Satresnarkoba Polrestabes Medan Sikat Bandar Narkoba Antar Provinsi yang Manfaatkan Jasa Ekspedisi
Medan sumut24.co Satresnarkoba Polrestabes Medan, menggerebek sebuah rumah kos yang jadi gudang pemasok narkoba antar pulau di kawasan Med
Hukum
Baca Juga:
Azhari menyoroti beberapa proyek yang menurutnya sarat dengan kejanggalan, seperti revitalisasi Lapangan Merdeka, pembangunan Taman Kebun Bunga, renovasi Stadion Teladan, dan yang paling mencolok, proyek "Lampu Pocong" Proyek Gagal.
"Kami melihat ada pola yang sama dalam proyek-proyek ini: lamban, kualitas dipertanyakan, dan anggaran yang membengkak. Ini jelas merugikan masyarakat Medan," ujar Azhari dalam konferensi pers di kantor LIPPSU, Sabtu (5/7/2025).
Azhari secara khusus menyoroti proyek revitalisasi Lapangan Merdeka yang tak kunjung rampung dan terkesan dikerjakan asal-asalan. Menurutnya, proyek ikonik ini seharusnya menjadi kebanggaan, namun justru menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi penggunaan anggaran.
Begitu pula dengan proyek Taman Kebun Bunga dan renovasi Stadion Teladan. LIPPSU menerima banyak laporan terkait kualitas pengerjaan yang buruk dan dugaan adanya permainan dalam proses lelang proyek. "Masyarakat butuh ruang terbuka hijau yang layak dan stadion yang bisa dibanggakan, bukan proyek yang hanya menghabiskan uang rakyat tanpa hasil yang jelas," tegasnya.
Namun, proyek yang paling mengkhawatirkan LIPPSU adalah pengadaan "Lampu Pocong". Azhari menyebut proyek ini sebagai contoh nyata dari pemborosan anggaran dan indikasi korupsi yang sangat kuat. "Bagaimana mungkin lampu jalan dengan bentuk aneh dan tidak fungsional bisa dibeli dengan harga setinggi itu? Ini adalah tamparan bagi akal sehat dan bukti nyata bahwa ada praktik kotor di balik proyek ini," cetusnya.
LIPPSU menduga kuat adanya peran "geng blok Medan" dalam setiap proyek bermasalah ini. "Kami menduga ada kelompok terorganisir yang mengendalikan proyek-proyek besar di Pemko Medan, mulai dari proses perencanaan, lelang, hingga eksekusi. Ini yang harus diungkap dan diberantas tuntas," kata Azhari.
Ia menekankan bahwa masyarakat Medan berhak mendapatkan pembangunan yang berkualitas dan transparan. LIPPSU berkomitmen untuk terus memantau dan mengawal setiap proyek pemerintah demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
"Kami meminta Kejaksaan dan Kepolisian termasuk KPK untuk segera turun tangan. Jangan biarkan uang rakyat terus-menerus dikorupsi. Usut tuntas semua pihak yang terlibat, termasuk jika ada pejabat atau oknum yang melindungi praktik kotor ini," pungkas Azhari Am Sinik.red
Medan sumut24.co Satresnarkoba Polrestabes Medan, menggerebek sebuah rumah kos yang jadi gudang pemasok narkoba antar pulau di kawasan Med
Hukum
sumut24.co MedanSebagai salah satu metropolitan terbesar di Indonesia yang terus berkembang pesat, Medan memiliki ritme mobilitas yang sang
Ekbis
2.000 Bungkus Vape Getar asal Malaysia Gagal Beredar di Medan
kota
Begal Sadis Bacok Korban 8 Kali, Rampas Uang Rp.900 Ribu
kota
Medan Sumut24.coGubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Sumatera Utara untuk terus menj
Politik
Tim Sembilan Kejaksaan Agung Panggil 9 Saksi Terkait Tiga Perkara TPPU Tersangka FA, Enam Mangkir
kota
Kejati Kalbar Lakukan Pemeriksaan Internal Terkait Dugaan Keterlibatan Pegawai Kejari Sekadau
kota
Asahan sumut24.co Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani SH SIK MH menerima kunjungan silaturahmi dari pengurus Pondok Pesantren Tuan Guru Sy
News
Asahan sumut24.co Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan kembali mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Kali ini, dua pri
Hukum
Asahan sumut24.co Komitmen Satres Narkoba Polres Asahan dalam memberantas peredaran narkotika kembali dibuktikan melalui pemusnahan barang
Hukum