Tambang Emas Ilegal Madina Bagaikan Dracin, Daftar Nama Terungkap, Haruskah Menunggu Perintah "KAPOLRI"
Tambang Emas Ilegal Madina Bagaikan Dracin, Daftar Nama Terungkap, Haruskah Menunggu Perintah "KAPOLRI"
kota
Baca Juga:
- KAMAK Demo Kantor PUPR Sumut, Desak Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Rp250 Miliar
- Gemppar Kembali Lakukan Demo di Kantor Bupati, Kejari dan DPRD Asahan Meminta Copot Sekda Asahan
- FORSOMAKAR Kembali Demo Kantor Gubsu dan Dinas PUPR Sumut, Soroti Bobroknya Tata Kelola Perizinan Tambang Galian C di Sumut
Medan – Aroma busuk dugaan korupsi kembali menyeruak dari lingkungan Sekretariat DPRD Sumatera Utara. Koordinator Nasional Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK), Azmi Hadly, secara terbuka menantang aparat penegak hukum untuk membongkar dugaan penyelewengan anggaran yang disinyalir melibatkan Sekretaris DPRD Sumut, Zulkifli.
Azmi menyebut, praktik dugaan korupsi tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan diduga terstruktur, masif, dan berulang, terlihat dari banyaknya pos anggaran pengadaan barang, jasa, dan proyek fisik yang nilainya dinilai tidak masuk akal dan sarat rekayasa.
"Ini bukan lagi sekadar pemborosan, tapi sudah mengarah pada dugaan kejahatan anggaran. Banyak item belanja yang secara logika dan kebutuhan tidak rasional," tegas Azmi, Selasa (24/12).
Lift Dirawat Dua Kali, Meja Rapat Bernilai Miliaran
KAMAK membeberkan sederet anggaran yang dinilai janggal. Belanja pemeliharaan lift elevator dan eskalator muncul berulang dengan nilai Rp117 juta dan Rp287 juta. Pengadaan 200 meja rapat lipat dianggarkan hingga Rp1,4 miliar, sementara belanja modal mebel menembus angka Rp1,9 miliar.
Tak berhenti di situ, pengadaan 110 unit laptop menelan anggaran Rp2,03 miliar, ditambah pembelian Apple iPad dan laptop untuk kebutuhan internal senilai hampir Rp200 juta.
"Pertanyaannya sederhana: untuk siapa dan untuk apa? Apakah benar barang-barang tersebut dibutuhkan atau hanya modus pengurasan APBD dengan kemasan administrasi?" sindir Azmi.
Kamar Mandi Paripurna, Proyek Basah Berkedok Renovasi
Proyek rehabilitasi kamar mandi Gedung Paripurna juga disinyalir menjadi ladang bancakan. Selain anggaran fisik Rp135 juta, muncul pula biaya jasa konsultasi perencanaan dan pengawasan dengan nilai puluhan juta rupiah.
"Ini pola klasik. Proyek kecil dipecah-pecah: fisik, perencanaan, pengawasan. Totalnya membengkak, hasilnya nihil," ujar Azmi.
Anggaran 2025: Pemborosan Dipertontonkan Terang-Terangan
Ironisnya, dugaan pemborosan justru semakin vulgar dalam Anggaran Tahun 2025. Pemeliharaan AC dianggarkan Rp702 juta, sewa billboard 20 titik mencapai Rp700 juta, pemeliharaan akuarium Rp136,5 juta, hingga sewa tanaman dan alat pendingin bernilai ratusan juta rupiah.
Sorotan tajam juga mengarah pada renovasi rumah dinas Ketua DPRD Sumut yang menghabiskan anggaran Rp1,23 miliar, ditambah biaya konsultasi pengawasan hampir Rp80 juta.
"Ketika rakyat bicara soal pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja, di DPRD Sumut justru sibuk merawat akuarium dan sewa billboard. Ini tamparan keras bagi nurani publik," kata Azmi.
Tantang KPK dan Kejaksaan: Jangan Jadi Penonton
KAMAK secara tegas menantang KPK, Kejaksaan, dan aparat pengawas internal untuk tidak hanya menjadi penonton. Azmi menyatakan pihaknya sedang menyiapkan laporan resmi disertai data anggaran untuk diserahkan ke aparat penegak hukum.
"Kami minta audit forensik, bongkar vendor, telusuri aliran dana, dan periksa Sekwan DPRD Sumut. Jangan sampai hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah," tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Sekwan DPRD Sumut Zulkifli belum memberikan klarifikasi atau bantahan atas tudingan tersebut.red
Tambang Emas Ilegal Madina Bagaikan Dracin, Daftar Nama Terungkap, Haruskah Menunggu Perintah "KAPOLRI"
kota
Antusiasme Tinggi! 111 Pendaftar Ikuti Verifikasi Seleksi Polri 2026 di Padangsidimpuan
kota
Balita Hilang di SPBU Hutalombang, Polres Padang Lawas Sigap Memulangkan ke Orang Tua
kota
Bupati Madina Dorong Pelestarian Tradisi Lubuk Larangan untuk Ekosistem dan Masyarakat
kota
Lebih dari 3,5 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H7 Idulfitri 1447H/2026
kota
Kapolresta Deli Serdang Pantau Aktivitas Arus Balik Lebaran 1447 H di Bandara Kualanam
kota
Dugaan Narasi Negatif terhadap Kejaksaan Negeri Karo Diduga Ganggu Proses Hukum Kasus Korupsi Profile Desa
kota
Sergai sumut24.co Tim Biro Sumber Daya Manusia (Ro SDM) Polda Sumatera Utara bersama jajaran Polres Serdang Bedagai melakukan monitoring d
News
Sergai sumut24.co Seorang pria ditemukan meninggal dunia di areal perkebunan kelapa sawit PTPN IV Kebun Adolina, Kecamatan Perbaungan, Kab
Hukum
Tanjungbalai PT Bank Sumut (Perseroda) terus menegaskan perannya sebagai motor penggerak digitalisasi keuangan daerah sekaligus mitra stra
News