Tarawih Bareng Polisi, Warga Panyanggar Sambut Hangat Kehadiran Polres Padangsidimpuan
Tarawih Bareng Polisi, Warga Panyanggar Sambut Hangat Kehadiran Polres Padangsidimpuan
kota
Baca Juga:
- Menjaga Marwah Jurnalistik di Tengah Arus Zaman: Cerita Perjalanan 14 Tahun Harian Sumut24 Semakin Berkelas
- Jaga Marwah Tegas Tolak Politisasi, Ajak Seluruh Rakyat Indonesia Bantu Korban Banjir
- Jaga Marwah Besok Datangi KPK, Minta Kepastian Status Dicky Anugrah, Bobby, & Erny Sitorus Terkait Pergeseran Anggaran
Pada hakikatnya, pembangunan sebuah daerah—baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota—bukan sekadar deretan proyek infrastruktur atau angka-angka dalam laporan APBD. Pembangunan sejati adalah tentang bagaimana potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) di daerah tersebut dikelola dengan bijak untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.
Setiap daerah memiliki kekhasan dan keistimewaan masing-masing. Ada yang kaya akan sumber daya, ada pula yang bergantung pada kreativitas dan daya juang masyarakatnya. Karena perbedaan itulah, pemerintah pusat memberikan berbagai skema bantuan seperti DAK, DAU, dan DBH, untuk menyeimbangkan ketimpangan fiskal antarwilayah. Namun, bantuan itu sejatinya hanya bersifat pelengkap, bukan tonggak utama yang membuat daerah menjadi "penunggu belas kasih" pusat.
Fakta di lapangan menunjukkan, banyak daerah yang sebenarnya memiliki potensi besar namun tetap mengalami kekurangan. Hal ini bukan karena daerahnya miskin, melainkan karena pengelolaan dan kepemimpinan yang tidak berorientasi pada kemaslahatan rakyat.
Di sinilah perbedaan antara kepala daerah yang lahir dari niat pengabdian dengan yang hanya muncul karena "karbitan politik" atau motivasi finansial. Pemimpin sejati tidak akan bergantung pada sponsor atau kepentingan pihak ketiga untuk menegakkan programnya. Ia berdiri atas kejujuran, keberanian, dan niat tulus membangun.
Khusus bagi Sumatera Utara, provinsi ini sesungguhnya memiliki modal besar untuk mandiri dan sejahtera. Kekayaan alamnya melimpah, SDM-nya tangguh, dan sejarah panjangnya telah membentuk karakter masyarakat yang pekerja keras. Hanya saja, semua itu akan sia-sia jika dikelola tanpa visi yang jelas dan integritas yang kuat.
Membangun Sumut tidak boleh setengah hati. Tidak boleh hanya berhenti pada seremoni atau jargon politik. Pemimpin Sumut harus memahami bahwa kesejahteraan masyarakat bukan sekadar hasil pembangunan fisik, tetapi buah dari keadilan sosial, pemerataan ekonomi, dan tata kelola yang bersih.
Inilah saatnya mengembalikan marwah dan martabat rakyat Sumut. Marwah yang telah lama ternoda oleh praktik politik transaksional dan kepemimpinan yang tidak berpihak pada rakyat. Jika memang serius membangun Sumut, jadikan integritas dan keberanian moral sebagai fondasi. Namun bila tak sanggup memikul amanah itu, lebih baik "lempar handuk putih" — sebab kepemimpinan tanpa kejujuran hanyalah sandiwara di atas penderitaan rakyat.***
Tarawih Bareng Polisi, Warga Panyanggar Sambut Hangat Kehadiran Polres Padangsidimpuan
kota
Polsek Hutaimbaru Tebar 30 Paket Takjil, Polri Hadir sebagai Sahabat Masyarakat di Ramadhan
kota
AKBP Wira Prayatna Pimpin Langsung Tes Urine, Internal Polres Padangsidimpuan Dipastikan Bersih
kota
Digerebek Dini Hari, Pengedar Sabu di Pasar Sibuhuan Dibekuk Satresnarkoba Polres Palas
kota
Membangun Kolam, Menyemai Masa Depan Potret Kasih Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel untuk Rakyat Tapsel
kota
Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel, Praka Markus Sanjaya Bantu Warga Bangun Kolam Ikan di Sangkunur Tangan TNI yang Menghidupkan Harapan
kota
Kemanunggalan di Balik Harumnya Daun Bawang Kisah Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Kopda Ibrahim Dalimunthe dan Ibu Aniyah
kota
Saat Seragam Loreng Turun ke Sawah, Momen Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel Bantu Panen Bawang Prei Ibu Aniyah
kota
Medan, Sumut24.co Momentum Ramadan dimanfaatkan Alumni SMPN 8/10 Medan Angkatan 1995 untuk mempererat tali silaturahmi melalui kegiatan buka
Kota
sumut24.co MEDAN, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) kembali menegaskan posisinya di panggung pendidikan tinggi global melalui penyelengga
kota