KPPG Medan Respons Cepat Aspirasi JIPI, Tegaskan Siap Tindak Tegas Jika Ditemukan Pelanggaran
KPPG Medan Respons Cepat Aspirasi JIPI, Tegaskan Siap Tindak Tegas Jika Ditemukan Pelanggaran
kota
Baca Juga:
- Festival Bunga dan Buah 2026 Meriah, Wagub Sumut dan Menkop RI Lepas Pawai Spektakuler di Berastagi
- Polsek Medan Tembung "Slow Respon" Tanggapi Laporan Curat, Driver Ojol Datangi Polrestabes Medan
- Kembali Mengamuk, GEMPPAR Desak Bupati Copot Kadis Perhubungan, Ada Dugaan KKN dan Kerugian Keuangan Daerah
Medan – Nama Bung Syahrir tak pernah lekang dari catatan sejarah bangsa. Di balik sosoknya yang sederhana, ia meninggalkan jejak pemikiran yang begitu dalam, terutama dalam buku kecilnya berjudul Perjuangan Kita. Di sana, Syahrir menekankan hal yang kerap luput dari perhatian banyak orang: pembangunan watak bangsa atau character building.
Sejak jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan 1945, Syahrir sudah mengingatkan pemuda-pemuda Indonesia tentang arti kemerdekaan yang sejati. Kemerdekaan, bagi Syahrir, bukan sekadar simbol lepas dari penjajahan, melainkan tanggung jawab untuk mengisi negeri ini dengan karakter kuat—bangsa yang sadar akan hak dan kewajibannya.
"Bangsa ini jangan hanya menjadi pengikut di negeri merdeka. Jadilah pemilik sejati dengan rasa tanggung jawab tinggi tanpa paksaan dari pihak mana pun," begitu kira-kira pesan Bung Syahrir yang kembali dikutip Syahrir Nst, pemerhati kebangsaan, dalam sebuah refleksi pada Kamis (25/9/2025).
Ia menambahkan, Bung Karno dan Bung Hatta pun sejak awal menekankan pentingnya character building. Kemerdekaan tanpa diisi dengan kesadaran akan maknanya hanyalah kerugian besar di kemudian hari. "Sense of belonging, rasa memiliki negeri ini, itulah yang harus terus dijaga," ujar Syahrir Nst.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa membangun bangsa bukan perkara ijazah atau gelar semata. Karakter justru lahir dari kebiasaan. Jika seseorang terbiasa berbohong tanpa koreksi publik, maka kebiasaan itu lambat laun akan menjadi watak. "Dan bila hal itu meluas, ia bisa berkembang menjadi watak bangsa. Sebuah karakter yang mirip binatang, tanpa nilai luhur," tegasnya.
Refleksi atas pemikiran Bung Syahrir ini seolah kembali relevan di tengah tantangan bangsa saat ini. Kemerdekaan yang telah diraih 80 tahun lalu bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal. Tantangan sebenarnya ada pada bagaimana bangsa ini mampu menjaga martabatnya, dengan membangun manusia yang berkarakter, jujur, bertanggung jawab, dan setia pada cita-cita luhur para pendiri bangsa.
Buku kecil Bung Syahrir mungkin sederhana, tetapi pesan di dalamnya tak pernah pudar: bahwa kemerdekaan sejati hanya akan bermakna bila diisi oleh bangsa yang berkarakter.***
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
KPPG Medan Respons Cepat Aspirasi JIPI, Tegaskan Siap Tindak Tegas Jika Ditemukan Pelanggaran
kota
Tak Sekadar Jalan Rusak, Akses Menuju Wisata Sibiobio Dinilai Hambat Kemajuan Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan
kota
Densus 88 AT Polri dan Dispora Aceh Satukan Langkah Bentengi Generasi Muda dari Paham IRET
kota
Usung Visi Nagari Aie Dingin Mandiri Nan Madani, Endara Putra Gunawan Dapat Nomor Urut 2 pada Penetapan Calon Wali Nagari.
kota
400 ASN Pemerintah Kabupaten Solok mengikuti Profiling ASN 2026
kota
Bank Sumut Wujudkan Impian Masyarakat Miliki Rumah melalui Akad Massal KPR Sejahtera FLPP
Ekbis
sumut24.co ASAHAN, Besarnya aliran dana yang masuk ke Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (DPK KORPRI) Kabupaten Asahan dalam k
News
sumut24.co Medan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong penguatan sinergi Pemko Medan dengan DPRD dalam merancang strategi pen
kota
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dalam membangun masa depan Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui penguatan
News
sumut24.co Jakarta Selama hampir satu abad, CocaCola telah menjadi bagian dari berbagai momen keseharian masyarakat Indonesia. Mulai dari
Ekbis