Bank Sumut Serahkan CSR Rp 4,46 Miliar Perkuat Penanganan Bencana di Sumut*
Bank Sumut Serahkan CSR Rp 4,46 Miliar Perkuat Penanganan Bencana di Sumut
kota
Baca Juga:
Madina | Sumut24.co
Tidak banyak orang yang mampu menempuh dua dunia yang berbeda dengan keberhasilan yang sama. Namun, Yos Arnold Tarigan adalah salah satu dari sedikit sosok yang berhasil melakukannya. Dulu, ia dikenal sebagai wartawan kriminal yang rajin memburu berita hukum di lapangan. Kini, ia dipercaya memimpin lembaga penegak hukum sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Madina).
Kisah perjalanan kariernya bukan sekadar perubahan profesi, tetapi juga cerminan ketekunan, kecintaan pada ilmu dan komitmen terhadap nilai keadilan.
Sebelum mengenakan toga jaksa, Yos Arnold Tarigan pernah meniti karier sebagai wartawan di Harian Medan Bisnis sekitar tahun 2008–2009 di Kota Medan. Ia banyak meliput berita kriminal dan hukum, bertemu dengan aparat penegak hukum, serta menyaksikan langsung bagaimana hukum bekerja di lapangan. Dari sanalah, bibit ketertarikannya pada dunia hukum tumbuh semakin kuat.
"Saya sudah suka membaca sejak kecil. Dari membaca saya belajar menulis, dan dari menulis saya belajar memahami hukum, "ujar Yos dengan senyum mengenang masa lalu.
Bagi Yos, dunia jurnalistik mengajarkannya ketelitian, keberanian, dan kejujuran dalam mencari fakta. Nilai-nilai itu kelak menjadi fondasi penting ketika ia beralih profesi sebagai aparat penegak hukum.
Selepas menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Yos memutuskan untuk mengabdikan dirinya pada dunia hukum secara langsung. Tahun 2011 menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya saat ia bergabung dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sebagai staf di bidang Penerangan Hukum.
Semangat belajarnya yang tinggi mendorongnya melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Hukum (S2) dan lulus pada tahun 2013. Pada tahun yang sama, ia mengikuti Pendidikan Pembentukan Jaksa (PPPJ) — sebuah proses panjang dan ketat yang harus dilalui untuk menjadi seorang jaksa.
Setelah resmi dilantik, Yos ditempatkan di Kejaksaan Negeri Kabanjahe. Dari sanalah perjalanan panjangnya sebagai abdi hukum dimulai.
Ketekunan dan profesionalisme membawa Yos Arnold Tarigan naik ke berbagai posisi strategis, Ia pernah menjabat sebagai:
- Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tapanuli Selatan,
- kemudian Kasi Pidsus di Kejaksaan Negeri Deliserdang,
- dan terakhir menjabat sebagai Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumatera Utara sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kejaksaan Negeri Mandailing Natal sebagai Plt Kepala Kejari.
Setiap jabatan ia jalani dengan prinsip kerja yang sama: menegakkan hukum dengan hati nurani.
"Menegakkan hukum bukan hanya soal pasal, tapi juga rasa keadilan masyarakat, "tegas Yos.
Baginya, keberhasilan seorang jaksa tidak hanya diukur dari jumlah kasus yang ditangani, tetapi juga dari kemampuan memahami dampak sosial dan moral dari setiap keputusan hukum yang diambil.
Menariknya, pengalaman Yos sebagai wartawan menjadi modal penting dalam menjalankan tugasnya sebagai jaksa. Kemampuannya mengolah informasi, menelusuri fakta, dan berkomunikasi dengan masyarakat membuatnya lebih peka terhadap isu publik dan kebutuhan masyarakat.
Dari ruang redaksi hingga ruang sidang, Yos membuktikan bahwa pena dan palu keadilan sejatinya memiliki tujuan yang sama — mencari kebenaran.
"Baik sebagai wartawan maupun jaksa, tugas saya tetap sama: menyuarakan kebenaran dan menegakkan keadilan," tuturnya.
Sebagai Plt Kepala Kejaksaan Negeri Mandailing Natal, Yos dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang terbuka dan humanis. Ia mendorong seluruh jajaran Kejari Madina untuk tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pendekatan edukatif dan preventif terhadap masyarakat.
Ia percaya, membangun kesadaran hukum sejak dini jauh lebih efektif daripada sekadar memberikan hukuman. Oleh karena itu, Yos aktif menginisiasi berbagai kegiatan penerangan hukum, seperti penyuluhan di sekolah, kampus dan komunitas masyarakat lokal.
Langkah-langkah tersebut selaras dengan visi Kejaksaan untuk menjadi lembaga hukum yang profesional, berintegritas, dan berkeadilan sosial.
Kesuksesan Yos Arnold Tarigan tidak datang secara instan. Ia selalu menekankan pentingnya disiplin, rasa ingin tahu dan kejujuran dalam setiap pekerjaan. Kegigihannya meniti karier dari bawah hingga memimpin sebuah kejaksaan negeri menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari mimpi kecil dan kerja keras.
"Setiap langkah dalam hidup saya, baik sebagai wartawan maupun jaksa, selalu berangkat dari keyakinan bahwa kebenaran harus diperjuangkan dengan cara yang benar," ujar Yos.
Melalui perjalanan kariernya, Yos berharap generasi muda Indonesia berani mengambil keputusan untuk terus belajar dan mengembangkan diri, tanpa takut berpindah jalur selama tujuannya jelas dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Jangan takut bermimpi dan berubah arah. Asal tetap jujur dan berkomitmen, setiap profesi bisa menjadi jalan menuju kebaikan," pesannya.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Bank Sumut Serahkan CSR Rp 4,46 Miliar Perkuat Penanganan Bencana di Sumut
kota
Pelantikan Pengurus FORWAKA Medan Periode 2026&ndash2028, Irfandi Perkuat Sinergi Pers dan Aparat Penegak Hukum
kota
RPK Langkat Resah, Bermohon Kebijakan Terbaik dari Pimpinan Bulog Medan
kota
Di Antara Zikir dan IUP Perebutan Ruang Hidup di Beutong Ateuh
kota
Mitigasi Trauma Sosial Eks Santri Ndolo KusumoSediakan Posko Aduan dan Pendampingan Psikologis
kota
Kanwil DJKN Sumut dan Kejati Sumut Jalin Kerja Sama Percepatan Pemulihan Aset Negara
kota
Kejaksaan Setorkan Rp10,2 Triliun dan 2,3 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara
kota
Garuda Indonesia Medan Audiensi dan Silaturahmi dengan Kajati Sumut
kota
Hak Jawab Agincourt Resources Tegaskan Pengelolaan Lingkungan dan KonservasiKeanekaragaman Hayati Dilaksanakan secara Bertanggung Jawab
kota
Hak Jawab PTAR Tegaskan Pengelolaan Lahan Ramba Joring Dilakukan SesuaiKetentuan Hukum
kota