
kota
Curat Rp400 Juta di Padangsidimpuan Terungkap, Satu Pelaku Dibekuk Usai Kabur ke Pekanbaru
kota
Warga Purba Sinomba Curhat Soal Jalan dan Listrik di Safari Ramadan 2026, Bupati Paluta Langsung Beri Solusi
kota