Perkuat Budaya Continuous Improvement, BNCT Gelar Lean Training 2026 demi Wujudkan Operasional Unggul
MEDAN PT Belawan New Container Terminal (BNCT) secara konsisten terus memperkuat kapabilitas sumber daya manusia dan efisiensi operasion
Info
Baca Juga:
- Exit Meeting BPK Digelar, Pemko Padangsidimpuan Mantapkan Langkah Pembenahan RSUD
- Koperasi Pers Indonesia dan IMAC Medan Bersinergi Gelar Pelatihan Sertifikasi Mediator bagi Gerakan Koperasi Sumatera Utara
- Ketua TP PKK menyambut kunjungan Tim Evaluasi Lomba PHBS di Kelurahan Pematang Marihat Kecamatan Siantar Marimbun
Jakarta- Dinamika di tubuh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) kembali menjadi sorotan publik setelah mundurnya dua pejabat eselon I setingkat direktur jenderal.
Peristiwa ini bukan sekadar pergantian jabatan administratif, melainkan mencerminkan pentingnya konsistensi tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan taat regulasi.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa pengunduran diri Aziz Andriansyah berkaitan dengan aturan larangan rangkap jabatan bagi anggota kepolisian. Kebijakan yang merujuk pada regulasi Kementerian PAN-RB tersebut menegaskan prinsip netralitas dan profesionalitas aparatur negara.
Langkah ini menunjukkan bahwa penegakan aturan tidak boleh bersifat kompromistis, sekalipun menyangkut figur dengan rekam jejak panjang di institusi seperti Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Aziz sendiri dikenal sebagai perwira yang pernah menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari kapolres hingga jabatan di Mabes Polri.
Selain Aziz, Dirjen Perumahan Perdesaan M. Imran juga mengundurkan diri, meskipun alasan spesifiknya belum dipaparkan secara rinci.
Kondisi ini menuntut respons cepat dan tepat dari kementerian agar tidak mengganggu jalannya program strategis nasional, khususnya sektor perumahan rakyat.
Sebagai langkah antisipatif, PKP menunjuk Roberia sebagai pelaksana tugas Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko. Fokus utamanya adalah memastikan program prioritas seperti Program 3 Juta Rumah berjalan efektif, efisien, dan bebas dari praktik korupsi.
*Perspektif Tata Kelola dan Solusi*
Peristiwa ini menjadi momentum refleksi bahwa reformasi birokrasi tidak cukup hanya pada tataran kebijakan, tetapi harus menyentuh aspek implementasi yang konsisten. Ada beberapa langkah strategis yang dapat menjadi solusi ke depan:
Pertama, penguatan sistem seleksi pejabat berbasis integritas dan kepatuhan regulasi, termasuk verifikasi latar belakang jabatan ganda sejak awal. Kedua, peningkatan transparansi publik dalam setiap pergantian pejabat agar tidak menimbulkan spekulasi. Ketiga, penguatan sistem pengawasan internal untuk mencegah potensi konflik kepentingan.
Selain itu, edukasi publik juga penting agar masyarakat memahami bahwa pergantian pejabat bukan selalu indikasi krisis, melainkan bagian dari proses penataan kelembagaan menuju pemerintahan yang lebih akuntabel.
*Apresiasi dan Dukungan Publik*
Aktivis sekaligus Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (JAGA MARWAH), Edison Tamba atau yang akrab disapa Edoy, memberikan tanggapan kritis namun konstruktif. Ia menilai langkah tegas Menteri PKP merupakan bentuk komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih.
"Ini langkah berani dan patut diapresiasi. Penegakan aturan harus menjadi fondasi utama agar program perumahan benar-benar menyentuh masyarakat bawah, bukan sekadar proyek administratif," ujar Edoy.
Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan program agar tidak terganggu oleh dinamika internal birokrasi. Menurutnya, keberhasilan program perumahan sangat ditentukan oleh integritas para pelaksana di lapangan.
Lebih jauh, Edoy menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Maruarar Sirait yang dinilai bekerja total dalam mendorong program perumahan rakyat. Sejumlah media nasional sebelumnya juga menyoroti gaya kepemimpinan Ara yang aktif turun ke lapangan, mempercepat realisasi program, serta menekankan efisiensi anggaran demi menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan agar masyarakat kurang mampu memiliki akses terhadap hunian layak. Program 3 Juta Rumah sendiri menjadi salah satu agenda strategis nasional dalam mengatasi backlog perumahan di Indonesia.
Pergantian pejabat di lingkungan PKP seharusnya tidak dipandang sebagai kemunduran, melainkan sebagai proses penyehatan institusi. Dengan konsistensi penegakan aturan, transparansi, serta partisipasi publik, sektor perumahan nasional berpotensi menjadi lebih inklusif dan berkeadilan.
Pada akhirnya, yang menjadi ukuran bukan siapa yang menjabat, melainkan sejauh mana kebijakan benar-benar menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
MEDAN PT Belawan New Container Terminal (BNCT) secara konsisten terus memperkuat kapabilitas sumber daya manusia dan efisiensi operasion
Info
MEDAN PT Belawan New Container Terminal (BNCT) memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanj
Umum
SURABAYA PT Belawan New Container Terminal (BNCT) terus berupaya meningkatkan standar kualitas komunikasi publik dan pengelolaan reputasi
Ekbis
SURABAYA, PT Belawan New Container Terminal (BNCT) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan
News
MEDAN Sumut24.co PT Belawan New Container Terminal (BNCT) memperingati perjalanan operasinya yang memasuki tahun ketiga sejak resmi berdir
News
Kunjungan Kedesa Binaan,Pekerja Rentan Desa Parapat Menerima Kartu BPJS Ketenagakerjaan
News
IKA FDK UIN SU MEDAN INGATKAN REKTOR TIDAK AMBIL KEBIJAKAN PARSIAL TERKAIT ALUMNI
News
150 Kg Sabu dari Aceh Gagal Masuk ke Sumut
News
Deli Serdang Raih Terbaik II PPD Nasional 2026
News
H. RUSLAN SH DIKUKUHKAN SEBAGAI KETUA DEWAN PEMBINA DPP LAMI
News