Paluta | Sumut24.co
Baca Juga:
Sebanyak 106 jemaah calon haji asal Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) resmi dilepas keberangkatannya oleh Reski Basyah Harahap, Kamis (30/04/2026).
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Masjid Raya Gunungtua, disaksikan oleh keluarga jemaah, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat.
Momentum ini menjadi salah satu momen emosional sekaligus penuh harapan, mengingat ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang sangat dinanti umat Muslim.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan selamat kepada para jemaah yang mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
"Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Persiapkan diri dengan baik, jaga kesehatan, dan luruskan niat hanya karena Allah SWT," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi tubuh selama menjalani rangkaian ibadah yang cukup padat, agar seluruh proses dapat dilalui dengan lancar.
Tak hanya soal ibadah, Bupati juga mengingatkan para jemaah untuk membawa citra positif daerah selama berada di Arab Saudi.
Menurutnya, sikap santun, kebersamaan, serta saling tolong-menolong harus terus dijaga sebagai cerminan masyarakat Paluta.
"Jaga akhlak, patuhi arahan petugas haji, dan tunjukkan bahwa masyarakat Padang Lawas Utara dikenal ramah serta beradab," pesannya.
Berdasarkan data resmi, total jemaah calon haji yang diberangkatkan berjumlah 106 orang. Selain itu, turut mendampingi satu orang ketua kloter dan satu petugas medis.
Seluruh rombongan tergabung dalam Kloter 09 Embarkasi Medan dan dijadwalkan berangkat melalui Bandara Internasional Kualanamu menuju Jeddah, Arab Saudi.
Pemerintah daerah bersama masyarakat pun turut mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan selama menjalankan ibadah hingga kembali ke tanah air.
Acara pelepasan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait, di antaranya Ketua DPRD Paluta Mula Rotua Siregar, Sekretaris Daerah Patuan Rahmat Syukur P Hasibuan, unsur TNI-Polri, perwakilan Kementerian Agama, serta tokoh organisasi keagamaan seperti MUI, FKUB, dan DMI.
Kehadiran para pejabat dan masyarakat menjadi bentuk dukungan moral sekaligus doa bersama bagi para jemaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima tersebut.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News