Wali Kota menghadiri acara Pembukaan Musda XIV KNPI Kota Pematangsiantar, di Convention Hall Siantar Hotel
Wali Kota menghadiri acara Pembukaan Musda XIV KNPI Kota Pematangsiantar, di Convention Hall Siantar Hotel
kota
Baca Juga:
- Sungai Aek Sianciing Meluap, Pemkab Madina Bergerak Cepat Normalisasi Sungai Demi Selamatkan Warga Siabu
- Kembali Tercemar, Limbah Karet Diduga Milik PTPN III Gunung Para Mengapung di Sungai Bahilang, Warga Desak Investigasi
- Rekonstruksi Pembunuhan di Sungai Buaya Digelar, Tersangka Terancam 20 Tahun Penjara
Mandailing Natal – Air Sungai Tambangan di Desa Tambangan Tonga Adian Marangin, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, berubah keruh dan berlumpur. Kondisi ini diduga kuat akibat aktivitas penambangan emas ilegal (PETI) yang dilakukan oleh warga setempat tanpa izin dan pengawasan.
Pantauan di lapangan menunjukkan air sungai yang sebelumnya jernih kini berwarna cokelat pekat, mengindikasikan tingginya sedimentasi tanah dan lumpur. Sungai tersebut selama ini menjadi sumber air penting bagi masyarakat, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun pertanian.
Aktivitas PETI diduga dilakukan secara terbuka dengan cara menggali dan mengeruk material dilahan masyarakat, namun dialirkan ke Sungai.Tanpa standar lingkungan, limbah galian langsung dibuang ke badan sungai, menyebabkan pencemaran serius dan merusak ekosistem air.
Ironisnya, praktik ilegal ini berlangsung seolah tanpa hambatan, memunculkan pertanyaan besar terkait pengawasan aparat dan pemerintah desa dan daerah. Warga menilai lemahnya penindakan membuat para penambang ilegal semakin berani beroperasi, meski dampak kerusakan lingkungan kian nyata.
"Air sungai sudah tidak bisa dipakai lagi. Kalau dibiarkan, ini bisa jadi bencana lingkungan," keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain kerusakan lingkungan, penambangan emas ilegal juga berpotensi menggunakan bahan berbahaya seperti merkuri yang dapat mencemari air dan membahayakan kesehatan manusia dalam jangka panjang.
Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), Dinas Lingkungan Hidup, serta Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal untuk segera turun tangan, menghentikan aktivitas PETI, dan menindak tegas para pelaku tanpa tebang pilih.
Jika pembiaran terus terjadi, sungai yang menjadi urat nadi kehidupan warga Tambangan Tonga terancam berubah menjadi aliran lumpur beracun—warisan kerusakan lingkungan akibat ketidakseriusan negara dalam menegakkan hukum.tim
Wali Kota menghadiri acara Pembukaan Musda XIV KNPI Kota Pematangsiantar, di Convention Hall Siantar Hotel
kota
Wali Kota menerima piagam penghargaan dari BKPRMI atas dukungan dan partisipasi aktif dalam pembinaan kegiatan keagamaan, sosial, dan kepemu
kota
Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026
kota
Dompet Dhuafa Waspada Resmikan Dua Wakaf Sumur di Tapanuli SelatanSumatera utarasumut24.co Dompet Dhuafa Waspada meresmikan dua program Wak
News
sumut24.co ASAHAN, Menciptakan suasana ibadah yang aman, tenang, dan tertib menjadi fokus utama Polres Asahan dalam mengamankan pelaksanaan
News
sumut24.co ASAHAN , Sebuah tindakan sepihak yang dinilai mencoreng aturan hukum terjadi di tengah pemukiman warga Lingkungan II, Kelurahan
News
sumut24.co TANJUNGBALAI,, Universitas Dharmawangsa menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam upaya memperkua
News
Kuras Barang Mes Polda Aceh,Dua Residivis Ditangkap
kota
Curi Seng hingga Sepeda Lipat Milik IRT di Medan Deli, Pria 38 Tahun Dibekuk Polisi
kota
Viral di Medsos! Polisi Ringkus Pencuri Material Bangunan dan Elektronik di Labuhan Deli
kota