Bravo Satresnarkoba Polres Labuhanbatu atas tangkapan 4 Kg Garam China di Bus ALS
Bravo Satresnarkoba Polres Labuhanbatu atas tangkapan 4 Kg Garam China di Bus ALS
News
Baca Juga:
- Wakil Bupati Asahan Terima Kunjungan Ketua Komnas Anak RI, Usulan Pembangunan Rumah Anak Akan Dikaji Secara Seksama
- Peringati HAN Ke-42, Pemko Tanjungbalai Tegaskan Komitmen Penuhi Hak dan Perlindungan Anak
- Ketua TP PKK Asahan Tinjau Pendidikan Anak Usia Dini hingga Usaha Produktif Masyarakat Kisaran
Lebih tragis, salah satu anaknya, Ardiansyah, meninggal dunia akibat luka parah di kepala usai diduga dipukul menggunakan helm dan pistol oleh pelaku. Keenam terduga pelaku, yang merupakan keluarga dari LS, hingga kini masih bebas berkeliaran tanpa proses hukum yang jelas.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Selasa (17/6/2025), Nurmalia mengisahkan detik-detik kelam saat kejadian terjadi. Dengan suara bergetar, ia menyebut bagaimana dirinya dan anak-anaknya menjadi sasaran amukan secara membabi buta.
> "Pertama saya dipukul, lalu anak saya dipukul pakai helm. Saya dijambak, dipijak-pijak. Lalu dipukul lagi pakai pistol. Anak saya juga dipukul dan bahkan diancam mau ditembak," ucap Nurmalia sambil menangis.
Ia mengungkapkan bahwa kekerasan tersebut mengakibatkan kematian putranya, Ardiansyah, yang meninggal dunia karena hantaman keras di kepala.
> "Satu lagi anak saya, Ardiansyah, meninggal karena dipukul dengan helm di kepala. Saya cuma minta keadilan," katanya.
Setelah peristiwa mengenaskan itu, Nurmalia dan keluarganya justru kerap menerima cemoohan dan penghinaan dari para pelaku. Ia menceritakan bagaimana mereka sering dilecehkan secara verbal di lingkungan tempat tinggalnya.
> "Kami dihina, dibilang jorok, bawa virus, bawa kuman. Bahkan anak saya yang sudah meninggal pun dihina. Tapi makanan saya mereka makan juga," keluhnya getir.
Lebih jauh, Nurmalia mengungkapkan kekecewaannya terhadap Polsek Medan Tembung yang dianggap tidak menindaklanjuti laporan penganiayaan yang menyebabkan anaknya meninggal.
> "Apa karena saya miskin makanya laporan saya tidak diproses? Dia (pelaku) ada pangkat, saya rakyat biasa? Janganlah karena saya tak punya uang, laporan saya dibiarkan begitu saja," katanya dengan nada kecewa.
Ia berharap ada keadilan bagi dirinya dan keluarga, serta meminta agar para pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum.
> "Kami hanya ingin keadilan. Tolonglah, anak saya sudah meninggal. Jangan biarkan pelakunya bebas tanpa hukuman," pintanya penuh harap.
Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kanit Reskrim Polsek Medan Tembung, Iptu Parulian Sitanggang, menyatakan akan mengecek ulang laporan tersebut.
> "Kita cek ke penyidik," ujarnya singkat.
Kasus ini menambah deretan laporan penganiayaan yang belum mendapat kejelasan hukum. Keluarga korban kini hanya bisa berharap agar aparat penegak hukum benar-benar menegakkan keadilan, tanpa pandang bulu terhadap status sosial maupun latar belakang pelaku.red
Bravo Satresnarkoba Polres Labuhanbatu atas tangkapan 4 Kg Garam China di Bus ALS
News
Agus Dwi Handaya Kembali Pimpin IKAFEBUSU Periode 20262030Medansumut24.co Agus Dwi Handaya kembali dipercaya menjadi Ketua Umum Ikatan A
News
Dr. Kaswinata Terpilih sebagai Ketua IAEI Sumut Periode 20262031Medansumut24.co Dr. Kaswinata, SE., Ak., CA., MSP., terpilih sebagai Ket
News
Negara Menjemput Warganya di Semenyih
News
Ahli Pers Nurhalim Tanjung AI Harus Jadi Asisten, Bukan Pengganti Wartawan
kota
Jembatan Tak Kunjung Dibangun, Warga Keluhkan Akses Bukit LawangTangkahan Rusak dan Ancam Demo ke PU
News
Kades Sei Musam Akui Terbatas Tangani Jalan dan Jembatan Rusak Kami Sudah Berupaya
News
Kesepakatan Menjadi Salah Satu Tahapan Penting Dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
News
Teater, Pembangunan, dan Sikap Kritis
News
Mahasiswa Unimed Raih Juara III LKTN Nasional 2026, Soroti Pergeseran Nilai Pernikahan Semarga Mandailing di Era Digital
News