Transformasi di Balik Jeruji: Menakar Asa 62 Tahun Bakti Pemasyarakatan
Transformasi di Balik Jeruji Menakar Asa 62 Tahun Bakti Pemasyarakatan Oleh Abdullah RasyidMahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDNStaf
News
Baca Juga:
Azhari menyoroti beberapa proyek yang menurutnya sarat dengan kejanggalan, seperti revitalisasi Lapangan Merdeka, pembangunan Taman Kebun Bunga, renovasi Stadion Teladan, dan yang paling mencolok, proyek "Lampu Pocong" Proyek Gagal.
"Kami melihat ada pola yang sama dalam proyek-proyek ini: lamban, kualitas dipertanyakan, dan anggaran yang membengkak. Ini jelas merugikan masyarakat Medan," ujar Azhari dalam konferensi pers di kantor LIPPSU, Sabtu (5/7/2025).
Azhari secara khusus menyoroti proyek revitalisasi Lapangan Merdeka yang tak kunjung rampung dan terkesan dikerjakan asal-asalan. Menurutnya, proyek ikonik ini seharusnya menjadi kebanggaan, namun justru menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi penggunaan anggaran.
Begitu pula dengan proyek Taman Kebun Bunga dan renovasi Stadion Teladan. LIPPSU menerima banyak laporan terkait kualitas pengerjaan yang buruk dan dugaan adanya permainan dalam proses lelang proyek. "Masyarakat butuh ruang terbuka hijau yang layak dan stadion yang bisa dibanggakan, bukan proyek yang hanya menghabiskan uang rakyat tanpa hasil yang jelas," tegasnya.
Namun, proyek yang paling mengkhawatirkan LIPPSU adalah pengadaan "Lampu Pocong". Azhari menyebut proyek ini sebagai contoh nyata dari pemborosan anggaran dan indikasi korupsi yang sangat kuat. "Bagaimana mungkin lampu jalan dengan bentuk aneh dan tidak fungsional bisa dibeli dengan harga setinggi itu? Ini adalah tamparan bagi akal sehat dan bukti nyata bahwa ada praktik kotor di balik proyek ini," cetusnya.
LIPPSU menduga kuat adanya peran "geng blok Medan" dalam setiap proyek bermasalah ini. "Kami menduga ada kelompok terorganisir yang mengendalikan proyek-proyek besar di Pemko Medan, mulai dari proses perencanaan, lelang, hingga eksekusi. Ini yang harus diungkap dan diberantas tuntas," kata Azhari.
Ia menekankan bahwa masyarakat Medan berhak mendapatkan pembangunan yang berkualitas dan transparan. LIPPSU berkomitmen untuk terus memantau dan mengawal setiap proyek pemerintah demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
"Kami meminta Kejaksaan dan Kepolisian termasuk KPK untuk segera turun tangan. Jangan biarkan uang rakyat terus-menerus dikorupsi. Usut tuntas semua pihak yang terlibat, termasuk jika ada pejabat atau oknum yang melindungi praktik kotor ini," pungkas Azhari Am Sinik.red
Transformasi di Balik Jeruji Menakar Asa 62 Tahun Bakti Pemasyarakatan Oleh Abdullah RasyidMahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDNStaf
News
Sarang Narkoba Rel KA Tembung Digempur 4 Pelaku Diringkus, Lapak Dibumi Hanguskan
kota
Maling 13 Tabung Gas Viral "A.I" Warga Jln Seto Diciduk Polsek Medan Area 1 Buron.
kota
Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pengedar Sabu di Marelan
kota
Operasi Miom Rahim Diangkat Tanpa Izin RSU Muhammadiyah Dilaporkan ke Polda Sumut
kota
Petugas PAB BRILink Kunjungan ke Agen BRILink Untuk Menawarkan Produk Asuransi Jiwa
kota
POLRESTABES MEDAN PROSES LAPORAN PROLETAR"
kota
Super Kawaii! UNIQLO Hadirkan Kolaborasi UT Pertama dengan MonchhichiTshirt dengan karakter boneka monyet Jepang ikonik, tersedia mulai 25
Umum
TOKOH MASYARAKAT SUMUT RUSLAN, NILAI ACHMAD DANIEL CHARDIN LAYAK MEMIMPIN SUMUTSumatera Utarasumut24.co Mantan Pangdam I/Bukit Barisan, May
News
sumut24.co MedanPeringatan Hari Kartini ke147 tingkat Kota yang digelar TP PKK Kota Medan berlangsung semarak dan penuh inspirasi di Ged
kota