Terbongkar! Sabu 22 Kg Jaringan Malaysia–Aceh Disamarkan dalam Tangki Mobil, Kurir Ditangkap di Parkiran Mal Medan
Terbongkar! Sabu 22 Kg Jaringan Malaysia&ndashAceh Disamarkan dalam Tangki Mobil, Kurir Ditangkap di Parkiran Mal Medan
kota
Baca Juga:
Medan - Sidak mendadak yang dilakukan Wali Kota Medan, Rico Waas, ke Kantor Lurah Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, menguak dugaan absensi fiktif yang dilakukan oleh Lurah Edi Gurnawan. Dalam kunjungan itu, Rico Waas tidak menemukan sang lurah di tempat, meski daftar absensi menunjukkan kehadiran penuh.
Sidak tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang masuk melalui akun media sosial resmi Wali Kota Medan. Rico datang menggunakan mobil listrik dan langsung menuju ruang absensi kantor kelurahan.
"Saya mau lihat absensinya dulu. Sekarang kalau mau absen, orangnya harus berada di kantor, benar kan?" tegas Rico sembari memeriksa sistem absensi elektronik.
Namun, absensi mencurigakan muncul: nama Edi Gurnawan tercatat hadir setiap hari, meski menurut pengakuan staf, sang lurah kerap datang terlambat bahkan sering tidak hadir.
"Yang saya perlukan adalah kejujuran. Kalau kalian tidak jujur, ini semua akan saya periksa," kata Rico dengan nada geram.
Rico memastikan bahwa akan ada sanksi bagi lurah yang tidak disiplin. "Pasti akan ada sanksi. Ini bagian dari pembenahan yang sedang kita lakukan," tegasnya.
Namun, hingga kini belum ada tindakan konkret terhadap Lurah Sari Rejo. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Edi Gurnawan masih aktif dan tetap datang ke kantor lurah, memicu kekecewaan berbagai pihak.
Salah satunya datang dari Ketua GP Ansor Kota Medan, M. Husein Tanjung. Ia mengecam keras dugaan praktik absensi fiktif dan mendesak Wali Kota Medan untuk tidak hanya mengeluarkan ancaman kosong.
"Tindakan seperti ini sangat mencederai nilai-nilai integritas dan kejujuran dalam pelayanan publik. Absensi fiktif bukan hanya soal ketidakdisiplinan, tapi juga pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat," ujar Husein.
Ia menambahkan, "Ketika pemimpin membiarkan praktik semacam ini terjadi, maka kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan ikut tercoreng."
Husein menegaskan, masyarakat menuntut adanya transparansi, evaluasi internal, dan ketegasan dalam menindak pelanggaran. "Saya ingatkan Wali Kota Medan untuk bertindak tegas, jangan hanya omon-omon doang! Lurah penipu harus dicopot dan dinonaktifkan karena tidak pantas jadi pelayan publik," pungkasnya.ril
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Terbongkar! Sabu 22 Kg Jaringan Malaysia&ndashAceh Disamarkan dalam Tangki Mobil, Kurir Ditangkap di Parkiran Mal Medan
kota
Polresta Deli Serdang Uji Kesiapan Lewat Simulasi Sispam Kota
kota
Izin Undian Gebyar Pajak Sumut Belum Terbit, Pelaksana Event dan Pejabat Terkait Terancam Pidana
kota
Polsek Medan Labuhan Ungkap Kasus Curas di Gang Jagung, Dua Pelaku Diamankan
kota
Shohibul Anshor Siregar LKPJ Medan 2025 Ungkap Kegagalan Struktural, Proyek Drainase Hanya Jadi "Pemborosan Negara"
kota
Bawa Senjata Tajam Dua Anggota Geng Motor di Marelan Diamankan Polres Belawan
kota
Pengungkapan Sehari,Polda Sumut Amankan 72 Kg Sabu dan 151 Kg Ganja dari 5 Tersangka
kota
Jaksa Agung Lantik Kajati dan Pejabat Eselon II, Tekankan Integritas dan Adaptasi Digital
kota
sumut24.co MedanPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) memastikan ruas j
Umum
sumut24.co Deli Serdang, Aparat gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Deli
News