Siapkan Generasi Muda Kuasai Konten Digital di Era AI, Dispersip Kabupaten Solok Gandeng Supri Ardi dan Uda Rio
Siapkan Generasi Muda Kuasai Konten Digital di Era AI, Dispersip Kabupaten Solok Gandeng Supri Ardi dan Uda Rio
kota
Baca Juga:
- Sungai Aek Sianciing Meluap, Pemkab Madina Bergerak Cepat Normalisasi Sungai Demi Selamatkan Warga Siabu
- Kembali Tercemar, Limbah Karet Diduga Milik PTPN III Gunung Para Mengapung di Sungai Bahilang, Warga Desak Investigasi
- Rekonstruksi Pembunuhan di Sungai Buaya Digelar, Tersangka Terancam 20 Tahun Penjara
Mandailing Natal – Air Sungai Tambangan di Desa Tambangan Tonga Adian Marangin, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, berubah keruh dan berlumpur. Kondisi ini diduga kuat akibat aktivitas penambangan emas ilegal (PETI) yang dilakukan oleh warga setempat tanpa izin dan pengawasan.
Pantauan di lapangan menunjukkan air sungai yang sebelumnya jernih kini berwarna cokelat pekat, mengindikasikan tingginya sedimentasi tanah dan lumpur. Sungai tersebut selama ini menjadi sumber air penting bagi masyarakat, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun pertanian.
Aktivitas PETI diduga dilakukan secara terbuka dengan cara menggali dan mengeruk material dilahan masyarakat, namun dialirkan ke Sungai.Tanpa standar lingkungan, limbah galian langsung dibuang ke badan sungai, menyebabkan pencemaran serius dan merusak ekosistem air.
Ironisnya, praktik ilegal ini berlangsung seolah tanpa hambatan, memunculkan pertanyaan besar terkait pengawasan aparat dan pemerintah desa dan daerah. Warga menilai lemahnya penindakan membuat para penambang ilegal semakin berani beroperasi, meski dampak kerusakan lingkungan kian nyata.
"Air sungai sudah tidak bisa dipakai lagi. Kalau dibiarkan, ini bisa jadi bencana lingkungan," keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain kerusakan lingkungan, penambangan emas ilegal juga berpotensi menggunakan bahan berbahaya seperti merkuri yang dapat mencemari air dan membahayakan kesehatan manusia dalam jangka panjang.
Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), Dinas Lingkungan Hidup, serta Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal untuk segera turun tangan, menghentikan aktivitas PETI, dan menindak tegas para pelaku tanpa tebang pilih.
Jika pembiaran terus terjadi, sungai yang menjadi urat nadi kehidupan warga Tambangan Tonga terancam berubah menjadi aliran lumpur beracun—warisan kerusakan lingkungan akibat ketidakseriusan negara dalam menegakkan hukum.tim
Siapkan Generasi Muda Kuasai Konten Digital di Era AI, Dispersip Kabupaten Solok Gandeng Supri Ardi dan Uda Rio
kota
Tim URC Jatanras Polda Sumut Tembak Lima Tersangka Pelaku Curanmor Antar Provinsi
kota
Personel Polres Tapsel Tabrak Mobil Warga karena Cemburu Dipatsus
kota
sumut24.co ASAHAN, Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara yang ke80, pada tanggal 1 JULI 2026. Ketua Dewan Pimpinan Daerah
News
sumut24.co Menjelang kunjungan resmi Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Indonesia dalam waktu dekat, profil mendalam mengenai rekam j
Profil
Bupati Dukung Rakerda dan Family Gathering JMSI Sumut dan Pelantikan JMSI Sergai/Tebingtinggi
kota
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd, MM membuka Orientasi PPPK Tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Pa
News
Sekda Pakpak Bharat Resmi Membuka Orentasi PPPK, Di Ikuti 22 Orang Peserta
kota
JMSI Sumut Dukung Program Gubsu Bobby Nasution Kolaborasi Pemerintah dan Media Kunci Percepat Pembangunan
News
Paripurna VI DPRD dalam rangka Pengambilan Keputusan terhadap Ranperda tentang Insentif Tenaga Pendidik pada Pendidikan Non Formal Bidang Ke
kota