Industri Keuangan Syariah Terus Tumbuh Positif, Aset Tembus Rekor Rp3.131 Triliun
sumut24.co JakartaIndustri keuangan syariah nasional mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan total nilai aset menembus Rp 3.1
Ekbis
Baca Juga:
- Dorong Ekonomi Keluarga dan Hadapi Lomba, Ketua TP PKK Asahan Serahkan Bantuan Usaha ke Poklak Kelurahan Sentang
- Alasan Tanah Mengandung Zat Asam Tinggi, 20 Ribu Bibit Bantuan Kemenhut Hilang, Warga Sorot Pelanggaran Hukum dan Manipulasi Data
- Bupati Asahan Salurkan Bantuan Rp 30 Miliar untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana Bireuen
Kondisi memprihatinkan masih dialami ratusan warga Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), lebih dari sepekan setelah banjir bandang menghantam wilayah mereka pada 24 November 2025. Minimnya bantuan logistik membuat sebagian warga terpaksa bertahan hidup dengan ubi dan jagung sebagai makanan harian.
Kepala Desa Simataniari, Hasian Harahap, mengungkapkan bahwa hingga kini bantuan yang masuk sangat terbatas. Bantuan baru hanya berasal dari PLTA Batang Toru sebanyak 500 kilogram beras dan tambahan 250 kilogram dari kelompok masyarakat di Kota Pinang.
"Selain itu belum ada bantuan lain yang masuk ke desa kami," ujar Hasian, Jumat (5/12/2025).
Banjir besar tersebut merendam dua dusun: Dusun Sibara-bara dan Dusun Setia Baru. Sekitar 187 kepala keluarga, atau lebih dari 700 jiwa, terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman setelah air bah merendam permukiman dan menutup akses utama desa.
Hasian menyampaikan bahwa sejak bencana terjadi, tidak banyak pihak yang turun langsung melihat kondisi warga terdampak. Minimnya perhatian ini membuat persediaan pangan cepat menipis.
"Sebagian warga terpaksa makan campuran ubi dan jagung supaya tetap bisa bertahan," ucapnya lirih.
Situasi semakin berat karena akses jalan ke dua dusun terdampak tertutup lumpur setinggi 50–60 sentimeter. Drainase yang tersumbat serta halaman rumah warga yang masih digenangi lumpur membuat aktivitas pemulihan berjalan lambat.
Warga kini bergotong royong membersihkan sekitar tiga kilometer ruas jalan yang tertimbun material lumpur. Sebagian pengungsi membangun tenda darurat di area perbukitan, sementara yang lain menumpang di rumah kerabat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapanuli Selatan, Idam Halid Pulungan, mengatakan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan hingga tingkat kecamatan.
"Apakah distribusinya sudah sampai ke seluruh warga, nanti akan kami cek kembali," jelas Idam.
Sementara itu, Camat Angkola Sangkunur, Daniel, menegaskan bahwa beberapa bantuan dari PLTA Batang Toru, KAHMI, dan IOF telah masuk ke wilayah Simataniari, termasuk ke Dusun Sibara-bara. Namun, distribusi untuk Dusun Setia Baru masih menunggu laporan lanjutan.
"Memang ada informasi bantuan belum terbagi merata. Itu akan kami pastikan segera," katanya.
Kondisi di Desa Simataniari kini menunggu penanganan yang lebih cepat dan terarah agar warga terdampak bisa segera mendapatkan kebutuhan dasar yang memadai serta pemulihan akses jalan yang vital untuk distribusi bantuan lanjutan.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
sumut24.co JakartaIndustri keuangan syariah nasional mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan total nilai aset menembus Rp 3.1
Ekbis
sumut24.co MEDAN Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos menegaskan pemerintah memiliki kewajiban membantu masyaraka
kota
Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso Rangkul Wartawan, Kritik Jadi Bahan Evaluasi
kota
Bupati Madina Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran, Data Warga Miskin Bakal Diverifikasi Langsung
kota
Lahan Tidur 6 Hektare Disulap Jadi Kebun Hidroponik, Wabup Basri Bidik Paluta Jadi Pemasok MBG
kota
Menuju Jambore Nasional XII 2026, Kapolres Paluta Titip Pesan Khusus kepada Kontingen Pramuka
kota
Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Kembali Bergerak, 8 Potongan Ganja Disita dari Pria 47 Tahun
kota
Garagara Teguran soal Wanita Lain, Pria di Padang Lawas Diduga Hantam Istri Pakai Batu
kota
GaraGara soal Ternak Babi, Berujung Penembakan Warga Tapsel Tewas dengan Dua Luka Peluru
kota
Tak Kebagian Warisan, Adik Diduga Habisi Abang di Kebun Tapsel
kota