JMSI Sumut Ajak Pemkab Karo Bangun Kolaborasi, Pers Tetap Jaga Independensi
JMSI Sumut Ajak Pemkab Karo Bangun Kolaborasi, Pers Tetap Jaga Independensi
News
Baca Juga:
- Hadiri Musda XVI KNPI Tanjungbalai, Fadly Abdina Dorong Konsolidasi Pemuda Bangun Sinergi Sehat dengan Pemerintah
- Bupati Asahan Lantik Pengurus DPC PWKI Periode 2026–203, Sinergi Wanita Kristen Dukung Pembangunan Daerah
- Audiensi DPD KNPI, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky Ajak Pemuda Jadi Mitra Strategis Kepolisian
Kalteng -Munculnya gagasan pemisahan nomenklatur antara "pemuda" dan "olahraga" dalam struktur Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam Rapat Pimpinan Paripurna Nasional (Rapimpurnas) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang diselenggarakan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (03/07/2025) mendapat dukungan seluruh Organisasi Kepemudaan( OKP) tingkat nasional.
Selain bertujuan agar terfokus, berdasarkan kajian tentang pentingnya pemisahan nomenklatur antara "pemuda" dan "olahraga" dalam struktur Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dapat terlihat dari beberapa dimensi, historis, konseptual, kelembagaan, dan implikasi kebijakan yang berbeda kebutuhan dalam pelaksanaanya.
Hal tersebut tegas disampaikan perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (Depipus) Wira Karya Indonesia (WKI) Edison Tamba, Jumat (4//2025) dalam mengapreasiasi orasi kepemudaan Ketua Umum DPP KNPI Ryano Panjaitan saat pembukaan Rapimpurnas Pemuda/KNPI, bahwa gagasan itu yang harus wajib diperjuangkan dalam mewujudka Asta Cita Presiden Prabowo saat ini.
"Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dibentuk sebagai wadah untuk mengembangkan potensi generasi muda dan memajukan olahraga nasional. Namun dalaam praktiknya, Porsi kebijakan dan anggaran lebih besar mengalir ke bidang olahraga. Pemuda seringkali "terpinggirkan" dalam perencanaan strategis kementerian."Jelas Edison Tamba yang juga Ketua Depidar WKI Sumatera Utara.
Dipaparkan Edoy sapaan akrab Edison Tamba, Wira Karya Indonesia (WKI) sebagai salah satu delegasi peserta dari organisasi kepemudaan tingkat nasional menilai, adapun 4 poin utama alasan pentingnya pemisahan nomenklatur , yaitu
Pertama, penguatan Identitas dan Fokus Kebijakan. Dengan memisahkan nomenklatur, masing-masing isu (pemuda dan olahraga) bisa diperlakukan setara secara kelembagaan. Tidak ada yang menjadi subordinat atau "penumpang kebijakan".
Kedua, peningkatan efektivitas dan akuntabilitas. Dampak positif ketika pemisahan nomenklatur ini dilakukan, membuat pengukuran kinerja lebih spesifik dan akurat.
"Sehingga, program pemuda tidak tertutupi oleh gemerlap event olahraga seperti yang terjadi selama ini" Tegasnya.
Lanjut Edoy memaparkan, poin ketiga pentingnya pemisahan nomenklatur ini dari sisi efisiensi Organisasi dan Pendanaan. Anggaran bisa didesain secara terfokus, menghindari tarik-menarik internal antara unit pemuda dan olahraga.Sehingga, birokrasi lebih ramping dan tepat sasaran.
Keempat, terkait Relevansi dengan Tantangan Zaman. Kondisi sosial dan tantangan pemuda masa kini (mental health, pengangguran, literasi digital, radikalisme) butuh pendekatan tersendiri yang tidak bisa didekati hanya dengan olahraga.
Pentingnya ada organisasi atau wadah kepemudaan atau organisasi yang memiliki program kerja dalam pembentukan kaderisasi serta doktrin cinta negara yang kerap terkendala anggaran dalam pelaksanaannya.
"Kita bisa melihat referensi dari
Beberapa negara memisahkan secara tegas antara lembaga yang menangani pemuda dan olahraga" Ujarnya.
Untuk itu, kami dari OKP Depipus WKI, menilai dan menyambut baik, apa yang disampaikan Ketua Umum DPP KNPI Ryano Panjaitan terkait pemisahan nomenklatur antara pemuda dan olahraga dalam Kemenpora, bukan sekadar teknis birokrasi.
Melainkan langkah strategis untuk mengakui kompleksitas dan signifikansi peran pemuda memberikan ruang kebijakan yang setara bagi dua isu penting nasional.
"Menyesuaikan dengan kebutuhan zaman yang dinamis dan lintas sektor, yang saat ini sangat memberikan dampak sosial kepada generasi pemuda dapat memilih tempat untuk bernaung serta menyalurkan gagasannya. Contoh: aksi begal pelaku kriminal bermotor serta terjerumus dalam bahaya laten narkoba"pungkas Edoy.rel
JMSI Sumut Ajak Pemkab Karo Bangun Kolaborasi, Pers Tetap Jaga Independensi
News
MEDAN (Sumut24.co) Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), H. Madhon Nasution, menerima Surat Keputusan (SK) ke
Politik
KAPMI sebagai Rumah Besar Pengusaha Muda Memberikan Tawaran Gagasan Besar menjaga Marwah Ekonomi Nasional
News
Cegah Kecelakaan, Polda Sumut Pasang Spanduk Imbauan Keselamatan Berlalu Lintas
News
MEDAN, Menjelang pelantikan kepengurusan Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Sumatera Utara, jajaran pengurus melakukan audiensi ke
Politik
Farianda tidak Berambisi Jadi Calon Tunggal, Ini Enam Karakter yang Menarik Dicermati Oleh Ir. Zulfikar Tanjung Perjalanan menuju Konferens
Politik
Pelantikan JMSI Karo, Siap Bersinergi dengan Pemkab Karo
News
Kapolresta Deli Serdang dan Wakapolresta Turun Langsung Atur Lalu Lintas Sore, Berikan Apresiasi kepada Pengendara Tertib
News
9 Rumah di Kompleks Griya Pesona Minimalis Terbakar
News
Tim JCS Polrestabes Medan Ringkus 4 Kawanan Begal Sadis di Deliserdang
News