KPK Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas dalam OTT di BNPB, Sekretaris Utama Ikut Diamankan
JAKARTA SUMUT24.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas dalam operasi tangkap tang
Hukum
Baca Juga:
- Sutrisno Pangaribuan: Jangan Hanya Geledah BPN! Kejatisu Harus Ungkap Dugaan Permainan Ganti Rugi Lahan Tol Medan–Binjai
- PTPN IV Regional 2 Bantu Renovasi Tribun Lapangan Dobana Serbelawan Senilai Rp345 Juta, Dorong Generasi Muda Hindari Narkoba
- Desa Ledong Barat Bersinar Menuju Desa Percontohan Antikorupsi KPK, Wakil Bupati Asahan : Ini Amanah Harus Dijaga
Medan – Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan yang menelan anggaran dengan Tahap I 97, 5 M, Tahap II 497 M dan
Tahap III 38 M sehingga total sangat fantastis mencapai Rp 632,5 miliar dan telah diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, beberapa bulan lalu, kini tengah disorot tajam. Dugaan penggunaan lift bekas alih-alih perangkat baru menjadi pemicu utama polemik yang mengancam kredibilitas proyek kebanggaan Kota Medan ini.
Dugaan tersebut mencuat setelah penelusuran media yang mengidentifikasi adanya indikasi kuat bahwa lift yang terpasang adalah unit bekas pakai. Lift dan eskalator yang digunakan bermerek XioLift buatan Cina.
Keterlibatan Pihak Terkait dan Perubahan Merek
Nama Vincent disebut-sebut sebagai pemborong lift dan eskalator yang diduga bawaan Topan Ginting sewaktu menjadi Pj Sekda Kota Medan. untuk proyek ini.
Ironisnya, merek XioLift ini diduga bukan pilihan awal. Pada masa Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim) Kota Medan Sutan Endar Lubis, merek lift dan eskalator yang direncanakan berbeda. Namun, setelah Topan Ginting menjabat sebagai Pj Sekda dan Alexande Sinulingga menjadi Kepala Dinas Perkim, Vincent disebut membeli merek XioLift. Lebih lanjut, Topan Ginting juga disebut sebagai pihak yang merekomendasikan Vincent sebagai rekanan pengadaan lift dan eskalator.
Penggunaan lift bekas dalam proyek infrastruktur publik berskala besar dan beranggaran fantastis ini menimbulkan banyak pertanyaan. Mulai dari kualitas dan standar keamanan, hingga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana publik yang seharusnya digunakan untuk pembangunan fasilitas terbaik bagi masyarakat.
Kondisi Bangunan Bawah Tanah dan Permasalahan Multi-Kontraktor
Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka ini mencakup pembangunan ruang bawah tanah (basement) yang dirancang untuk area komersial, parkir, dan museum. Meskipun Bobby Nasution sempat menyatakan basement sudah selesai dan akan segera diresmikan pada 15 Februari 2025, laporan terbaru menunjukkan bahwa proyek secara keseluruhan belum sepenuhnya rampung. Bahkan, beberapa kerusakan fasilitas sudah dilaporkan setelah peresmian, seperti bagian yang terkelupas dan taman yang rusak akibat penggunaan tidak semestinya oleh masyarakat. serta bagian bawah kebanjiran setiap hujan datang.
Kondisi proyek juga diperparah dengan adanya dua pemborong yang mengerjakan satu pekerjaan. Proyek ini dibagi menjadi beberapa tahap, di mana Gayo Lues Grup mengerjakan Tahap 1 dan 2, dan masih memiliki kewajiban menyelesaikan sisa pekerjaan tahap 2. Sementara itu, Rizal dan rekannya disebut sebagai pemenang tender dan mengerjakan Tahap 3 Lapangan Merdeka. Adanya multi-kontraktor ini diduga menjadi salah satu penyebab amburadulnya pengerjaan proyek dan keterlambatan penyelesaian.
Tuntutan Klarifikasi dari Masyarakat
Proyek multiyears ini seharusnya rampung pada akhir 2024, namun hingga saat ini masih menyisakan pekerjaan hingga awal 2025. Keterlambatan ini berujung pada pengenaan denda harian yang besar kepada pihak kontraktor.
Sementara itu dikonfirmasi mantan Kadis Perkim Medan yang saat ini menjadi Kadis Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga, terkait berbagai permasalahan lapangan merdeka tersebut, hingga berita ini ditayangkan belum juga memberikan klarifikasi.
Masyarakat dan berbagai pihak kini menantikan klarifikasi dan tindakan tegas dari pemerintah terkait polemik yang menyelimuti proyek kebanggaan Kota Medan ini.tim
JAKARTA SUMUT24.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas dalam operasi tangkap tang
Hukum
Dr. Ramces Pandiangan Bersuara Keras, Dugaan Pengerusakan oleh Satpol PP Deli Serdang Kini Dilaporkan ke Polisi
News
FABEM SUMUT DAN MASKER PRAGI UCAPKAN SELAMAT BERTUGAS DIRUT PT.PLN SUROSO ISNANDAR
News
D&rsquoLegends Sumut Serahkan Sertifikat Touring Medan&ndashBanda Aceh, Kurniawan Tekankan Semangat Persaudaraan
News
sumut24.co SimalungunWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menyambut baik peresmian 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPP
Umum
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, Adik Kepala BNPB Ikut Terjerat
News
sumut24.co MedanPemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup memantau perkembangan kualitas udara menyusul sebaran kabut asap lintas batas y
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menggelar Rapat Evaluasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (M
News
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan tersangka baru dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pembanguna
Hukum
Publik Berhak Tahu! Proyek Infrastruktur Padangsidimpuan Gagal Tender, Transparansi Anggaran 2026 Dipertanyakan
News