Kamis, 21 Mei 2026

Tidak Ada Ruang bagi Tindakan Rasis di PDI Perjuangan

Administrator - Kamis, 25 September 2025 12:55 WIB
Tidak Ada Ruang bagi Tindakan Rasis di PDI Perjuangan
Istimewa
Baca Juga:

Medan – PDI Perjuangan menegaskan tidak ada tempat bagi tindakan rasis di internal partai. Pernyataan ini disampaikan kader PDI Perjuangan, Sutrisno Pangaribuan, menanggapi pemasangan spanduk berbau rasis di eks kantor DPC PDI Perjuangan Kota Medan yang belakangan memicu polemik.

Menurut Sutrisno, insiden pemasangan spanduk itu tidak perlu ditanggapi secara berlebihan oleh pengurus DPC. Ia menilai, berbalas komentar di media massa justru hanya memperkeruh suasana dan menguntungkan pihak-pihak yang ingin memecah belah partai.

"Sesama pengurus tidak perlu saling berbalas opini di media. Spanduk sampah terlalu kecil untuk dijadikan bahan debat terbuka. Lebih baik fokus mencari pelakunya dan menyerahkannya ke Polrestabes Medan untuk diproses hukum," ujarnya, Kamis (25/9).

Sutrisno menekankan, PDI Perjuangan sebagai partai ideologis tidak pernah memberi ruang bagi isu SARA, apalagi menjadikannya sebagai alat politik. Karena itu, ia mengajukan delapan poin sikap agar persoalan ini segera diselesaikan, di antaranya:

1. Menghentikan saling berbalas komentar di media massa yang hanya memperkeruh suasana.


2. Membentuk tim pencari fakta untuk mengungkap aktor intelektual dan pelaku lapangan pemasangan spanduk.


3. Menindak setiap kader yang melanggar AD/ART partai dengan sanksi tegas.


4. Membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan guna memastikan pelaku berasal dari internal atau eksternal partai.


5. Memecat kader yang terlibat dalam tindakan rasis dan melanjutkan proses hukum.


6. Mengevaluasi keterkaitan kasus dengan Konpercab partai, termasuk mencopot calon yang terbukti terhubung dengan pelaku.


7. Memberi sanksi bagi kader yang bermain peran sebagai korban (playing victim) untuk mencari simpati politik.


8. Menindak kader yang bersembunyi di balik kecaman publik, padahal terlibat dalam aksi rasis tersebut.

"PDI Perjuangan membuka ruang partisipasi dalam demokrasi, tetapi tidak memberi ruang bagi pemikiran dan tindakan yang mempertentangkan suku, agama, ras, dan antargolongan. Kompetisi politik adalah keniscayaan, tetapi menggunakan sentimen SARA adalah pengkhianatan," tegas Sutrisno.

Dengan sikap ini, Sutrisno berharap agar seluruh kader tetap solid, tidak terjebak provokasi, dan fokus menjaga marwah PDI Perjuangan sebagai partai ideologis yang telah teruji dalam perjalanan bangsa.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Merasa Kebal Hukum, Bangunan Tembok Milik PT SBP Diduga Tidak Kantongi Izin PBG Tetap Kokoh Berdiri Tegak
Polres Asahan Kawal Ibadah Kenaikan Isa Almasih 2026, Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Umat
Revitalisasi Stadion Teladan Dikebut, Isu Dugaan “Pengkondisian Proyek” Muncul
PLN UIP SBU Dan Kantor Pertanahan Kota Subulussalam Perkuat Sinergi Dukung Pembangunan PLTA Kumbih-3
Wawako Tanjungbalai Hadiri ASWAKADA 2026, Dorong Kolaborasi Antar Daerah
Dugaan Mark Up Anggaran Pengadaan Aset Desa: Inspektorat Asahan Serahkan Hasil Pemeriksaan ke Kejaksaan
komentar
beritaTerbaru