Rabu, 19 Agustus 2026

Tingkatkan Daya Saing Produk, Tim Pemas DPPM USU 2026 Serahkan Mesin Pengering dan Latih Inovasi Rengginang Kelor di Daycare Lansia Aisyiyah Mentari

Administrator - Rabu, 19 Agustus 2026 21:19 WIB
Tingkatkan Daya Saing Produk, Tim Pemas DPPM USU 2026 Serahkan Mesin Pengering dan Latih Inovasi Rengginang Kelor di Daycare Lansia Aisyiyah Mentari
DPPM Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU) dan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pemas) USU.
sumut24.co - Langkat

Baca Juga:

Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU) dan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pemas) USU Tahun 2026, melaksanakan kegiatan sosialisasi, bimbingan teknis, serta penyerahan teknologi tepat guna kepada Daycare Lansia Aisyiyah Mentari, Kelurahan Kwala Bingai, Kabupaten Langkat, pada Sabtu, 25 Juli 2026.


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kemandirian mitra melalui penerapan teknologi tepat guna serta inovasi produk pangan. Dalam kegiatan tersebut, tim menyerahkan dua set mesin pengering tipe rak, alaat pengemas (sealer), serta perlengkapan produksi rengginang meliputi cetakan rengginang mini, pengukus, wajan, kompor beserta gas LPG, dan sebagainya hingga meja promosi produk. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu mitra mengatasi kendala proses pengeringan sekaligus meningkatkan konsistensi dan kualitas produk.




Kegiatan ini bertujuan untuk menjawab kendala operasional produksi rengginang yang selama ini dihadapi Daycare Lansia Aisyiyah Mentari, sekaligus mendorong transformasi produk agar memiliki nilai tambah, kualitas pangan yang lebih baik, kemasan yang lebih menarik, serta daya saing yang lebih tinggi di pasar.


Program pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Putri Chandra Ayu, S.TP., M.Si. dari Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Pertanian USU, dengan anggota Nur Ulina Warnisyah Sebayang, S.P., M.Agr. dari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian USU, serta Diza Fathamira Hamzah, S.K.M., M.Kes. dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat USU.


Kegiatan juga melibatkan mahasiswa, yaitu Amaliah Putri Siahaan dan Maulida Hasanah dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat USU, serta Dinda Prasuci, Inggra Andrian, M. Khoril Asri, M. Ilyas Munthe, dan Reflina Faomasi Gulo dari Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Pertanian USU. Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan dalam pelaksanaan program meliputi aspek teknologi pengolahan dan pengeringan, pemanfaatan bahan tanaman dan potensi bahan baku lokal, serta memperkuat aspek pangan dan gizi, edukasi kesehatan, perilaku hidup sehat, serta peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan lansia.


Tim pengabdian merancang program setelah melakukan identifikasi langsung terhadap kondisi produksi di Daycare Lansia Aisyiyah Mentari. Salah satu kendala utama yang ditemukan adalah proses pengeringan rengginang yang sebelumnya masih sangat bergantung pada sinar matahari. Ketergantungan tersebut menyebabkan proses produksi menjadi tidak konsisten. Ketika kondisi cuaca kurang mendukung, proses pengeringan dapat berlangsung lebih lama dan bahkan menghambat kelanjutan proses produksi. Selain itu, pengeringan secara terbuka juga memiliki risiko produk terpapar debu dan kontaminan dari lingkungan.


Kondisi tersebut menjadi dasar bagi tim untuk memperkenalkan teknologi pengering mekanis yang memungkinkan proses pengeringan dilakukan secara lebih terkontrol, higienis, dan tidak bergantung sepenuhnya pada kondisi cuaca.


Dalam kegiatan tersebut, tim menyerahkan dua set oven pengering tipe rak, masing-masing dilengkapi lima rak dengan sumber panas berbasis gas yang sudah dilengkapi dengan termokopel untuk deteksi suhu, blower dan lampu indikator suhu. Teknologi ini dirancang untuk membantu mempercepat dan mengefisienkan proses pengeringan rengginang dengan tetap memperhatikan kandungan produk. Dengan kondisi pengeringan yang lebih terkontrol, mitra dapat mengurangi ketergantungan terhadap pengeringan di bawah sinar matahari sehingga proses produksi dapat dilakukan secara lebih terencana. Penerapan teknologi pengering mekanis juga memberikan peluang bagi mitra untuk menjaga konsistensi proses dan mutu produk, sekaligus meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap.


Selain inovasi teknologi pengeringan, kegiatan juga diarahkan pada pengembangan rengginang daun kelor sebagai produk pangan inovatif. Tim bersama mahasiswa mendampingi anggota Daycare Lansia Aisyiyah Mentari dalam mengembangkan formulasi rengginang dengan penambahan daun kelor (Moringa oleifera).


Daun kelor dipilih karena memiliki potensi sebagai bahan pangan yang kaya akan berbagai komponen gizi dan senyawa bioaktif. Pemanfaatannya dalam produk rengginang diharapkan dapat memberikan nilai tambah pangan sekaligus menghasilkan variasi produk yang memiliki karakteristik dan daya tarik tersendiri.

Dalam proses pengembangan produk, tim juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengendalian proses pengolahan, termasuk pengaturan suhu pengeringan. Penggunaan suhu sekitar 50°C diarahkan untuk memperoleh proses pengeringan yang efektif dengan tetap memperhatikan karakteristik bahan dan mutu produk.


Dengan inovasi tersebut, rengginang yang sebelumnya menjadi salah satu produk andalan mitra dikembangkan menjadi produk dengan identitas baru, yaitu rengginang kelor, yang menggabungkan potensi pangan lokal dengan inovasi pengolahan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama pengurus dan anggota Daycare Lansia Aisyiyah Mentari. Diskusi berlangsung secara interaktif untuk mengidentifikasi kebutuhan mitra, menyelaraskan tujuan kegiatan, serta mematangkan rencana pengembangan produk dan penerapan teknologi pengeringan.


Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengoperasian alat secara langsung. Anggota Daycare Lansia Aisyiyah Mentari mendapatkan bimbingan mengenai tata cara penggunaan dan pengoperasian teknologi yang diberikan. Melalui praktik tersebut, mitra secara langsung mencoba tahapan pengeringan dan pengemasan produk. Hasil uji coba menghasilkan sampel rengginang kelor dengan karakteristik yang diharapkan, antara lain tekstur yang renyah dan warna hijau alami dari daun kelor. Kegiatan praktik juga menjadi sarana transfer pengetahuan agar teknologi yang diserahkan tidak hanya menjadi peralatan produksi, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan dan dioperasikan secara mandiri oleh mitra.


Rangkaian kegiatan pendampingan mendapatkan respons positif dan antusias dari pengurus serta anggota Daycare Lansia Aisyiyah Mentari. Ibu Yumina, selaku Ketua Daycare Lansia Aisyiyah Mentari, menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan bersama tim USU sangat bermanfaat bagi mitra, khususnya dalam memberikan pengetahuan baru mengenai pengolahan pangan, penggunaan teknologi pengering, pengemasan, serta inovasi produk rengginang berbahan daun kelor.


Menurut mitra, kehadiran mesin pengering menjadi solusi atas kendala yang selama ini dihadapi dalam proses produksi, terutama ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk melakukan pengeringan secara optimal.

Bagi tim pengabdian, respons positif tersebut menjadi indikator bahwa penerapan teknologi dan inovasi yang diberikan telah disesuaikan dengan kebutuhan nyata mitra. Pendampingan juga diharapkan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat dilanjutkan oleh mitra secara mandiri untuk mendukung keberlanjutan usaha.


Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan lansia melalui aktivitas produktif dan pengembangan usaha pangan berbasis potensi lokal. Melalui keterlibatan dalam proses produksi, lansia memperoleh kesempatan untuk tetap beraktivitas, berinteraksi, dan berkontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan demikian, pengembangan usaha pangan di Daycare Lansia Aisyiyah Mentari diharapkan dapat memberikan manfaat sosial sekaligus ekonomi.


Kegiatan ini juga sejalan dengan beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDG 2-zero hunger, SDG 3 – Good Health and Well-being, SDG 8 – Decent Work and Economic Growth, SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure, SDG 12 – Responsible Consumption and Production, dan SDG 17 – Partnerships for the Goals.

Melalui dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun 2026, kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan teknologi dan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Pemberian mesin pengering dan sealer tidak hanya dimaknai sebagai penyerahan peralatan, tetapi sebagai bagian dari proses transfer teknologi, peningkatan kapasitas, inovasi produk, dan penguatan keberlanjutan usaha mitra.


Ke depan, pengembangan dapat dilanjutkan melalui peningkatan standardisasi proses produksi, penguatan merek dan desain kemasan, pengembangan jaringan pemasaran, pencatatan biaya dan keuntungan usaha, serta diversifikasi produk pangan lainnya. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun usaha pangan lansia yang produktif, inovatif, mandiri, dan berkelanjutan.

Dari teknologi untuk produktivitas, dari inovasi untuk daya saing, dan dari pemberdayaan untuk kemandirian. (Tim Pemas DPPM USU 2026).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pembukaan PKKMB, Rektor USU : Kemampuan Komunikasi Jadi Kunci Kesuksesan
Relokasi Chapel USU Untuk Renovasi, Fasilitas Ibadah Tetap Disediakan Selama Proses Pembangunan
USU Pecat Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual
USU Raih Program Media Relations Terbaik Pada MRA 2026
Ditres PPA dan PPO Polda Sumut Koordinasi dengan USU, Dorong Korban Dugaan Pelecehan Seksual Segera Melapor
USU dan BTN Sinergikan Inovasi Kampus Untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
komentar
beritaTerbaru