Dida Mutyara: Kritik Nasabah dan Media Jadi Pecutan untuk Benahi Bank Sumut
Dida Mutyara Kritik Nasabah dan Media Jadi Pecutan untuk Benahi Bank Sumut
News
Baca Juga:
- Wakil Bupati Asahan Pada Peringatan Maulid Nabi, Ajak Teladani Akhlak Rasulullah dan Perkuat Kepedulian Sosial
- Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat, PLN UID Sumut Resmikan Program Budidaya Jamur Tiram Berbasis Listrik
- Peringati Maulid Nabi, Pemkab Asahan Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah SAW
Syahrir menilai penggunaan istilah tersebut sering kali tidak tepat, karena pada dasarnya pejabat — mulai dari bupati, wali kota, gubernur hingga presiden — bekerja menggunakan amanah dan anggaran yang bersumber dari masyarakat.
"Pejabat itu pelayan rakyat. Apa yang mereka lakukan adalah bagian dari tanggung jawab yang memang sudah diemban," kata Syahrir.
Soroti Polemik antara Dokter Tifa dan Faizal Assegaf
Syahrir juga menyinggung polemik yang tengah ramai diperbincangkan antara akademisi Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa dan aktivis Faizal Assegaf.
Dokter Tifa sebelumnya membantah tudingan Faizal Assegaf yang menyebut dirinya menerima sejumlah uang terkait kajian ilmiah mengenai mantan Presiden Joko Widodo. Tudingan itu bahkan disertai permintaan agar rekening beberapa nama diperiksa.
Dalam pernyataannya melalui akun X @Dokter_Tifa, Dokter Tifa menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan bertentangan dengan prinsip akademik yang selama ini ia junjung.
"Tidak ada satu rupiah pun dana dari pihak mana pun yang saya terima. Semua kajian saya berbasis ilmu pengetahuan dan tanggung jawab moral," tulisnya.
Ia menyebut seluruh penelitiannya berangkat dari disiplin ilmu yang ditekuninya, seperti Epidemiologi, Ilmu Perilaku, dan Neurosains, yang kemudian membentuk kajian Neuropolitika.
Menegaskan Pentingnya Integritas Akademisi
Menurut Syahrir, seorang akademisi — terlebih dosen, guru besar, dan rektor — memiliki tanggung jawab moral besar dalam menjaga integritas, etika, serta objektivitas dalam setiap pandangan yang disampaikan.
"Peran akademisi itu sangat penting. Mereka menjadi panutan dan penghasil generasi yang berpendidikan. Integritas dan komitmen pada kebenaran harus tetap dijaga," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa komunitas kampus merupakan ruang yang secara alami terbiasa mengkritisi berbagai fenomena sosial dan dinamika masyarakat.
"Adalah hal wajar jika kalangan kampus bersuara kritis. Mereka ikut menyaksikan fenomena sosial yang terjadi dan tentu berkepentingan menjaga nilai-nilai yang diatur dalam konstitusi serta undang-undang," ujarnya.
Pernyataan Syahrir ini menjadi pengingat bahwa baik pejabat publik maupun akademisi memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan kualitas kehidupan demokrasi.rel
Dida Mutyara Kritik Nasabah dan Media Jadi Pecutan untuk Benahi Bank Sumut
News
FOZ Sumut Ajak Lembaga Zakat Kolaborasi untuk Beasiswa 70 Anak dan Rumah Singgah PasienMedansumut24.co Forum Zakat (FOZ) Sumatera Utara men
News
PB Pendawa Indonesia Gelar Milad ke27, Usung Semangat Harmoni dan Persaudaraan
News
Tersangka Anggota DPRDSU Dhody Thahir Ditahan Polda Sumut, Dirkrimum Bilang Belum Ada Info
News
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) memperkuat sinergi dengan Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan dalam mendukung ketahanan energ
kota
sumut24.co ASAHAN, Keberhasilan penyelidikan yang dilakukan berbulanbulan membuahkan hasil. Unit Reskrim Polsek Kota Kisaran Timur akhirny
News
Akses JKN Makin Luas, BPJS Kesehatan Dorong Mutu Layanan Faskes
kota
sumut24.co ASAHAN, Kehadiran kepolisian di jalan raya membuahkan hasil nyata. Tim Patroli Polsek Buntu Pane yang dikerahkan untuk mengantis
News
sumut24.co Labuhanbatu, Satuan personel Unit Reskrim Polsek Bilah Hilir di bawah komando Kanit Reskrim Ipda M,Purba SH, dalam 1 x24 jam ber
News
Dalam Waktu 3 Jam, Tim URC Tangkap Pelaku Pencurian Sepeda Motor
News