Antonius Tumanggor Dorong Masyarakat Batak Tidak Abaikan Urus Akta Nikah, KK dan KTP
sumut24.co MEDAN, Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, mengingatkan masyarakat khususnya warga Batak agar tidak mengabaikan
kota
Baca Juga:
Medan - Indonesia tidak cukup hanya dipimpin oleh orang-orang berilmu pengetahuan tinggi. Bangsa sebesar ini, dengan keragaman suku, agama, budaya, serta kompleksitas persoalan sosial, ekonomi, dan politik, justru membutuhkan sesuatu yang lebih mendasar: kepemimpinan yang berakhlak, bermoral, dan berlandaskan budi pekerti luhur.
Ilmu tanpa akhlak berpotensi melahirkan kecerdasan yang dingin, bahkan berbahaya. Sejarah telah banyak membuktikan, betapa kecerdasan tanpa nurani kerap menjadi alat pembenaran bagi keserakahan, penyalahgunaan kekuasaan, dan praktik-praktik kotor yang merugikan rakyat. Karena itu, kepemimpinan sejati tidak hanya diukur dari gelar akademik atau kecakapan teknokratis, melainkan dari integritas moral dan keteladanan sikap hidup.
Syahrir Nst menegaskan, kepemimpinan suatu negara—terlebih Indonesia—harus dilandasi akhlakul karimah. Memimpin bangsa ini berarti memimpin dengan hati nurani yang bersih, menjauhkan diri dari kepentingan nafsu duniawi, serta bebas dari motif-motif tersembunyi yang mengorbankan kepentingan rakyat. Kepemimpinan yang berakhlak adalah kepemimpinan yang jujur, tulus, dan ikhlas dalam pengabdian.
Akhlak itu sendiri lahir dari iman yang jujur dan bersih. Iman yang tidak dimanipulasi oleh ambisi kekuasaan, tidak dicemari oleh transaksi politik gelap, dan tidak tunduk pada kepentingan sesaat. Dari iman itulah tumbuh keberanian untuk berlaku adil, bersikap tegas terhadap kezaliman, dan konsisten membela kebenaran meski penuh risiko.
Lebih jauh, kepemimpinan yang ideal adalah kepemimpinan yang menghadirkan Tuhan dalam setiap keputusan. Bukan sekadar simbol atau jargon religius, melainkan kesadaran bahwa kekuasaan adalah amanah, dan setiap kebijakan akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya di hadapan rakyat, tetapi juga di hadapan Allah SWT. Kesadaran inilah yang melahirkan rasa tanggung jawab untuk mengayomi seluruh makhluk ciptaan Tuhan—manusia, hewan, dan alam semesta.
Indonesia hari ini tidak kekurangan orang pintar. Namun, bangsa ini masih merindukan pemimpin yang bersih hatinya, lurus niatnya, dan kuat akhlaknya. Pemimpin yang tidak menjadikan jabatan sebagai alat memperkaya diri dan kelompok, tetapi sebagai sarana ibadah dan pengabdian.
Pada akhirnya, masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas moral para pemimpinnya. Sebab hanya dengan kepemimpinan yang berilmu dan berakhlak, negeri ini dapat melangkah menuju keadilan, kesejahteraan, dan keberkahan yang hakiki.red
sumut24.co MEDAN, Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, mengingatkan masyarakat khususnya warga Batak agar tidak mengabaikan
kota
Gubsu Didesak Akhiri Rangkap Jabatan Pj SekdaprovsuElfanda Seolaholah Tidak Ada SDM Lain
kota
Launching Pemilihan Wali Nagari Serentak Tahun 2026 Kabupaten Solok Resmi Digelar
kota
Seorang Pemuda Terduga Jaringan Paham Terorisme di Palas Ditangkap Densus 88 Anti Teror
kota
sumut24.co ASAHAN, Suatu insiden perusakan plang penanda milik Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA) Kabupaten Asahan kini berlanjut ke jalur
News
sumut24.co Labuhanbatu, Ketua Bawaslu Labuhanbatu berinisial W, resmi dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan penelantaran rumah tangga.
News
sumut24.co ASAHAN, Suasana Lapangan Sepak Bola Universitas Asahan (UNA) hari Minggu (10/5) sekira pukul 10.05 Wib menjadi begitu meriah. Ge
News
sumut24.co ASAHAN, Menyongsong masa depan yang lebih dinamis dan berprestasi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI
News
sumut24.co ASAHAN, Praktik curang dalam pengadaan peta desa terbukti merugikan keuangan negara secara masif di Kabupaten Asahan. Seorang ok
News
77 Peserta Rehab Ikuti Upacara Khidmat, Ketua JMSI Sumut Jauhi Bahaya Narkoba
News