JMSI Sumut Matangkan Persiapan Raker dan Pelantikan JMSI Batubara serta Sergai-Tebing Tinggi
JMSI Sumut Matangkan Persiapan Raker dan Pelantikan JMSI Batubara serta SergaiTebing Tinggi MEDAN sumut24.coRapat persiapan berlangsung d
News
Baca Juga:
Medan | Sumut24.co – Koordinator Nasional Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK), Azmi Hadly, menyoroti kian parahnya kondisi banjir di Kota Medan meski setiap tahun pemerintah kota mengelola anggaran daerah mencapai triliunan rupiah.
Menurut Azmi, pengelolaan APBD yang dikendalikan semasa Wali Kota Bobby Nasution bersama Kadis PU Medan Topan Ginting belum memberikan dampak nyata terhadap perbaikan infrastruktur dasar, terutama sistem drainase dan pengendalian banjir.
"Triliunan APBD Medan dikelola Bobby Nasution dan Topan Ginting, tapi kenyataannya Medan makin parah banjirnya. Hampir setiap hujan besar, jalan protokol dan permukiman terendam air. Ini menandakan lemahnya perencanaan dan pengawasan," tegas Azmi Hadly, Kamis (16/10/2025).
Azmi juga menyoroti lemahnya kinerja Walikota Medan di bawah kepemimpinan Rico Waas, yang disebut tidak mampu menuntaskan persoalan drainase di banyak titik rawan banjir.
"Rico Waas pun nggak mampu menanganinya lagi. Setiap hujan deras, Medan seperti lautan air. Ini bukti gagalnya perencanaan dan pengawasan penggunaan APBD," ujarnya.
Latar Belakang Proyek Drainase
Pemko Medan sebelumnya telah mencanangkan Proyek Revitalisasi dan Normalisasi Drainase sejak tahun 2022 dengan target mengatasi genangan di 21 titik banjir utama. Anggaran yang digelontorkan melalui Dinas PU Medan mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahun, termasuk pengerukan parit besar, pembangunan saluran baru, dan peningkatan kapasitas gorong-gorong.
Namun, berdasarkan pantauan lapangan dan keluhan warga, sejumlah proyek drainase tersebut dinilai tidak efektif karena pekerjaan tidak tuntas dan tidak terintegrasi antar wilayah. Banyak parit dan saluran air masih tersumbat, bahkan beberapa ruas jalan yang baru diperbaiki kembali tergenang hanya dalam hitungan bulan.
Kondisi ini, menurut KAMAK, menjadi indikator adanya persoalan serius dalam manajemen proyek dan pengawasan teknis di Pemko Medan. "Kami menduga ada ketidaktepatan perencanaan, bahkan bisa jadi indikasi penyimpangan anggaran. Karena dengan dana sebesar itu, hasilnya seharusnya sudah terasa," kata Azmi.
Azmi mendesak aparat penegak hukum untuk memeriksa penggunaan anggaran proyek drainase yang bersumber dari APBD Medan sejak 2022 hingga 2025. "Kota ini butuh solusi nyata, bukan sekadar proyek seremonial dan pencitraan," pungkasnya.red
JMSI Sumut Matangkan Persiapan Raker dan Pelantikan JMSI Batubara serta SergaiTebing Tinggi MEDAN sumut24.coRapat persiapan berlangsung d
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Sultan Abdul Jalil
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 tingkat
News
MEDAN sumut24.co Nama Paryono tentu tidak asing bagi kalanganv pecinta bola voli Indonesia, khususnya para atlet yang berkiprah pada era 2
Sport
JAKARTA sumut24.coDalam pertemuan tersebut, Sheikh Saoud menyampaikan pesan khusus dari Emir Qatar, , kepada Presiden Prabowo. Kepala Nega
News
Polresta Deli Serdang Gelar Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak Gelombang II Tahun 2026
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan kembali teguhkan komitmen kebangsaan dalam memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun
News
Bupati Ondim Temui Mensos, Bahas Percepatan Penanganan Bencana di Langkat
kota
sumut24.co MedanTim Nasional (Timnas) Vietnam U19 menggelar sesi latihan di Lapangan Sepakbola, Taman Cadika, Kecamatan Medan Johor, Kota
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menghadiri perayaan Festival Seni Budaya Buddhis 2026, dalam rangka memperingati
kota