Tarawih Bareng Polisi, Warga Panyanggar Sambut Hangat Kehadiran Polres Padangsidimpuan
Tarawih Bareng Polisi, Warga Panyanggar Sambut Hangat Kehadiran Polres Padangsidimpuan
kota
Baca Juga:
MEDAN, – Gelombang kecaman terhadap aksi penyebaran fitnah yang menimpa Anggota DPRD Sumatera Utara, Hasyim SE, terus berdatangan. Kali ini, Penasihat Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara sekaligus Pemerhati Sosial, Otti Batubara, dengan tegas menyuarakan sikap keras terhadap tindakan akun Facebook "Cucu Acek Bersin" yang diduga menyebarkan tuduhan tidak berdasar terhadap Hasyim SE. Otti menilai tindakan tersebut bukan hanya mencemarkan nama baik pribadi, tetapi juga merusak tatanan sosial dan kualitas kehidupan demokrasi.
Otti menyatakan bahwa Hasyim SE adalah tokoh publik yang selama ini menunjukkan dedikasi dalam tugas legislatif dan pelayanan masyarakat, sehingga tidak layak diserang dengan narasi yang tidak berbasis fakta. Ia menilai tudingan yang disebarkan merupakan bentuk perilaku tidak bertanggung jawab yang dapat memicu gangguan stabilitas sosial, khususnya di tengah masyarakat yang menghormati kiprah Hasyim.
Menurutnya, pola penyebaran tuduhan liar semacam itu seringkali dilakukan secara sistematis untuk merusak reputasi seseorang. Sebagai pemerhati dinamika sosial, Otti menilai tindakan tersebut tidak bisa dipandang sekadar sebagai kesalahan kecil, melainkan bagian dari kejahatan informasi yang jika dibiarkan akan menormalisasi praktik fitnah di ruang publik.
"Fitnah adalah tindakan destruktif yang merusak kehormatan seseorang tanpa dasar. Apalagi dilakukan terhadap tokoh seperti Hasyim SE, seorang legislator yang sudah banyak berbuat untuk Sumatera Utara. Ini tindakan tidak beradab dan harus dihentikan sekarang juga," tegas Otti.
Ia juga menyoroti bahwa media sosial saat ini menjadi sarana yang mudah dimanfaatkan untuk menyerang reputasi orang lain, terlebih ketika publik tidak memilah informasi dengan cermat. Menurut Otti, tindakan tidak bertanggung jawab seperti ini berpotensi menggiring opini publik ke arah yang keliru, melemahkan kepercayaan masyarakat, dan memperburuk kualitas demokrasi lokal.
Untuk itu, Otti mendesak Polda Sumatera Utara agar segera bertindak tegas, cepat, dan profesional dalam menangani laporan pencemaran nama baik terhadap Hasyim SE. Ia menilai langkah hukum tidak hanya penting bagi pemulihan nama baik korban, tetapi juga sebagai pesan tegas bahwa penyebaran fitnah tidak boleh mendapat ruang toleransi.
"Penegakan hukum bukan hanya demi Hasyim SE, tetapi demi menjaga kewarasan sosial. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya agar publik tidak semakin terbiasa dengan budaya fitnah dan menyerang tanpa fakta," ujarnya.
Sebagai salah seorang tokoh Marhaen yang dekat dengan kalangan pemuda, Otti juga mengingatkan agar generasi muda tidak larut dalam budaya digital yang permisif terhadap hoaks dan ujaran kebencian. Ia menekankan pentingnya literasi digital sebagai tameng terhadap manipulasi informasi yang merugikan banyak pihak.
Menutup pernyataannya, Otti Batubara menegaskan bahwa Hasyim SE harus dilindungi dari segala bentuk fitnah, dan masyarakat perlu menjaga akal sehat dalam bermedia sosial. Ia berharap agar kasus ini diproses hingga tuntas sehingga menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak bermain-main dengan kehormatan orang lain.
"Menjaga kehormatan seseorang adalah etika dlam bermasyarakat. Kita harus melawan fitnah, bukan membiarkannya menjadi budaya. Hasyim SE patut dihormati, bukan dihina dengan cara yang memalukan," tutupnya.
Tarawih Bareng Polisi, Warga Panyanggar Sambut Hangat Kehadiran Polres Padangsidimpuan
kota
Polsek Hutaimbaru Tebar 30 Paket Takjil, Polri Hadir sebagai Sahabat Masyarakat di Ramadhan
kota
AKBP Wira Prayatna Pimpin Langsung Tes Urine, Internal Polres Padangsidimpuan Dipastikan Bersih
kota
Digerebek Dini Hari, Pengedar Sabu di Pasar Sibuhuan Dibekuk Satresnarkoba Polres Palas
kota
Membangun Kolam, Menyemai Masa Depan Potret Kasih Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel untuk Rakyat Tapsel
kota
Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel, Praka Markus Sanjaya Bantu Warga Bangun Kolam Ikan di Sangkunur Tangan TNI yang Menghidupkan Harapan
kota
Kemanunggalan di Balik Harumnya Daun Bawang Kisah Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Kopda Ibrahim Dalimunthe dan Ibu Aniyah
kota
Saat Seragam Loreng Turun ke Sawah, Momen Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel Bantu Panen Bawang Prei Ibu Aniyah
kota
Medan, Sumut24.co Momentum Ramadan dimanfaatkan Alumni SMPN 8/10 Medan Angkatan 1995 untuk mempererat tali silaturahmi melalui kegiatan buka
Kota
sumut24.co MEDAN, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) kembali menegaskan posisinya di panggung pendidikan tinggi global melalui penyelengga
kota